Kadin: 85,42% Pelaku UMKM Hanya Mampu Bertahan Setahun
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kadin: 85,42% Pelaku UMKM Hanya Mampu Bertahan Setahun

Kamis, 6 Agustus 2020 | 18:59 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, mengatakan, sebanyak 85,42 persen dari seluruh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hanya mampu bertahan selama satu tahun di tengah pelemahan ekonomi akibat Covid-19. Prediksi tersebut, disebabkan implementasi dari relaksasi yang diberikan pemerintah sangat lambat.

Baca Juga: Strategi BKPM Menggaet Investasi di Tengah Pandemi

"Pemerintah sudah cukup memberikan relaksasi, namun implementasi di lapangan yang tidak sesuai ekspektasi. Masih sulit akses untuk mendapatkan relaksasi,” kata Diana Dewi dalam diskusi Kementerian Keuangan (Kemkeu) dengan tajuk 'UMKM Melejit Ekonomi Bangkit' di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Diana menyebutkan, sekitar 56 persen pelaku UMKM telah terjadi penurunan penjualan. Adapun 22 persen di antaranya melaporkan permasalahan pada aspek pembiayaan, serta 15 persen melaporkan pada masalah distribusi barang dan 4 persen melaporkan kesulitan mendapatkan bahan baku di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Adapun berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tercatat sebanyak 47,13 persen pelaku UMKM hanya mampu bertahan hingga Agustus 2020. Lalu, 72,02 persen usaha akan tutup setelah November 2020, dan 85,42 persen usaha dapat bertahan paling lama dalam rentang waktu satu tahun sejak pandemi.

Sebagai sektor yang menopang 57 persen perekonomian Indonesia, UMKM diklaim Staf Khusus (Stafsus) Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, telah menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. Meski begitu, dampak pandemi seiring penerapan PSBB telah memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kegiatan ekonomi terutama UMKM.

Baca Juga: Perbaiki Ekonomi, RI Perlu Tiru Tiongkok dan Vietnam

"Saat ini ketika market lumpuh, pelaku usaha sedang struggle, masyarakat terdampak. Dalam tiga pilar masyarakat tentu sekarang kita bisa berharap pada negara pada goverment. Ini yang membuat bagaimana kebijakan pemerintah sangat signifikan dan harus betul-betul dibuka secara transparan sekaligus akuntabel,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemkeu), Hadiyanto, mengatakan, UMKM yang sebagian besar masih bergantung pada aktivitas jual beli secara langsung sangat terdampak oleh pandemi Covid-19.

"Penurunan atau terhentinya aktivitas UMKM berdampak pada kelancaran kredit dan menipisnya modal usaha," jelas Hadiyanto.

Untuk itu, lanjut hadiyanto, memahami tantangan yang sedang dihadapi oleh UMKM, pemerintah terus menyusun kebijakan yang tepat untuk UMKM, mulai dari memberikan paket lengkap kemudahan, termasuk relaksasi pembayaran kredit hingga kemudahan akses kredit modal kerja baru.

Baca Juga: UMKM Bisa Buat NPWP di Bank Himbara

"Penyederhanaan prosedur atau bahkan fasilitas juga diupayakan agar semakin mudah dan semakin banyak UMKM yang bisa menikmati fasilitas yang diberikan pemerintah. Salah satunya, peminjaman kredit modal kerja sebesar Rp 2,5 juta yang bisa dilakukan tanpa jaminan. Semua upaya ini dilakukan dengan upaya untuk membuat UMKM melejit dan ekonomi bangkit," tandas Hadiyanto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Youtap Dorong Ekosistem Sehat Konsumen dan Pelaku Usaha

Youtap Indonesia membangun ekosistem antara pelaku usaha dan pelanggan melalui program InHome Delivery and Order.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

OJK Minta BPK Kawal Pelaksanaan Program PEN

OJK kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pengenaan Pajak Digital Dinilai Ciptakan Perlakuan Setara

Potensi pajak digital untuk pendapatan negara dinilai cukup besar.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Strategi BKPM Menggaet Investasi di Tengah Pandemi

BKPM akan mengoptimalkan investasi dari PMDN.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Perbaiki Ekonomi, RI Perlu Tiru Tiongkok dan Vietnam

Pandemi virus corona atau Covid-19 dinilai hanya konfirmasi akan rapuhnya strategi dan kebijakan ekonomi selama ini.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Federasi Serikat Pekerja BUMN Optimistis Ekononi Indonesia Bisa Bangkit di Tengah Pandemi

Terlepas dari perlambatan ekonomi, kinerja sektoral di bulan Juni menuju ke arah membaik pada sektor-sektor utama.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Akademisi Pertanyakan Tudingan Pengangkatan Direksi dan Komisaris BUMN Inskonstitusional

I Wayan Suka Wirawan menyatakan tudingan pengangkatan Direksi dan Komisaris BUMN pada era Menteri BUMN Erick Thohir inkonstitusional, patut dipertanyakan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Tambah Jam Operasional, Lalu Lintas Penumpang AP I Tumbuh 110%

AP I juga mencatat lalu lintas kargo pada Juli 2020 tumbuh 19,1 persen.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Wapres Optimistis Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Ma’ruf Amin optimistis Indonesia akan menjadi pusat keuangan syariah dunia.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pergeseran Musim Panen Jaga PDB Pertanian Tetap Positif

ada triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau -5,32%. Namun beberapa sektor mencatata pertumbuhan positif, diantaranya pertanian.

EKONOMI | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS