Pebisnis Kepelabuhanan di Jatim Berharap Kelonggaran Pemerintah
INDEX

BISNIS-27 434.406 (1.13)   |   COMPOSITE 4934.09 (10.52)   |   DBX 924.804 (3.31)   |   I-GRADE 130.838 (0.06)   |   IDX30 413.425 (0.53)   |   IDX80 108.094 (0.16)   |   IDXBUMN20 272.657 (-1.08)   |   IDXG30 115.379 (0.54)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-0.48)   |   IDXQ30 120.916 (0.27)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.24)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (0.92)   |   IDXV30 102.468 (0.36)   |   INFOBANK15 776.883 (1.39)   |   Investor33 360.093 (0.83)   |   ISSI 144.765 (0.4)   |   JII 523.909 (0.94)   |   JII70 177.568 (0.29)   |   KOMPAS100 966.07 (1.78)   |   LQ45 756.376 (1.43)   |   MBX 1366.8 (2.63)   |   MNC36 270.277 (0.39)   |   PEFINDO25 258.891 (0.48)   |   SMInfra18 233.321 (-0.03)   |   SRI-KEHATI 303.606 (0.27)   |  

Pebisnis Kepelabuhanan di Jatim Berharap Kelonggaran Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2020 | 23:27 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Pelaku bisnis kepelabuhanan di Tanjung Perak Surabaya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya meminta agar pemerintah tidak menerbitkan aturan yang justru memberatkan usaha mereka yang terimbas pandemi.

Baca Juga: Kadin Jatim Dorong Industri Pariwisata Bangkit Kembali

Keinginan itu disampaikan saat bertemu Ketua dewan perwakilan daerah (DPD), AA La Nyalla Mahmud Mattalitti di Surabaya, Selasa (12/8/2020).

Hadir dalam pertemuan itu, perwakilan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Tanjung Perak, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat (APBMI) Jatim, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) JawaTimur, Indonesian National Shipowners Association (INSA) Jatim, Gabungan Importir Seluruh Indonesia (Ginsi) Jatim, Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim dan Asosiasi Depo Kontrainer Indonesia (Asdeki)

Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Kepelabuhanan Tanjung Perak Surabaya, Henky Pratoko yang sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah ALFI Jatim menjelaskan, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan aktivitas bisnis kepelabuhanan di lingkungan Tanjung Perak Surabaya tersendat dan sebagian terhenti.

"Agar aktivitas bisnis bisa kembali bangkit, pemerintah diharapkan memberikan toleransi yang tinggi pada dunia usaha dengan mengedepankan pelayanan dan bukan pada sisi menegakkan peraturan belaka," kata Henky.

Baca Juga: New Normal, Pelindo III Terapkan Layanan Berbasis Online

Menurut Hengky, di masa pandemi ini kalangan dunia usaha sedang berjibaku untuk mempertahankan kelanjutan bisnisnya, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi riil pada dinamika ekonomi nasional.

"Kami berharap sekali di masa-masa new normal ini, pemerintah memberikan toleransi yang tinggi dan juga tidak menerbitkan peraturan-peraturan yang justru memberatkan dunia usaha," ungkap Henky.

Hengky mencontohkan, beberapa peraturan yang selama ini menyulitkan pengusaha, diantaranya adalah aturan tentang Persetujuan Impor (PI) yang menyulitkan pelaku importir karena untuk memperolehnya cukup rumit dan lama. Hal ini berdampak pada tersendat dan kurangnya pasokan bahan baku industri yang akhirnya membuat proses produksi terpaksa berhenti.

"Karena ketergantungan bahan baku sangat tinggi. Dan kondisi ini tidak hanya terjadi pada impor bahan baku besi dan baja serta produk turunannya, tetapi juga pada impor bahan baku tekstil dan bahan baku pakan ternak," ujarnya.

Baca Juga: DPD Tugaskan PPUU Kawal Omnibus Law Cipta Kerja

Selain itu, perlu adanya insentif dan relaksasi biaya untuk pelaku logistik di Jatim selama upaya-upaya pemulihan usaha dalam masa new normal. Pasalnya, beberapa kebijakan pemerintah dinilai masih belum menyentuh pada pelaku secara menyeluruh. "Insentif dan relaksasi ini penting untuk memancing pengusaha agar kembali bangkit," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menyarankan agar masing-masing asosiasi menyampaikan aspirasinya secara tertulis.

"Nanti kita teruskan ke masing-masing menteri terkait. Kalau perlu, kami juga akan menyampaikan ke presiden, karena saya secara berkala berkomunikasi dengan presiden," pungkas La Nyalla.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Peternak Unggas Binaan SIG Kian Berkembang di Masa Pandemi

Permintaan hasil produksi ayam petelur terus meningkat, usaha peternak unggas binaan SIG kian berkembang.

EKONOMI | 12 Agustus 2020

Pinjaman Daerah untuk Pemulihan Ekonomi di Banten Naik Jadi Rp 4,99 Triliun

Pinjaman untuk pemulihan ekonomi daerah di Banten mengalami kenaikan dari perminta an awal sebesar Rp 4,12 triliun menjadi Rp 4,99 triliun naik Rp 856 miliar.

EKONOMI | 12 Agustus 2020

BUMN Pariwisata Sebaiknya Tidak Masuk Holding Aviasi

BUMN pariwisata seharusnya bisa semakin bebas bergerak dan inovatif menghadapi tantangan regional dan global yang semakin kompetitif.

EKONOMI | 12 Agustus 2020

Kemkop dan UKM Bersama Kemdagri Bersinergi dalam Berdayakan UMKM

Kemdagri dan Kemkop UKM kerja sama berdayakan UMKM di daerah.

EKONOMI | 12 Agustus 2020

Bantuan Produktif Usaha Mikro Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

Bantuan untuk pelaku UMKM mulai dicairkan Agustus 2020.

EKONOMI | 12 Agustus 2020

Star Energy Kembangkan Potensi Ekonomi Masyarakat di Jabar

Star Energy Geothermal terus meningkatkan program tanggungjawab sosial untuk mendukung pencapaian target SDG's.

EKONOMI | 12 Agustus 2020

Bantuan Rp 2,4 Juta ke Pengusaha Mikro Akan Didistribusikan Pertengahan Agustus

Program bantuan produktif usaha mikro sebesar Rp 2,4 juta per satu pengusaha mikro akan segera didistribusikan pada pertengahan Agustus 2020.

EKONOMI | 12 Agustus 2020

Wujudkan Perlindungan bagi Pekerja, Wapres Serahkan Paritrana Award 2019

Kemko PMK dan dengan BPJamsostek kembali memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah.

EKONOMI | 12 Agustus 2020

Super Indo Luncurkan Aplikasi Digital My Super Indo

Super Indo meluncurkan inovasi terbaru dalam bentuk platform aplikasi membership digital, My Super Indo.

EKONOMI | 12 Agustus 2020

Menko Airlangga Proyeksikan Ekonomi RI Kembali Minus di Triwulan III-2020

Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2020 akan kembali mengalami kontraksi, sehingga Indonesia akan masuk resesi.

EKONOMI | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS