Ini Pekerjaan Rumah Pemerintah untuk Pacu Investasi
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Ini Pekerjaan Rumah Pemerintah untuk Pacu Investasi

Minggu, 9 Agustus 2020 | 16:16 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Investasi sangat dibutuhkan untuk mendongkrak perekonomian Indonesia, termasuk dari investor asing. Apalagi, saat ini masih terjadi saving investment gap, yang menunjukkan kebutuhan investasi dalam perekonomian Indonesia tidak bisa dipenuhi dengan ketersediaan tabungan dalam negeri.

Baca Juga: Tiga Sektor Ini Paling Diminati Investor Asing

"Investasi asing dibutuhkan karena masih terjadi saving investment gap yang cukup besar. Padahal, Indonesia masih membutuhkan investasi yang besar untuk membangun infrastruktur dan pembangunan ekonomi,” kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani, dalam webinar rilis survei SMRC terkait persepsi publik terhadap investasi, Minggu (9/8/2020).

Menurut Aviliani, untuk mendongkrak investasi masih ada sejumlah isu yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Pertama, terkait isu korupsi, inefisiensi dalam birokrasi, ketersediaan infrastruktur, stabilitas politik, kebijakan pemerintah yang sering tidak konsisten, kebijakan perpajakan, dan ada beberapa hal lain yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

"Ini masalah klasik yang dari dulu sampai sekarang masih ada. Di RUU Cipta Kerja, ini sebetulnya yang ingin diakomodasi, supaya yang menjadi keluhan investor ini bisa dikurangi. Jadi memang perlu disosialisasikan kepada masyarakat terkait RUU Cipta Kerja untuk mengeliminasi hal-hal yang buruk ini,” kata Aviliani.

Baca Juga: IJB-Net Perkuat Jaringan Pelaku Bisnis Indonesia-Jepang

Kedua, terkait daya saing Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan incremental capital output ratio (ICOR) di Indonesia. Pada 2019, ICOR Indonesia adalah 6,57. Sebagai perbandingan dengan negara tetangga, ICOR Filipina 3,7, Thailand 4,5, Malaysia 4,6, dan Vietnam 5,2.

"ICOR di Indonesia tinggi menunjukkan bahwa tingkat efisiensi masih rendah, hal ini dapat menghambat investasi. Karena ini menjadi salah satu parameter yang menunjukkan tingkat efisiensi investasi di satu negara,” kata Aviliani.

Pada 2020, lanjut Aviliani, tingkat kemudahan berbisnis di Indonesia juga masih di peringkat 73 dunia. Beberapa persoalan yang cukup berat seperti komponen memulai bisnis (peringkat 140), izin mendirikan bangunan (peringkat 110), dan enforcing contract (peringkat 139). "Prosedur memulai bisnis di Indonesia cukup banyak, mencapai 11. Angka tersebut jauh dari rata-rata di Asia Timur dan Pasifik," jelasnya.

Baca Juga: Pandemi Dorong Percepatan Sustainable Finance

Aviliani menegaskan, Indonesia juga mengalami penurunan tingkat produktivitas dari waktu ke waktu.Hal ini perlu menjadi perhatian khusus, mengingat era ke depan adalah era yang mengarah ke global value chain (GVC), sehingga setiap negara harus mencari potensi industri yang kompetitif.

"Untuk isu ketenagakerjaan, ketenagakerjaan di Indonesia didominasi 58 persen yang berpendidikan rendah dan tidak memiliki skill. Maka diperlukan pelatihan dalam menyambut investasi baru. Bila ini tidak dilakukan, akan terjadi kesenjangan, dan pertumbuhan tinggi tidak diikuti dengan pemerataan," kata Aviliani.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Safe Travel Campaign Inaca Targetkan 20 Juta Penumpang Maskapai

"Harapan kami di semester II jumlah penumpang pesawat bisa sampai 20 juta lagi dengan melakukan kampanye keselamatan," kata Ketum Inaca Denon Prawiraatmadja.

EKONOMI | 9 Agustus 2020

Profesional Muda Didorong Jadi Penggerak Bisnis Berkelanjutan

Mayoritas pelaku bisnis di Indonesia belum mengikutsertakan kriteria environmental, social, and governance (ESG) secara terstruktur.

EKONOMI | 9 Agustus 2020

PTPN Pastikan Tidak Pernah Merampas Hak Rakyat dalam Sengketa Lahan

PTPN tidak pernah merampas hak rakyat karena semua penyelesaian sudah menempuh upaya damai dan kekeluargaan dengan tetap mematuhi aturan hukum. Bahkan, manajemen tak segan memberikan ganti rugi atau biaya kompensasi yang layak kepada petani penggarap lahan PTPN

EKONOMI | 9 Agustus 2020

Pemerintah Perluas Target Calon Penerima KUR

UMKM menjadi salah satu fokus prioritas pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Akulaku Finance Beri Keringanan Cicilan Pedagang Kecil

Akulaku Finance telah merestrukturisasi 13.876 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp 47,3 miliar.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Semen Gresik Terapkan Kebijakan Wajib Rapid Test

Semen Gresik mewajibkan tamu yang hendak beraktivitas di area perusahaan membawa surat keterangan hasil rapid test.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Gandeng Buka Pengadaan, Paketku Tingkatkan Layanan Pengiriman

Buka Pengadaan juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM memperlebar bisnis.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

IJB-Net Perkuat Jaringan Pelaku Bisnis Indonesia-Jepang

Memasuki usia yang kedua, dukungan dan harapan terhadap IJB-Net semakin besar.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Ketum VIU dan Pendeta HKBP Serukan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

Di usia 75 tahun kemerdekaan Indonesia adalah saat yang tepat untuk semua elemen bangkit dan memulihkan perekonomian akibat Covid-19.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Fotile Perkuat Pasar Alat Dapur Premium di Indonesia

Di pasar global, Fotile telah menjadi merek global di 30 negara di benua Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Afrika.

EKONOMI | 8 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS