RUU Cipta Kerja Dinilai Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

RUU Cipta Kerja Dinilai Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia

Selasa, 4 Agustus 2020 | 20:43 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Omnibus Law RUU Cipta Kerja diperlukan untuk medukung upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Hal itu, menjadi satu dari tiga hal yang menurut World Bank Indonesia perlu menjadi fokus perhatian Indonesia.

Baca Juga: Skenario Pemulihan Ekonomi Berlanjut hingga 2021

"Omnibus Law diperlukan untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Juga penting untuk tidak menyertakan beberapa pembatasan pada investasi dan bisnis dan memperbaiki daya saing Indonesia di pasar global melalui RUU yang sedang diajukan,” tulis World Bank Indonesia dalam laporannya, dikutip dari akun twitter @BankDunia, Selasa (4/8/2020).

Selain mendesaknya dukungan terhadap investasi asing dan lokal untuk mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi, pemerintah juga harus fokus pada pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penyederhanaan peraturan yang relevan penting untuk melindungi investasi, dengan tetap memperhatikan lingkungan hidup.

Baca Juga: Tim Tripartit Tuntas Bahas RUU Cipta Kerja

Hal kedua yang perlu menjadi fokus bagi pemerintah adalah mengurangi kesenjangan infrastruktur dan mendukung partisipasi sektor swasta dan pendanaan infrastruktur melalui upaya Reformasi badan usaha milik negara (BUMN).

Hal ketiga menurut World Bank Indonesia, pemerintah perlu meningkatkan pendapatan pajak guna membiayai pemulihan ekonomi, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan belanja pada infrastruktur, sektor kesehatan dan perlindungan sosial.

Baca Juga: RUU Cipta Kerja Akan Dongkrak Kualitas Tenaga Kerja

Poin-poin tersebut secara lengkap tertulis dalam laporan World Bank , Indonesia Economic Prospects: The Long Road to Recover, yang dirilis akhir bulan lalu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BRI Sudah Salurkan Rp 27,66 T dari Penempatan Dana Pemerintah

Sejak menerima penempatan dana pemerintah sebesar Rp 10 triliun pada 25 Juni lalu, BRI telah menyalurkan kredit modal kerja kepada UMKM Rp 27,66 triliun.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Kempupera Bangun 4 Rusunawa Mahasiswa di Jateng

Kempupera membangun empat rusunawa di Jateng.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Kempupera Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Sumbar

Kempupera menyalurkan BSPS sebanyak 3.772 unit rumah di 10 kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

PGN Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2020

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil meraih penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Trisula Perluas Pasar Ekspor APD

Trisula International Tbk (TRIS) memperluas pasarnya untuk diversifikasi produk Alat Pelindung Diri (APD).

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Kurs Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.600

Kurs rupiah berada di level Rp 14.625 per dolar AS atau terapresiasi 5 poin (0,03 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.630.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

IHSG Ditutup Menguat ke 5.075

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,37 persen ke kisaran 5.075 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (3/8/2020).

EKONOMI | 4 Agustus 2020

RPUP MTN Dinfra BII KJIE Akan Menyelenggarakan Rapat Kedua

Rapat pertama RPUP MTN Dinfra BII KJIE berjalan lancar.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Bursa Asia Menguat Dipimpin Hang Seng yang Melesat 2%

Indeks Nikkei 225 Tokyo naik 1,7 persen, Indeks Komposit Shanghai naik 0,11 persen, Hang Seng Hong Kong naik 2,25 persen.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

BKPM Optimistis Target Investasi Rp 817,2 T Bisa Tercapai

Realisasi investasi di semester I-2020 ini sudah mencapai 49,3% dari target investasi 2020 sebesar Rp 817,2 triliun.

EKONOMI | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS