BKPM Sebut Masterplan Kawasan Industri Batang Selesai Pekan Ini

BKPM Sebut Masterplan Kawasan Industri Batang Selesai Pekan Ini

Selasa, 7 Juli 2020 | 19:33 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (30/6/2020) lalu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) langsung menindaklanjuti arahan presiden agar pengembangan KIT Batang diselesaikan dalam waktu 6 bulan.

Baca Juga: BKPM Pastikan Investasi Hyundai Tetap Berjalan

"Kepala BKPM langsung berkoordinasi dengan Menteri BUMN, kementerian lembaga serta BUMN terkait Senin (6/7) kemarin. Sudah ada langkah-langkah konkret yang ditetapkan. Minggu ini kami targetkan penyelesaian master plan KIT Batang,” ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Ikmal Lukman, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (7/7).

Penyusunan masterplan KIT Batang, jelas Ikmal, akan dibagi ke dalam 2 tahap pengembangan. Tahap 1 adalah pengembangan 450 hektare lahan, kemudian tahap selanjutnya meliputi keseluruhan wilayah seluas 4.300 hektare. Untuk upaya percepatan ini, telah dibentuk tim kecil yang terdiri dari pihak pemerintah dan BUMN, diantaranya BKPM, Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan (Kemhub), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Kementerian Perindustrian (Kemperin), PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Jasa Marga dan PT Waskita Toll Road.

"KIT Batang ditargetkan untuk menjadi kawasan industri percontohan kerja sama antara pemerintah dengan BUMN, dengan konsep infrastruktur dasar dan pendukung disediakan oleh pemerintah. Infrastruktur meliputi akses jalan untuk tol dan non-tol, penyediaan air baku dan air bersih, kereta api, listrik, gas, terminal kontainer darat (dry port) dan pelabuhan," ucapnya.

Baca Juga: PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang

KIT Batang, sambung Ikmal, akan dikembangkan sesuai klaster industri, bukan berdasarkan asal negara. Tentunya ini sesuai dengan asas efektifitas dan efisiensi ekonomi untuk memudahkan penyediaan fasilitas pendukung. Di samping itu, sesuai arahan Presiden Jokowi, KIT Batang harus mengalokasikan minimal 5 persen dari luas lahan untuk klaster usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memperkuat keberadaan rantai pasok dalam areanya.

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Novel Arsyad menyampaikan, pihaknya siap mendukung upaya pemerintah menyediakan lahan-lahan yang potensial untuk investor. "Dengan dibentuknya tim kecil ini akan mempercepat proses kajian kawasan yang sedang kita lakukan secara komprehensif yang pada akhirnya akan mempercepat proses penyiapan lahan," kata Novel Arsyad.

Pengembangan kawasan ini akan mengusung konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate. Konsep pengembangan tersebut memiliki tiga basic principles (smart society, smart environment & infrastructure serta smart economy) dan dua design intervention (smart experience dan smart planning). "Pengembangan kawasan industri Batang dibagi menjadi tiga zonasi, yaitu zona industri ringan dan sedang, zona inovasi dan ekonomi kreatif serta zona manufaktur dan logistik," ujar Novel.

Baca Juga: BKPM Tawarkan 7 Proyek Pengembangan Bandara

Penyediaan kawasan industri ini perlu disegerakan karena selain tujuh perusahaan yang sudah memastikan relokasi ke Indonesia, masih ada 17 perusahaan lainnya yang sedang dijajaki. Adanya kawasan industri yang memadai akan memudahkan upaya mendapatkan investor-investor tersebut.

Sampai dengan saat ini, BKPM mencatat total nilai investasi dari tujuh perusahaan yang relokasi sebesar US$ 850 juta (sekitar Rp 11,9 triliun) dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 30.000 orang. Selanjutnya BKPM akan terus melakukan pendekatan secara agresif kepada 17 perusahaan yang sudah berniat merelokasi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siloam Alokasikan Capex Rp 400 Miliar untuk Bangun RS

Anggaran tersebut difokuskan untuk membangun 2-3 rumah sakit baru dan pengadaan fasilitas kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi September 2021

Terhambatnya pembangunan jalan tol Cisumdawu dikarenakan terkendalanya pembebasan lahan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

IFRS 17 Dorong Sistem Data Industri Asuransi Lebih Canggih

SDM juga merupakan faktor kunci yang akan mempengaruhi penerapan IFRS 17.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Ini Syarat UMKM Bisa Dapat Jaminan Kredit Modal Kerja

Jamkrindo dan Askrindo telah ditugaskan untuk menjamin kredit pelaku usaha UMKM.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Garuda Indonesia Fokus Gaet Wisatawan Nusantara

Jumlah wisman turun sangat drastis karena pandemi Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Bedah Rumah di Jambi, Kempupera Alokasikan Rp 78,75 Miliar

Sebanyak 4.500 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Provinsi Jambi akan mendapatkan Bantuan Stimulan perumahan Swadaya (BSPS).

EKONOMI | 7 Juli 2020

Menpupera: Penyelesaian Tol Trans Sumatera Butuh Rp 387 Triliun

Pemerintah menargetkan proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera akan rampung pada 2024.

EKONOMI | 7 Juli 2020

MMA Ajak Developer Indonesia Bergabung di Ideathon 2020

Ajang MMA Ideathon 2020 untuk menyatukan pikiran terbaik dan tercerdas untuk mengeksplorasi solusi yang mengangkat isu seputar tantangan brand.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Logo Baru BUMN Sejalan dengan Semangat Transformasi

Logo baru BUMN menjadi simbolisasi dari transformasi BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Maskapai Harapkan Stimulus Biaya Parkir Pesawat

Pemberian stimulus diyakini dapat mendorong pemulihan pariwisata, khususnya untuk akses melalui transportasi udara.

EKONOMI | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS