Aviliani: Korsel Resesi, Indonesia Bisa Diuntungkan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Aviliani: Korsel Resesi, Indonesia Bisa Diuntungkan

Kamis, 23 Juli 2020 | 17:03 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menyusul Singapura, perekonomian Korea Selatan (Korsel) juga ikut dihantam resesi setelah dua triwulan berturut-turut pertumbuhan ekonominya minus. Produk domestik bruto (PDB) Korsel pada triwulan II-2020 terkontraksi minus 3,3 persen. Sebelumnya pada triwulan I-2020, PDB negara ini minus 1,3 persen.

Baca Juga: Korsel Susul Singapura Masuki Resesi

Di mata ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani, resesi yang dialami Korsel tidak akan memberi dampak yang signifikan bagi Indonesia, apalagi Korsel bukan mitra dagang utama Indonesia seperti halnya Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Justru, Indonesia dinilai bisa mengambil keuntungan dari adanya resesi di Korsel.

"Untuk Korsel, kita tidak terlalu besar. Jadi mungkin (resesi di Korsel) dampak langsungnya tidak. Malah menurut saya kita bisa diuntungkan. Dengan dia resesi, nantinya banyak investasi di Korsel yang akan masuk Indonesia. Sekarang sudah terbukti, beberapa perbankan masuk ke Indonesia. Ini kan juga menunjukkan potensi Indonesia masih bagus,” kata Aviliani dalam diskusi 'Tantangan Menata Arsitektur Sektor Keuangan di Tengah Pandemi Global' yang digelar indef, Kamis (23/7/2020).

Kalau pun nantinya pada triwulan III-2020 Indonesia juga mengalami resesi, menurut Aviliani, para investor masih akan melihat resesi di Indonesia lebih disebabkan oleh belanja pemerintah yang belum penuh. Selain itu, para investor juga melihat pasar Indonesia setelah pandemi Covid-19 masih bagus.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korsel Turun 68%

"Jadi kalau saya lihat impact langsung dari resesi di Korsel ini tidak, malah kita mendapatkan keuntungan. Investasi yang berada di negara-negara yang resesi itu malah bisa masuk ke kita. Apalagi kalau di triwulan III-2020 kita tidak negatif, itu akan lebih bagus lagi. Dana-dana di Korsel dan beberapa negara yang resesi akan masuk ke kita,” kata Aviliani.

Impor Terganggu

Sementara itu menurut Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ira Aprilianti, meskipun Kosel bukan mitra dagang utama Indonesia, tetapi Kosel merupakan mitra dagang tertinggi ke-7 bagi Indonesia. Sehingga, adanya resesi di negeri tersebut tetap akan memengaruhi perekonomian Indonesia.

"Karena resesinya itu disebabkan ekspor yang plunge, Indonesia akan terdampak dalam hal barang impor yang dibutuhkan industri, terutama intermediary goods,” kata Ira saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga: Ancaman Resesi Sudah di Depan Mata

Pada 2019 lalu, terang ira, Indonesia impor sebesar US$ 8,42 miliar dari Korea Selatan. Jika dilihat dari komoditasnya, yang akan terpengaruh adalah industri yang membutuhkan HS code 27, yaitu bahan bakar mineral, minyak mineral, produk penyulingan, zat bitumen, HS code 84 yaitu peralatan mesin/mekanis, dan HS code 85 yaitu mesin dan peralatan listrik.

"Saya khawatir yang terpengaruh adalah industri manufaktur, permesinan, dan elektronik. Selain akan terdampak pada perekonomian domestik, kita juga butuh untuk ekspor. Contohnya, komoditas ekspor utama Indonesia ke Australia adalah elektronik dan permesinan (setelah tembakau dan perkayuan). Jadi saya khawatir bottleneck ekspor dari Korsel memengaruhi perekonomian domestik dan internasional Indonesia, karena ekspor ke Australia butuh impor bahan baku dari Korsel,” kata Ira.

Sementara itu, jika melihat realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dari Korsel yang masih tinggi pada triwulan II-2020, ini bisa menjadi sinyal adanya ketakutan investor yang berinvestasi di Korsel.

Baca Juga: Indonesia-Korsel Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

"Terkadang ketika ada resesi, pemilik capital Korsel merasa 'takut' dan langsung larikan investasinya ke negara alternatif (capital outflow). Bisa jadi itu alasanya Indonesia tidak terdampak,” kata Ira.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

OJK Prediksi Pertumbuhan Kredit 2020 Maksimal 4%

Kondisi ekonomi pada triwulan II-2020, khususnya di bulan Juni 2020 masih sangat berat.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Kontribusi BUMN di Tengah Pandemi Covid-19 Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian BUMN berkontribusi positif dalam memperkuat ekonomi nasional, diantaranya dengan menyetorkan dana kepada pemerintah sebesar Rp 55,51 triliun.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Penyaluran KPR BNI Tumbuh 5,6% di Kuartal II-2020

BNI turut serta untuk memenuhi kebutuhan KPR dengan menyelenggarakan BNI Griya Expo online.

EKONOMI | 23 Juli 2020

57% UKM Alami Peningkatan Jumlah Pelanggan Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Survei Paxel Buy & Send Insight II mencatat 39,99 persen UKM mengurangi stok barang jualan dan 16,1 persen mengurangi karyawan karena toko offline yang ditutup.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Didimax Berjangka Siapkan Modal Kerja Rp 105 Miliar

Didimax berencana membuka tujuh cabang baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

EKONOMI | 23 Juli 2020

PPI Buka Kantor Perwakilan di Singapura

Dalam rangka perluasan penetrasi pasar ekspor dan ekspansi bisnis, PT PPI mendirikan "Representative Office" (RO) atau Kantor Perwakilan PPI di Singapura.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Dongkrak Pasar Ekspor Sawit dengan Peningkatan Promosi

Pemerintah akan terus memberikan dukungan dan fasilitas untuk pembukaan pasar baru dalam rangka meningkatkan ekspor sawit.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Redam Mafia Migas, BUMN Energi Didorong Go Global

BUMN Energi didorong untuk merambah bisnis ke negara lain atau go global. Namun demikian, hal ini tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Bedah 13.902 Rumah di Jabar, Kempupera Alokasikan Rp 243,28 Miliar

Program BSPS dilakukan dengan metode padat karya tunai (PKT).

EKONOMI | 23 Juli 2020

Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia Siang Ini

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.540-Rp 14.624 per dolar AS.

EKONOMI | 23 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS