Perbaiki Ekonomi, RI Perlu Tiru Tiongkok dan Vietnam
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Perbaiki Ekonomi, RI Perlu Tiru Tiongkok dan Vietnam

Kamis, 6 Agustus 2020 | 17:12 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 dinilai hanya konfirmasi akan rapuhnya strategi dan kebijakan ekonomi selama ini. Pasalnya, kemandirian ekonomi terutama di sektor utama kontributor perekonomian yakni pertanian, industri, dan perdagangan tidak diberi dukungan kebijakan yang cukup untuk mengakselerasi perekonomian.

Baca Juga: Ekonom Sebut Resesi Jadi Kenormalan Baru

Alhasil, dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami tren perlambatan sejak capaian tertingginya di triwulan II 2018 yang tumbuh 5,27 persen year on year (yoy). Sejak triwulan III 2019, terjadi perlambatan dan itu terjadi di setiap kuartalnya dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun sebelumnya (yoy).

Ekonom Senior Institute for Development of Economics & Finance (Indef), Didik J Rachbini, menuturkan, pertumbuhan negatif yang dialami di triwulan II 2020 ini menjadi pertumbuhan paling rendah di era Reformasi. Padahal, sejauh ini data menunjukkan, triwulan II umumnya merupakan puncak dari pertumbuhan ekonomi secara kuartalan.

"Namun, kali ini ceritanya berbeda, justru triwulan II 2020 menjadi triwulan tanpa pertumbuhan ekonomi," jelas Didik dalam konferensi pers Indef dengan tema 'Hadapi Resesi, Lindungi Rakyat: Respon Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2020', Kamis (6/8/2020).

Menurut Didik, dengan gambaran pertumbuhan ekonomi yang negatif dan lebih dalam dari perkiraan banyak pihak, ada enam hal yang harus dilakukan oleh pemerintah. Pertama, strategi selamatkan rakyat terlebih dahulu adalah cara terbaik untuk bisa membuat ekonomi menjadi optimis. "Terbukti, negara-negara yang berhasil mengatasi atau mengendalikan pandemi seperti di Tiongkok dan Vietnam lebih cepat pulih ekonominya daripada Indonesia saat ini," tegasnya.

Baca Juga: Indonesia Resesi Triwulan III 2020

Kedua, peningkatan kapasitas testing PCR per hari dan penyiapan fasilitas kesehatan (Faskes) untuk merawat pasien Covid-19 (khususnya ruang isolasi dan ventilator) perlu di akselerasi. Ketiga, pembaruan data masyarakat miskin dan rentan serta distribusi bansos yang tepat sasaran menjadi syarat dari pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi.

"Data penduduk miskin dan rentan Indonesia yang terakhir di-update secara nasional tahun 2015 tidak lagi akurat untuk jadi acuan penyaluran bansos di tahun 2020 sehingga PSBB rendah efektivitasnya,” ujar Didik.

Keempat, kedisiplinan masyarakat untuk memastikan protokol kesehatan memang merupakan salah satu kunci untuk membuat pemulihan ekonomi nasional bisa optimal, namun di sisi lain kedisiplinan dan kecepatan implementasi dan penyaluran stimulus pemerintah juga sangat diperlukan.

Kelima, dari berbagai macam krisis yang pernah terjadi di Indonesia sektor UMKM merupakan sektor yang adaptif dan menjadi pintu penyelamat dari berlanjutnya resesi. "Jadi, kalau kebijakan di sektor UMKM cepat dan tepat kemungkinan besar resesi ekonomi yang terjadi saat ini bisa lebih cepat teratasi, tentu hal ini dengan tetap menjadikan prioritas penanganan pandemi sebagai fokus utamanya,” imbuh Didik.

Baca Juga: Triwulan II, Hanya Tujuh Sektor Usaha yang Positif

Keenam, menjaga permintaan agregat dengan menjaga daya beli masyarakat. Di mana, program-program yang menstimulus permintaan, terutama rumah tangga petani harus diusahakan oleh pemerintah seperti bansos dan padat karya.

"Dari sisi suplai, pasokan kebutuhan primer dan setidaknya tersier harus dijaga kuantitasnya dengan prinsip ketepatan harga dan tepat jumlah. Selain itu, menjaga kelancaran pasokan pangan harus menjadi prioritas utama," tegas Didik.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Federasi Serikat Pekerja BUMN Optimistis Ekononi Indonesia Bisa Bangkit di Tengah Pandemi

Terlepas dari perlambatan ekonomi, kinerja sektoral di bulan Juni menuju ke arah membaik pada sektor-sektor utama.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Akademisi Pertanyakan Tudingan Pengangkatan Direksi dan Komisaris BUMN Inskonstitusional

I Wayan Suka Wirawan menyatakan tudingan pengangkatan Direksi dan Komisaris BUMN pada era Menteri BUMN Erick Thohir inkonstitusional, patut dipertanyakan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Tambah Jam Operasional, Lalu Lintas Penumpang AP I Tumbuh 110%

AP I juga mencatat lalu lintas kargo pada Juli 2020 tumbuh 19,1 persen.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Wapres Optimistis Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Ma’ruf Amin optimistis Indonesia akan menjadi pusat keuangan syariah dunia.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pergeseran Musim Panen Jaga PDB Pertanian Tetap Positif

ada triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau -5,32%. Namun beberapa sektor mencatata pertumbuhan positif, diantaranya pertanian.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

OJK Setujui Kookmin Jadi Pemegang Saham Pengendali Bukopin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan persetujuan masuknya KB Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Bukopin.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Perbaikan 230 Rumah di Padang Pariaman Telan Rp 4,025 Miliar

Bedah rumah di Kabupaten Padang Pariaman akan dilaksanakan di tiga kecamatan

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Kian Banyak Orang Kaya Pakai Tabung Elpiji 3 Kilogram

Gas elpiji 3 kilogram (kg) yang diperuntukan bagi kelompok miskin kian banyak digunakan kelompok masyarakat mampu di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

BNI Kuasai 12,51% Layanan Kredit Sindikasi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, menempati peringkat teratas dalam jajaran lembaga keuangan penyedia sindikasi di Indonesia.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Ekonom: Resesi Jadi Kenormalan Baru

Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, semua negara berpotensi mengalami resesi, termasuk Indonesia.

EKONOMI | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS