Imbas Covid-19, Fintech Selektif Salurkan Pinjaman Baru
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.25)   |   COMPOSITE 5759.92 (10.48)   |   DBX 1054.23 (6.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.58)   |   IDX30 501.412 (-1.53)   |   IDX80 131.739 (-0.07)   |   IDXBUMN20 371.622 (0.66)   |   IDXG30 135.832 (0.47)   |   IDXHIDIV20 450.213 (-0.43)   |   IDXQ30 146.619 (-0.58)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.37)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (3.47)   |   IDXV30 126.958 (0.35)   |   INFOBANK15 989.895 (-3.57)   |   Investor33 430.473 (-1.81)   |   ISSI 168.725 (0.33)   |   JII 619.114 (-0.87)   |   JII70 212.184 (0.16)   |   KOMPAS100 1175.82 (-0.24)   |   LQ45 920.779 (-1.25)   |   MBX 1601.16 (1.59)   |   MNC36 321.923 (-1.12)   |   PEFINDO25 313.689 (1.65)   |   SMInfra18 292.004 (1.21)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.55)   |  

Imbas Covid-19, Fintech Selektif Salurkan Pinjaman Baru

Senin, 13 Juli 2020 | 17:03 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan penawaran pinjaman online atau fintech peer to peer (P2P) lending ilegal di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, penyelenggara fintech P2P lending legal saat ini lebih selektif menentukan penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi tingginya gagal bayar.

Baca Juga: Prospek Bisnis Fintech P2P Lending Diyakini Masih Cerah

Wakil Ketua Umum AFPI, Sunu Widyatmoko mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, tingkat kebutuhan dana masyarakat semakin meningkat. Inilah yang dimanfaatkan pelaku fintech ilegal yang mengiming-imingi pinjaman dengan syarat-syarat yang sangat mudah. Namun, ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat, karena fintech ilegal ini sering menyalahgunakan data-data peminjamnya. Adapun fintech legal atau anggota AFPI hanya boleh mengakses data peminjam berupa Camilan (camera, microfone dan location).

"Dampak Covid-19 menyebabkan sebagian platform melakukan pengurangan terhadap pinjaman baru dengan seleksi yang lebih ketat karena target market kami memiliki resiko yang lebih tinggi. Tercermin dari pertumbuhan di Mei yang hanya 3 persen,” kata Sunu dalam acara diskusi virtual, Senin (13/7).

Berdasarkan penemuan Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK sepanjang bulan Juni 2020, SWI berhasil menemukan 105 fintech P2P lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat di telepon genggam. Sementara itu, total fintech P2P lending ilegal yang telah ditangani SWI sejak tahun 2018 sebanyak 2.591 entitas.

Baca Juga: Bank Jago Siap Melayani Ekosistem Digital

Berdasarkan data OJK, penyaluran pembiayaan fintech P2P lending selama pandemi Covid-19 tercatat melambat. Untuk periode Mei 2020, total penyaluran sebesar Rp 109,18 triliun, atau hanya naik 3,12 persen dari posisi April 2020 sebesar Rp 106,06 triliun. Bandingkan dengan penyaluran pada Mei 2019 sebesar Rp 41,03 triliun atau naik 10,87 persen dari posisi April 2019 sebesar Rp 37,01 triliun.

Begitu juga penyaluran April 2020 yang naik 3,57 persen dari posisi Maret 2020 sebesar Rp 102,53 triliun. Bandingkan dengan penyaluran April 2019 yang naik 11,48 persen dari Maret 2019 sebesar Rp 33,20 triliun. Meski demikian, total penyaluran pembiayaan fintech P2P lending per Mei 2020 tercatat naik 166,03 persen dari posisi Mei 2019.

“Memang masih ada peningkatan penyaluran dari April ke Mei 2020 sebesar 3,12 persen, namun jika dibandingkan dari April-Mei tahun lalu yang masih 10,87 persen, peningkatannya melambat 7,75 persen. Hal ini karena para penyelenggara fintech P2P lending khususnya sektor multiguna (konsumer) agak mengurangi penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi gagal bayar,” kata Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bahlil: BKPM Berhasil Eksekusi Investasi Mangkrak Rp 410 Triliun

BKPM telah berhasil mengeksekusi investasi mangkrak hingga 58 persen atau senilai Rp 410 triliun dari total Rp 708 triliun.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Indef Ingatkan Ancaman Kontraksi Ekonomi Lebih Dalam

Ekonom Indef mengingatkan adanya potensi kontraksi pertumbuhan ekonomi yang semakin dalam pada triwulan III 2020.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Dorong Penjualan Kyo Society, Tanrise Property Gandeng Arebi Jatim

Tanrise Property mempercayakan Arebi Jatim sebagai wadah para kantor broker properti untuk penjualan apartemen Kyo Society.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Doni Joewono Dipilih Sebagai Deputi Gubernur BI

Doni akan menggantikan posisi Erwin Rijanto, karena masa jabatannya sudah berakhir.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Awal Pekan, IHSG Ditutup di Zona Hijau

IHSG berada pada posisi 5.064,44.

EKONOMI | 13 Juli 2020

BCA Dorong Sektor Riil untuk Cegah Resesi

Debitur per debitor harus diamati kesehatan keuangannya.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Siang Ini, Rupiah Tertekan Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.370-Rp 14.472 per dolar AS.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Shanghai SE composite di Tiongkok naik 42,02 poin (1,27 persen) mencapai 3.426.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 12 Poin ke Level 5.043

Sebanyak 224 saham naik, 163 saham melemah dan 162 saham stagnan.

EKONOMI | 13 Juli 2020

CEO Airmas Group Pecahkan Dua Rekor MURI

CEO Airmas Group Basuki Surodjo meraih dua rekor MURI melalui pembagian nasi kotak estafet terlama dan penjualan lelang jaket termahal.

EKONOMI | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS