OPMS Tingkatkan Diversifikasi Penjualan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

OPMS Tingkatkan Diversifikasi Penjualan

Selasa, 11 Agustus 2020 | 17:48 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk meningkatkan diversifikasi penjualan untuk memperbaiki kinerjanya yang merosot di semester I 2020, karena terimbas pandemi Covid-19 dan perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: IPO Perusahaan UKM Tingkatkan Akses Keuangan

Emiten berkode saham OPMS yang bergerak di bisnis besi tua atau scrap kapal bekas ini pun optimistis langkah ini akan mendongkrak penjualan dan mengoreksi kinerjanya di semester II 2020.

Direktur Utama OPMS, Meilyna Widjaja mengatakan, tantangan yang dihadapi perseroan hingga akhir tahu ini adalah menghadapi pasar yang masih dalam pemulihan selama pandemi serta imbas perang dagang AS dan Tiongkok yang masih terus berlanjut sejak tahun lalu.

"Pandemi telah menyebab daya serap pasar menurun, sementara perang dagang Tiongkok dan AS berakibat harga komoditas besi scrap dalam negeri tertekan," kata Meilyana saat paparan publik di Surabaya, Senin (10/8/2020).

Untuk mempertahankan kinerja penjualan dan laba, lanjut Meilyana, perseroan meningkatkan upaya divertifikasi penjualan dari hasil pemotongan kapal, selama harga komoditas besi tua masih belum kembali normal.

Baca Juga: OPMS Targetkan Produksi Besi Scrap 24.000 Ton

"Diversifikasi penjualan itu diantaranya adalah penjualan suku cadang (sparepart) untuk kapal dan non-ferrous untuk pasar ekspor seperti scrap kuningan tembaga dan aluminum yang dilakukan dengan cara penjualan online, serta penjualan beberapa bahan bangunan seperti besi beton untuk memenuhi kebutuhan proyek," jelasnya.

Sejalan dengan upaya diversifikasi penjualan itu, OPMS juga memperluas jangkauan pasar, yang semula hanya di berkutat di Surabaya tetapi juga sekarang ke Mojokerto dan Gresik. Komposisi pelanggan juga diperbanyak, selain beberapa pabrik peleburan besi, juga pabrik spareparts otomotif dan perusahaan pelayaran.

"Upaya diversifikasi tersebut terlihat di kuartal I 2020. Meskipun volume penjualan perseroan lebih rendah dibanding dengan kuartal 2019, tetapi laba bersih perseroan meningkat sebesar 126,47 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama. Kami optimistis diversifikasi penjualan ini akan berdampak positif pada penjualan kami dan kinerja kami pada semester II kedepan akan lebih baik dibandingkan dengan semester I," kata Meilyana.

Sekretaris Perusahaan OPMS, Rubbyanto Ping Hauw HK, menjelaskan, di semester I 2020 perseroan terkendala dampak pandemi Covid-19 karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah yang mengakibatkan beberapa pelanggan tetap perusahaan harus mengikuti aturan tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Beri Diskon Tarif Listrik untuk Industri

"Produktivitas perseroan menjadi turun. Aktivitas distribusi pengiriman barang dagangan dan tidak dapat dimaksimalkan, kami menghentikan aktivitas pengiriman barang ke pabrik, dan sementara waktu pabrik peleburan baja dan peleburan spareparts otomotif belum beroperasi secara normal, baru pada awal Juli 2020 ini beberapa pabrik peleburaan perlahan lahan kembali beroperasional," jelasnya.

Untuk dapat bertahan dari dampak pandemi Covid-19 dan perekonomian global, perseroan melakukan pembehan, selain protokol kesehatan di lingkungan perseroan, yang tidak kalah penting perseroan melakukan efisiensi biaya dengan cara menekan biaya yang tidak produktif.

"Terkait dengan efisiensi biaya ini, perseroan merencanakan untuk membangun gudang yang selama ini masih sewa dengan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 9,7 miliar yang dananya dari hasil penawaran saham perdana (IPO) tahun lalu. Lokasi gudang masih dalam kajian, tetapi kita ingin bisa segera kita bangun karena untuk mendukung efisiensi,” kata Rubbyanto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PGN dan Gas Bumi Dukung Kawasan Industri Untuk Pertumbuhan Perekonomian Nasional

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen dan konsisten untuk mendukung nilai tambah dan pertumbuhan perekonomian nasional melalui perluasan optimalisasi

EKONOMI | 11 Agustus 2020

PPI Lakukan Berbagai Kiat untuk Dorong UMKM Makin Maju

PT PPI telah melakukan berbagai kiat untuk ikut mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) semakin maju.

EKONOMI | 11 Agustus 2020

Crown Bidik Rp 250 Miliar dari Pemasaran Proyek di Indonesia

Crown Group mengincar Rp 200 miliar hingga Rp 250 miliar dari penjualan produk apartemen yang dipasarkan di Indonesia.

EKONOMI | 11 Agustus 2020

Dorong UMKM Berkembang, Perlu Pendampingan dari Swasta

Perlu adanya pendampingan untuk mendorong kemajuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

EKONOMI | 11 Agustus 2020

Doni Joewono Resmi Dilantik Sebagai Deputi Gubernur BI

Doni memulai karirnya di Bank Indonesia sebagai analis di Departemen Pengelolaan Moneter pada tahun 1991.

EKONOMI | 11 Agustus 2020

Komut Semen Indonesia: Transparansi Perusaahaan Cegah Korupsi

GCG dapat mencegah kerugian pemegang saham.

EKONOMI | 11 Agustus 2020

TLKM dan FREN Kuasai Daftar Saham Teraktif

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan frekuensi 31.436 kali.

EKONOMI | 11 Agustus 2020

Ini Cara Abipraya Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi

Abipraya menunjukkan kepeduliaannya dengan turut aktif mendukung program pemerintah dalam membantu pelaku UMKM.

EKONOMI | 11 Agustus 2020

Kapitalisasi BMRI dan BBRI Melonjak

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp 200 (3,4 persen) mencapai Rp 6.000.

EKONOMI | 11 Agustus 2020

Rupiah Ditutup Terkoreksi Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.580- Rp 14.714 per dolar AS.

EKONOMI | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS