Pandemi Dorong Percepatan Sustainable Finance

Pandemi Dorong Percepatan Sustainable Finance

Jumat, 7 Agustus 2020 | 23:06 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19, sedikit banyak mengubah paradigma konsumen, dunia bisnis, dan pemilik aset atau investor mengenai pentingnya aktivitas yang bertanggung-jawab.

Terlebih, saat ini banyak investor yang memikirkan kembali pendekatan mereka terhadap keputusan investasi dan alokasi modal dengan menjadikan keberlanjutan sebagai filosofi investasi mereka.

Hal ini sejalan dengan roadmap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai program sustainable finance atau keuangan berkelanjutan yang memasuki tahapan strengthening resilience (periode 2019-2024). Pada tahapan ini, industri jasa keuangan ditargetkan untuk memperkuat manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik pada aspek sosial dan lingkungan.

Ketua Indonesia Banking School (IBS), Dr Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono SH LLM, mengatakan, keuangan keberlanjutan tidak lagi sekedar perilaku pada segmen bisnis dan investasi tertentu (niche), tetapi akan menjadi perilaku yang mainstream (new normal).

"Bagi dunia bisnis dan pemilik aset, investasi berkelanjutan bukan sekedar nice to invest tetapi menjadi sebuah new-normal. Sehingga diperlukan strategi dan inovasi untuk menjadikan keuangan berkelanjutan sebagai filosofi dan tujuan investasi dalam kegiatan investasi new normal mereka," ungkap Kusumaningtuti dalam sambutannya di acara webinar umum bertajuk 'Sustainable Finance: From Niche to New Normal, Jumat (7/8/2020).

Webinar kali ini menghadirkan Prof Dr Muliaman D Hadad SE MPA, yang pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2006-2011 dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017.

Melalui acara webinar ini, juga dipaparkan bagaimana dukungan OJK agar keuangan berkelanjutan menjadi praktek yang mainstream pascapandemi Covid-19, untuk mempercepat penguatan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan untuk aspek sosial dan lingkungan.

"IBS berharap agar seluruh peserta webinar mendapatkan deep insight dari tangan pertama tentang bagaimana kebijakan itu dirumuskan dan diterapkan, sebagai langkah antisipasi untuk meredam dampak pandemi Covid-19," tandas Kusumaningtuti.

Sementara itu, Muliaman mengatakan, pengembangan keuangan berkelanjutan di Indonesia telah mencapai banyak kemajuan. Namun, hal itu masih harus disertakan dengan rencana atau agenda susulan dalam peneraan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan setelah masa pandemi Covid-19.

"Pandemi Covid-19 bisa dibilang mengubah banyak hal penting dan mempengaruhi seluruh sendi kehidupan manusia, di berbagai belahan dunia. Kondisi pandemi saat ini, sangat luar biasa dan melampaui berbagai krisis yang pernah terjadi sebelumnya," kata Muliaman.

Menurut Muliaman, untuk pengembangan ke depan terkait pembiayaan keuangan berkelanjutan, perlu dirumuskan berbagai pendekatan untuk mempercepat implementasi keuangan berkelanjutan pascapandemi Covid-19, melalui penetapan pedoman dan standar implementasi.

"Kondisi pandemi menyadarkan banyak orang tentang pentingnya sustainable finance, sekaligus membuka peluang untuk persiapan dan implementasi dalam industri keuangan, karena menyangkut berbagai isu seperti aspek lingkungan, sosial dan tata kelola," jelasnya.

Muliaman menambahkan, pembiayaan berkelanjutan secara langsung berkontribusi pada stabilitas keuangan jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi, khususnya menyangkut usaha kecil dan menengah (UMKM).

"UMKM sejatinya bisa menjadi pendorong dalam mengatasi kondisi pandemi ini. Apalagi, pemerintah sendiri telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung sektor ini dalam berbagai bentuk, seperti bantuan pinjaman, program pembinaan, dan sebagainya," tandas Muliaman.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dow Tergerus karena Ketegangan AS-Tiongkok dan Ketidakpastian Stimulus

Dow Jones Industrial Average turun 151 poin 0,6 persen.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Menko Kemaritiman: Ada Cashback untuk Konsumen yang Belanja Produk UMKM

Cashback sebesar Rp 750.000 per konsumen tersebut merupakan stimulus yang telah dipersiapkan pemerintah.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Wapres: Jadikan Pandemi Peluang Pengembangan Industri Produk Halal

Di masa pandemi aspek kesehatan dan higienitas menjadi pertimbangan mutlak masyarakat dalam memilih produk.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

RUU Cipta Kerja Tingkatkan SDM Indonesia

RUU Cipta Kerja dirancang untuk menarik investasi asing. Selama ini investor ragu berinvestasi di Indonesia karena tidak ada kepastian hukum.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Pemerintah Kucurkan Rp 33,1 T untuk Beri Tambahan Gaji Karyawan Swasta

Dana bantuan ditransfer langsung ke rekening para tenaga kerja secara langsung dan dua tahap.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

LuLu Hypermarket Tambah Gerai Ketiga di Sentul Bogor

Ekspansi ini juga menandakan jaringan LuLu Hypermarket ke-191 di seluruh dunia.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Selain Resesi, Pemerintah Perlu Waspadai Kemungkinan Depresi Ekonomi

Indonesia perlu upaya ekstra keras mengembalikan pertumbuhan ekonomi positif di kuartal ketiga tahun ini.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Bendungan Sidan Selesai Sesuai Target

Kempupera bangun bendungan Sidan di Bandung.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Tata Niaga Produk UMKM Akan Dibenahi

Tata kelola niaga UMKM akan ditata.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Hartadinata Bidik Penjualan Logam Mulia Rp 1 Triliun

Saat ini realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp 40 miliar, atau 75 persen dari yang dianggarkan.

EKONOMI | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS