Mendag: IA-CEPA Momentum Dorong Pertumbuhan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Mendag: IA-CEPA Momentum Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Minggu, 5 Juli 2020 | 16:23 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com – Perjanjian dagang Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) resmi berlaku mulai 5 Juli 2020. Melalui IA-CEPA, bea masuk produk-produk yang diekspor dari Indonesia ke Australia kini menjadi 0 persen.

Baca Juga: IA-CEPA Resmi Berlaku, Indonesia Untung atau Rugi?

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menyampaikan, diberlakukannya IA-CEPA ini diharapkan dapat menjadi momentum positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, di tengah upaya pemulihan ekonomi setelah dihantam pandemi virus corona atau Covid-19.

"Kami mengajak para pelaku usaha, termasuk UMKM dan pemangku kepentingan untuk memanfaatkan perjanjian dagang ini dengan baik dan maksimal. IA-CEPA akan meningkatkan ekspor barang dan jasa Indonesia yang lebih luas ke pasar Australia, dan juga mendorong investasi Australia di berbagai sektor prioritas di Indonesia, di samping menciptakan kerja sama ekonomi untuk program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia,” kata Agus Suparmanto dalam keterangan resmi yang ditrima Beritasatu.com, Minggu (5/7/2020).

Sementara itu, menurut Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney, Ayu Siti Maryam, IA-CEPA merupakan perjanjian yang sifatnya komprehensif dan cukup berbeda dengan perjanjian lain yang hanya berbicara mengenai liberalisasi tarif barang.

"Ini tidak hanya liberalisasi tarif khusus goods, tetapi juga agreement yang mencakup jasa, investasi, bahkan ada chapter tersendiri mengenai kerja sama ekonomi atau economic cooperation. Trade in goods yang mengeliminasi 6.476 tarif Indonesia ke Australia hanya salah satu sebagian dari IA-CEPA,” kata Ayu Siti Maryam dalam acara diskusi yang digelar ABC Indonesia melalui webinar, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Kesepakatan Dagang RI-Australia Dorong Investasi

Menurut Ayu, IA-CEPA tidak bisa dilihat dari sisi siapa yang diuntungkan dan dirugikan. Sebab Indonesia dan Australia merupakan negara tetangga yang sama-sama saling membutuhkan. Sebelum IA-CEPA, total perdagangan (trade) kedua negara ini posisinya masih sama-sama di rangking 12.

"Indonesia masih merupakan trading partner terbesar ke-12 Australia, begitu pun sebaliknya. Artinya, negara bertetangga ini ternyata belum dielaborasi secara maksimal dalam konteks ekonomi dan perdagangan,” kata Ayu.

Sementara itu, untuk mengatasi tantangan non-tarif measures (NTMs), kata ayu, hal tersebut juga sudah diakomodir dalam chapter economic cooperation.

"Ini untuk menjembatani bagaimana eksportir Indonesia memiliki daya saing untuk masuk ke pasar Australia. Jadi ada komite-komite khusus yang bekerja melakukan review apabila memang ternyata dalam implementasi IA-CEPA ini ada yang tidak sejalan atau tidak diharapkan seperti tujuan awal," tandas Ayu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

IA-CEPA Resmi Berlaku, Indonesia Untung atau Rugi?

Indef menilai, IA-CEPA layaknya dua mata pisau yang bisa menjadi peluang sekaligus ancaman.

EKONOMI | 5 Juli 2020

Bukopin Siapkan Program bagi Nasabah Prioritas

Program ini bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah loyal, khususnya Bukopin Prioritas.

EKONOMI | 5 Juli 2020

Gelar Groundbreaking, Kyo Society Mulai Pemasaran Tahap Kedua

Serah terima unit Kyo Society direncanakan mulai akhir 2023 seiring jadwal penyelesaian pembangunan fisik apartemen.

EKONOMI | 5 Juli 2020

HUT BNI, Pegawai dan Serikat Pekerja Bagikan 146.000 Paket Sembako

Pegawai BNI menyalurkan bantuan pangan bagi 146.000 warga terdampak Covid-19 di 17 wilayah operasi BNI. Ini merupakan rangkaian dari HUT ke-74 BNI.

EKONOMI | 5 Juli 2020

BMW Tingkatkan Kapasitas Pabrik Mobil Listrik di Jerman

Jumlah karyawan juga akan bertambah.

DUNIA | 5 Juli 2020

Pelaku Pariwisata Bisa Manfaatkan Insentif Pemulihan Ekonomi

Subsidi PPh 21, pembebasan PPh Pasal 22 Impor, dan pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30 persen.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Percepat Program Sejuta Rumah, Kempupera Bentuk Balai Penyedia Perumahan

Tujuannya mempermudah koordinasi pusat dengan pemda guna mendorong capaian Program Sejuta Rumah (PSR).

EKONOMI | 5 Juli 2020

Bedah Rumah di Jabar, Kempupera Alokasikan Rp 243 Miliar

Pelaksanaan Program BSPS di Jawa Barat, dilaksanakan dalam dua tahap.

EKONOMI | 5 Juli 2020

20 Pekerja Swalayan Mitra 10 Bogor Positif Covid-19

Bertambah 5 kasus dari klaster Mitra 10

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

Tanrise Property Mulai Bangun Apartemen Kyo Society

Apartamen dibangun di atas lahan seluas 3.000 m2 dan diperkirakan menghabiskan dana Rp 500 miliar untuk 729 unit.

EKONOMI | 5 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS