Pertamina EP Targetkan Recovery CPP Gundih Rampung November

Pertamina EP Targetkan Recovery CPP Gundih Rampung November

Sabtu, 11 Juli 2020 | 16:53 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - PT Pertamina EP mengejar target penyelesaian recovery CPP Gundih dapat dituntaskan pada November 2020.

Baca Juga: Pertamina EP Asset 4 Percepat Pemulihan CPP Gundih

"Secara kumulatif, progress recovery CPP Gundih per awal Juli 2020 sudah mencapai sekitar 44 persen dengan target selesai pada bulan November 2020," kata Asset 4 General Manager PT Pertamina EP, Agus Amperianto, kepada Beritasatu.com, Sabtu (11/7/2020).

Agus menjelaskan, capaian progress recovery CPP Gundih itu diketahui saat cek kesiapan peralatan penunjang serta workshop visit untuk pekerjaan fabrikasi thermal oil heater, Jumat (10/7/2020). Kegiatan ini, dihadiri juga Cepu Field Manager PT Pertamina EP.

"Thermal oil heater ini bagian dari acid gas removal unit (AGRU) yang berfungsi untuk menghilangkan sulfur dan CO2, untuk memenuhi standar gas jual ke konsumen," terangnya.

Baca Juga: Kapolda Jateng Dukung Upaya Recovery CPP Gundih

Menurut Agus, secara garis besar, struktur proses utama dari CPP Gundih terdiri dari proses separasi, proses AGRU, dehidration unit (DHU), dan gas untuk dialirkan ke konsumen.

"Secara overall pekerjaan recovery CPP Gundih masih on the track, insyaallah kami bisa menyelesaikan seluruh rangkaian pekerjaan sesuai dengan tata waktu yang telah ditetapkan,” kata Agus.

Agus menambahkan, sebanyak 125 orang yang bekerja di area CPP Gundih tetap berkomitmen menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Pertamina EP Optimistis Pemulihan CPP Gundih Sesuai Target

"Kami sangat memperhatikan aspek safety dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk juga kesehatan seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan recovery CPP Gundih. Protokol pencegahan Covid-19 menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh pihak. Seperti menerapkan physical distancing, menggunakan masker dan untuk yang bekerja di ketinggian wajib menggunakan safety harness," pungkas Agus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jumlah Agen Pegadaian Naik 43,68%

Keberadaan agen Pegadaian memperluas akses produk dan layanan perseroan.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Sepekan Terakhir, Rata-Rata Transaksi Harian Saham Meningkat 23,50%

Aksi beli saham secara besar-besaran yang dilakukan investor asing membuat rata-rata nilai transaksi harian di BEI meningkat sebesar 23,50%.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Raih Anugerah BUMN 2020, Peruri Terus Kembangkan Diri

Peruri mampu bersaing di kancah internasional dengan keberhasilan melakukan pencetakan uang kertas Peru, Pita Cukai Nepal, Pita Cukai Pakistan, dan negara lain.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Anak Usaha PTPP Tandatangani Pembiayaan Senilai Rp 420 Miliar

PT PP Infrastruktur akan menggunakan pembiayaan senilai Rp 420 miliar tersebut untuk proyek SPAM Gresik.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Masalah Kesehatan Jadi Kendala Utama Pemulihan Ekonomi Indonesia

Pengamat ekonomi, Reza Priyambada, mengatakan masalah kesehatan terkait pandemi virus corona (Covid-19) menjadi kendala utama bagi pemulihan ekonomi Indonesia.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Khawatir Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Hipmi Minta TNI-Polri Tertibkan Masyarakat

Hipmi meminta pemerintah melibatkan TNI dan Polri untuk mendisiplikan masyarakat dalam menaati protokol perlindungan diri selama masa transisi new normal.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Presiden Jokowi Ingatkan Stimulus Ekonomi UMKM Bisa dari APBD dan APBN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepala daerah terkait bantuan stimulus ekonomi terutama kepada UMKM.

EKONOMI | 9 Juli 2020

Wapres Ma'ruf Amin Nilai Perlu Perampingan BUMN

Perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan cakupannya usahanya sangat diperlukan.

EKONOMI | 9 Juli 2020

Kelompok Menengah ke Bawah Jadi Sasaran Tembak Covid-19 di Era New Normal

Masyarakat kalangan menengah ke bawah menjadi “sasaran tembak” pandemi virus corona (Covid-19) di era new normal (normal baru).

EKONOMI | 11 Juli 2020

Selama PSBB, Penghasilan 70 Juta Pekerja Informal Turun Hingga 80%

Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar pandemi Covid-19, sekitar 70 juta pekerja informal mengalami penurunan penghasilan rata-rata antara 70%-80%.

EKONOMI | 11 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS