Pemerintah Perluas Target Calon Penerima KUR
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Percepat Program PEN

Pemerintah Perluas Target Calon Penerima KUR

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 20:40 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Yogyakarta, Beritasatu.com - Sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional, pemerintah mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan memperluas target calon penerimanya, termasuk kepada organisasi keagamaan, seperti Pemuda Muhammadiyah.

Baca Juga: Program PEN Oase Bagi Pelaku UMKM

"Bentuk dukungan pemerintah antara lain berupa tambahan subsidi bunga, penundaan angsuran pokok, kredit modal kerja berbunga murah, penjaminan kredit dan insentif pajak,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat acara Penyaluran KUR bagi UMKM Anggota Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah dan Peresmian Kios Warga Pemuda Muhammadiyah (WargaMU) di Kotagede, Yogyakarta, Sabtu (8/8/2020).

Menurut Airlangga, pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga telah meluas ke aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Sehingga, penanganannya tak bisa dari segi kesehatan saja, namun harus beriringan dengan ekonomi. Untuk itu, pemerintah akan tetap menjaga keseimbangan antara menjaga kesehatan masyarakat dan mata pencaharian hidup.

Salah satunya dengan menjaga keberlangsungan operasional UMKM yang selama beberapa bulan terakhir menurun omzetnya akibat pandemi Covid-19. Kepada UMKM, pemerintah telah mengalokasikan sebesar Rp123,46 triliun yang termasuk dalam anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp695,20 triliun.

Baca Juga: Penyaluran KUR Bank Mandiri Capai Rp 7,03 Triliun

UMKM menjadi salah satu fokus prioritas pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengingat peranan pentingnya terhadap perekonomian, khususnya kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan tenaga kerja. Pada 2018, jumlah pelaku UMKM telah mencapai sebesar 63,35 juta unit dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 61 persen. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor UMKM sebesar 116,9 juta orang dengan kontribusi 97 persen dari penyerapan tenaga kerja.

"Jumlah pengusaha UMKM ini dapat didorong berdasarkan nama, alamat dan jenis usaha. Jadi pemerintah bisa mengakselerasi agar UMKM bisa menjadi motor penggerak dan pengungkit perekonomian nasional,” tutur Airlangga.

Dalam masa pandemi Covid-19, pemerintah memberikan relaksasi kebijakan KUR, berupa penundaan angsuran pokok KUR selama 6 bulan dan penundaan sementara kelengkapan dokumen administrasi sampai dengan berakhirnya masa pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Tata Niaga Produk UMKM Akan Dibenahi

Pemerintah pun memberikan tambahan subsidi bunga atau marjin KUR sebesar 6 persen selama 3 bulan dan 3 persen selama 3 bulan selanjutnya. Dengan pemberian tambahan subsidi bunga 6 persen maka pada 3 bulan pertama pada masa Covid-19, suku bunga KUR menjadi 0 persen. Kemudian, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang tambahan subsidi bunga 6 persen ini hingga akhir tahun.

Selain itu, dalam rangka perluasan penyaluran KUR pada masa Covid-19 sebagai salah satu stimulus bagi UMKM, maka pemerintah juga telah menunda penetapan target penyaluran KUR sektor produksi tahun 2020 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 60 persen. Penundaan penetapan target sektor produksi ini rencananya akan dilaksanakan sampai dengan 2021 atau sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi perekonomian.

Penundaan penetapan target KUR sektor produksi tersebut menyebabkan tidak ada lagi pembatasan penyaluran KUR di sektor perdagangan. Pasalnya, ada hasil survei yang menunjukkan bahwa sektor yang paling mudah dimasuki UMKM pada masa pandemi Covid-19 adalah perdagangan. Jadi, dengan adanya pelepasan batas sektor perdagangan, maka pemulihan ekonomi UMKM diharapkan akan dapat lebih cepat.

Baca Juga: BRI Syariah Dapat Tambahan Kuota KUR Rp 1,5 Triliun

Implementasi kebijakan tersebut, salah satunya diwujudkan dalam bentuk penyaluran KUR Syariah bagi UMKM anggota PP Pemuda Muhammadiyah dan Peresmian Kios Warga Pemuda Muhammadiyah (WargaMU). Tujuannya untuk menguatkan permodalan melalui pembiayaan KUR, dalam hal ini kepada pemilik Kios WargaMU.

KUR Syariah tersebut diserahkan oleh BRI Syariah dan Bank Jateng. Rinciannya yakni dari BRI Syariah, KUR diberikan kepada 19 debitur dengan nilai Rp655 juta. Adapun dari jumlah tersebut, KUR BRI Syariah untuk Kios WargaMU diberikan kepada 3 debitur dengan total sebesar Rp140 juta. Sementara, KUR Syariah dari BPD Jateng sejumlah Rp70 juta diberikan kepada 3 debitur.

"Kami sangat terbuka terhadap data-data para pemuda yang akan menjadi socioenterpreneur. Membangkitkan ekonomi Indonesia adalah pekerjaan kita semua, para stakeholders, termasuk para pemuda. Sehingga tentu dengan momentum Covid-19, kita perlu menyiapkan bangsa Indonesia menjadi aman dan produktif, serta bisa bertransformasi, dan menjadi salah satu yang pertama keluar dari pandemi,” pungkas Airlangga.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Akulaku Finance Beri Keringanan Cicilan Pedagang Kecil

Akulaku Finance telah merestrukturisasi 13.876 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp 47,3 miliar.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Semen Gresik Terapkan Kebijakan Wajib Rapid Test

Semen Gresik mewajibkan tamu yang hendak beraktivitas di area perusahaan membawa surat keterangan hasil rapid test.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Gandeng Buka Pengadaan, Paketku Tingkatkan Layanan Pengiriman

Buka Pengadaan juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM memperlebar bisnis.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

IJB-Net Perkuat Jaringan Pelaku Bisnis Indonesia-Jepang

Memasuki usia yang kedua, dukungan dan harapan terhadap IJB-Net semakin besar.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Ketum VIU dan Pendeta HKBP Serukan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

Di usia 75 tahun kemerdekaan Indonesia adalah saat yang tepat untuk semua elemen bangkit dan memulihkan perekonomian akibat Covid-19.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Fotile Perkuat Pasar Alat Dapur Premium di Indonesia

Di pasar global, Fotile telah menjadi merek global di 30 negara di benua Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Afrika.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Asosiasi Alih Daya Indonesia Apresiasi Langkah Pemerintah

Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia mengapresiasi langkah pemerintah menambah diskon angsuran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25 dari 30 persen menjadi 50 persen.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Ajak Merdeka Finansial, Webinar Pegadaian Sedot 19.000 Peserta

Webinar Emas Merdeka yang digelar PT Pegadaian pada Kamis (6/8/2020) secara daring melalui media Zoom, berhasil menyedot lebih dari 19.000 peserta.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Waskita Realty Pasarkan Klaster Dhama di Proyek Vasaka Bali

Waskita Realty melalui proyek Vasaka Bali menawarkan klaster Dhama yang merupakan satu-satunya perumahan dengan konsep walk to shop.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Jabar Ventura dan Kaya.id Bantu Pendanaan dan Branding UMKM

SJV membantu UMKM lewat skema obligasi konversi guna memacu UMKM berbentuk badan usaha.

EKONOMI | 8 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS