UMKM Terkoneksi Ekosistem Digital Lebih Kuat Hadapi Pandemi
INDEX

BISNIS-27 425.322 (0)   |   COMPOSITE 4870.04 (0)   |   DBX 940.805 (0)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 401.317 (0)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 757.481 (0)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.81 (0)   |   JII 518.901 (0)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 949.983 (0)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1342.99 (0)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 260.033 (0)   |   SMInfra18 229.972 (0)   |   SRI-KEHATI 296.897 (0)   |  

UMKM Terkoneksi Ekosistem Digital Lebih Kuat Hadapi Pandemi

Rabu, 8 Juli 2020 | 17:04 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagian pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih tetap bisa bertahan dan terus bertumbuh di tengah pandemi Covid-19. Terutama, pelaku UMKM yang telah terhubung dengan ekosistem digital atau marketplace online.

Baca Juga: Teten Khawatir Separuh UMKM Terancam Gulung Tikar

Dari survei yang dilakukan Mandiri Institute terhadap pelaku UMKM mitra Bank Mandiri maupun lembaga perbankan lainnya pada Mei 2020 lalu, UMKM dengan online channel ternyata memiliki kelenturan atau resilient, di mana pendapatannya lebih tinggi dibandingkan UMKM offline, masih dapat beroperasi selama pandemi Covid-19, sehingga dapat bertahan lebih lama.

"Pada saat kondisi pandemi, 42 persen UMKM yang tidak memiliki online channel berhenti beroperasi. Sementara UMKM yang memiliki online channel hannya 24 persen,” kata Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono, dalam acara diskusi yang digelar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) melalui webinar, Rabu (8/7/2020).

Dari sisi pendapatan, baik yang sudah online maupun yang masih online sama-sama mengaku mengalami tekanan. Tetapi hasil survei ini menemukan bahwa ada sekitar 6,9 persen pelaku UMKM yang sudah online mengalami peningkatan pendapatan.

Baca Juga: Pemerintah Jamin Kredit Modal Kerja untuk UMKM

"Dengan kapasitas cashflow yang mereka miliki sekarang, kita juga bertanya seberapa lama mereka bisa bisa bertahan. Sebanyak 60 persen] dari UMKM yang tidak memiliki akses online mengaku hanya bisa bertahan kurang dari tiga bulan, bahkan kebanyakan hanya satu bulan. Sementara yang memiliki akses online bisa bertahan tiga bulan atau lebih. Hal ini dikarenakan UMKM tersebut memiliki kemampuan ekspansi pasar yang jauh lebih besar,” tuturnya.

Teguh menambahkan, saat ini adanya UMKM online juga dapat meredam tekanan pandemi Covid-19 sekitar 1,5 persen terhadap PDB nasional. Namun dapat lebih besar lagi jika lebih banyak UMKM yang menggunakan online channel.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha kecil Menengah (UKM), dari sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia, saat ini yang sudah go online sekitar 13 persen atau 8 juta pelaku UMKM. Pemerintah sendiri menargetkan pada tahun ini UMKM yang go online bisa mencapai 10 juta.

Baca Juga: PTPP Bantu Modal Usaha Pelaku UMKM di Indonesia

Menurut Teguh, kemampuan recovery UMKM sebetulnya bergantung pada kemampuan dalam memanfaatkan channel penjualan online, serta seberapa dalam integrasi dalam jaringan pemasok indutri terkait. Beberapa sektor di UMKM juga didentifikasi bisa recovery lebih cepat, tetapi ada juga yang akan lambat.

Misalnya, kata Teguh, UMKM di transportasi dan pergudangan, terutama logistik, merupakan sektor yang akan bertahan lebih lama menghadapi pandemi, dan akan pulih lebih cepat. Kemudian UKM di sektor manufaktur akan terkena dampak yang signifikan bila dilakukan pembatasan sosial. Sektor ini diperkirakan akan pulih relatif cepat karena tingginya integrasi dengan industri.

"Untuk UKM di sektor akomodasi dan makanan minuman (restoran) terdampak cukup dalam karena memiliki kemampuan yang rendah untuk switch ke online dan lebih banyak menjual langsung ke konsumen akhir," tandas Teguh.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

AP I Optimistis Industri Penerbangan Bangkit di Semester II 2020

Selama periode 1-7 Juli 2020, AP I tercatat melayani hingga 227.642 penumpang.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Teten Khawatir Separuh UMKM Terancam Gulung Tikar

Menurut Teten, Kementerian Koperasi dan UKM telah siapkan alternatif pembiayaan.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Naik Jadi Negara Menengah ke Atas, Bunga Pinjaman RI Lebih Mahal

Dengan kenaikan status tersebut, Indonesia akan dianggap mampu membayar bunga pinjaman dengan rate yang lebih tinggi.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Realisasi Stimulus Ekonomi Meningkat, tetapi Masih Rendah

Untuk di bidang kesehatan, realisasinya hingga awal pekan ini mencapai 5,12%, meningkat dibandingkan pekan lalu yang baru 4,68%.

EKONOMI | 8 Juli 2020

IHSG Melaju ke 5.052 Didorong Sektor Keuangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,3 persen ke kisaran 5.051,92 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (8/7/2020).

EKONOMI | 8 Juli 2020

Tol Padang - Sicincin Ditargetkan Beroperasi Desember 2021

Tol Padang - Cilicin beroperasi Desember 2021.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Dalam 2 Hari, Jumlah TKI Tiba Bertambah 1.848 Orang

Semakin banyak TKI kembali ke Tanah Air.

EKONOMI | 8 Juli 2020

TGB : Tepat Merger Bank Syariah

Merjer bank syariah dinilai tepat.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Kurs Rupiah Terapresiasi ke Rp 14.300-an

Kurs rupiah berada di level Rp 14.397,5 per dolar AS atau terapresiasi 42,5 poin (0,29 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.440.

EKONOMI | 8 Juli 2020

IHSG Menguat ke 5.014 Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,55 persen ke kisaran 5.014,26 pada awal perdagangan hari ini, Rabu (8/7/2020).

EKONOMI | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS