Kinerja BPR Dinilai Masih Prospektif di Masa Pandemi
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.22)   |   COMPOSITE 4934.09 (-2.96)   |   DBX 924.804 (1.9)   |   I-GRADE 130.838 (-0.27)   |   IDX30 413.425 (-0.36)   |   IDX80 108.094 (-0.16)   |   IDXBUMN20 272.657 (-1.81)   |   IDXG30 115.379 (0.07)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-1.09)   |   IDXQ30 120.916 (-0.04)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.46)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.45)   |   IDXV30 102.468 (-0.13)   |   INFOBANK15 776.883 (0.34)   |   Investor33 360.093 (-0.2)   |   ISSI 144.765 (-0.11)   |   JII 523.909 (-0.57)   |   JII70 177.568 (-0.3)   |   KOMPAS100 966.07 (-0.96)   |   LQ45 756.376 (-0.53)   |   MBX 1366.8 (-1.86)   |   MNC36 270.277 (-0.42)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.01)   |   SMInfra18 233.321 (-0.54)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.26)   |  

Kinerja BPR Dinilai Masih Prospektif di Masa Pandemi

Rabu, 5 Agustus 2020 | 22:27 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam masa Pemulihan Ekonomi Nasioal (PEN) yang digalakkan pemerintah belakangan ini, kelompok Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dinilai masih prospektif dengan adanya segmen konsumen yang cukup baik dalam meningkatkan fungsi intermediasinya di tahun ini.

Baca Juga: Masyarakat Masih Nyaman Simpan Dana di Bank

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah, mengatakan, kondisi perbankan secara keseluruhan masih relatif stabil. Guna menjaga likuiditas perbankan, LPS kembali menurunkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) masing-masing sebesar 25 basis poin (bps). Dengan demikian, tingkat bunga penjaminan LPS di bank umum untuk simpanan rupiah adalah 5,25 persen, bank umum untuk simpanan valas 1,5 persen, dan di BPR untuk simpanan rupiah sebesar 7,75 persen.

"LPS bersama dengan OJK juga telah memberikan beberapa insentif bagi BPR. Dari sisi LPS misalnya memberi keringanan bagi perbankan dalam membayar premi penjaminan sepanjang semester II tahun ini. Keringanan tersebut berupa penghapusan denda bagi yang terlambat membayar premi. Hal ini dalam rangka memberi ruang gerak bagi perbankan nasional,” ujar Halim dalam seminar virtual bertajuk 'Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Era PEN' di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Sementara itu, OJK juga telah menerapkan relaksasi yang manfaatnya dapat dirasakan oleh BPR di tengah masa sulit akibat pandemi ini. Melalui POJK Nomor 34/POJK.03/2020 tentang Kebijakan Bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sebagai Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 pada tanggal 2 Juni 2020, OJK meringankan penghitungan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif (PPAP) umum, dan nilai Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) sebagai faktor pengurang modal inti dalam perhitungan Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum.

Baca Juga: Kemkop dan UKM Gandeng Perbarindo Percepat Penyaluran PEN

Sementara itu, Ketua Umum Perbarindo, Joko Suyanto, menyampaikan, industri BPR-BPRS dalam kondisi yang sehat, terjaga dan masih tumbuh positif. "Hal ini tercermin dari beberapa indikator kinerja misalnya aset industri BPR per Mei 2020 tumbuh sebesar 6,08 persen dibandingkan posisi yang sama setahun yang lalu dan telah mencapai Rp145 triliun," kata Joko.

Joko menambahkan, masyarakat masih sangat percaya terhadap industri ini. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya dana masyarakat yang disimpan di BPR. Misalnya dalam bentuk tabungan tumbuh sebesar 6,77 persen dibandingkan tahun lalu, sedangkan deposito tumbuh sebesar 6,43 persen.

Dari sisi likuiditas, industri BPR mampu menjaga likuiditasnya dengan baik. Dan ini tercermin dari rasio LDR yang mencapai 79,87 persen. Begitupula dari sisi penyaluran kredit dimana dalam masa pandemi masih tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dari naiknya jumlah dana yang disalurkan dalam bentuk kredit yaitu sebesar 5,50 persen dibandingkan posisi setahun sebelumnya atau mencapai Rp 110 triliun di Mei 2020.

Baca Juga: Perbarindo Perkuat Kolaborasi dengan LPS

Joko menegaskan, dalam masa pandemi ini industri BPR-BPRS akan terus menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan keuangan kepada masyarakat dengan tetap memegang teguh protokol kesehatan.

"Kami akan selalu hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun. Kami ada memang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan tingkat kesejahteraannya,” imbuh Joko.

Di sisi lain, tambah Joko, Perbarindo sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah dan regulator dalam menyelamatkan ekonomi Indonesia sebagai dampak adanya Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Masih Terjaga

"Kami menyambut baik kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, OJK, dan LPS yang telah memberikan insentif bagi industri BPR-BPRS untuk mengoptimalkan ruang relaksasi dalam menjaga kinerjanya. Tentu upaya tersebut merupakan cara yang ampuh bagi kita bersama untuk tetap survive, bangkit dan menang melewati masa pandemi ini," pungkas Joko.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

AkuratPoll: Berkinerja Baik, OJK Tak Layak Dibubarkan

Hasil survei AkuratPoll Sentra Riset and Consulting menunjukkan bahwa masyarakat tidak menginginkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibubarkan karena berkinerjanya sangat baik.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Pegadaian Ajak Masyarakat Merdeka Secara Finansial

memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI, PT Pegadaian menyelenggarakan webinar Emas Merdeka bertajuk "Merdeka Finansial di Era New Normal”, Kamis (6/8/2020).

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Wall Street Dibuka Menguat Ditopang Sentimen Vaksin dan Disney

Dow Jones Industrial Average naik 0,91 persen, S&P 500 naik 0,48 persen, Nasdaq naik 0,1 persen.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Raiz Bidik Pertumbuhan Nasabah 400% Lewat Reksa Dana Terjangkau

Raiz Invest merupakan aplikasi investasi mikro berbasis online yang menawarkan investasi reksa dana dengan dana mulai Rp 10.000.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Intiland Perkuat Positioning di Pasar Perumahan Surabaya

Intiland meluncurkan klaster Dandelion di kawasan perumahan Graha Natura, Surabaya.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Menteri BUMN Angkat Wahyu Suparyono Sebagai Dirut Asabri

Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat R Wahyu Suparyono sebagai Direktur Utama PT Asabri (Persero) menggantikan Sonny Widjaja.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Menkop dan UKM Kunjungi Pasar Beringharjo Pastikan Program PEN Tepat Sasaran

Menkop dan UKM kunjungi Pasar Bringharjo, Yogyakarta.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Masih Baik dan Terkendali

Pada posisi Juni, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Umum Konvensional (BUK) sebutnya masih cukup tinggi yakni sebesar 22,59%

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Kemperin Kembangkan Industri Desain Produk Kreatif

Kemperin kembangkan industri kreatif.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

LPS: Masyarakat Masih Nyaman Simpan Dana di Bank

Cakupan LPS, hingga saat ini relatif stabil pada 99,91% dari total jumlah rekening sebanyak 317 juta yang dijamin atau senilai Rp 3.338 triliun.

EKONOMI | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS