Kebijakan Perdagangan Bebas Bisa Mendorong Kinerja Ekspor
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Kebijakan Perdagangan Bebas Bisa Mendorong Kinerja Ekspor

Kamis, 13 Agustus 2020 | 15:58 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan, menilai, kebijakan perdagangan bebas mampu mendorong upaya peningkatan kinerja ekspor Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Perlu Waspadai Kemungkinan Depresi Ekonomi

"Kebijakan perdagangan bebas yang dimaksud yaitu perdagangan antar negara dapat dilakukan dan memungkinkan arus komoditas dapat keluar dan masuk satu negara dan kawasan tanpa adanya hambatan," kata Pingkan dalam acara diskusi yang digelar CIPS, Kamis (13/8/2020).

Pingkan menjelaskan, negara-negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia, perlu berkomitmen serius untuk meninggalkan kebijakan proteksionisme dan memastikan perdagangan antar negara bisa tetap berjalan. Hal ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan barang-barang penting, misalnya saja komoditas pangan, obat-obatan serta peralatan medis yang merupakan komoditas penting di masa pandemi, serta bahan baku dari industri.

"Kebijakan proteksionisme mengganggu kelancaran rantai pasok dan menghambat ketersediaan pasokan di pasar yang akan berujung pada kelangkaan maupun meningkatnya harga," jelasnya.

Baca Juga: Ekspor Produk Kaca ke Filipina Berpotensi Meningkat

Pinkan mengatakan, salah satu yang bisa dilakukan untuk meninggalkan kebijakan proteksionisme dan memastikan perdagangan tetap berjalan adalah dengan mengeliminasi hambatan perdagangan, baik hambatan tarif maupun hambatan non-tarif. Pengenaan tarif, menurutnya, akan berdampak pada harga dan ketersediaan.

"Pengenaan tarif sebaiknya dihapuskan secara permanen, terutama pada komoditas yang ketersediaannya dapat memengaruhi hidup orang banyak," kata Pingkan.

Pemerintah saat ini masih bernegosiasi untuk 8 perjanjian, salah satunya dengan Uni Eropa (UE), dan telah mengidentifikasi 15 potensi perjanjian perdagangan bebas lainnya. Pingkan mengatakan, Free Trade Agreement (FTA) semacam ini menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan arus investasi, membuka pasar untuk produk ekspor, mengurangi hambatan perdagangan antarnegara baik yang berupa pengurangan/eliminasi tarif serta pengurangan hambatan non-tarif.

Baca Juga: Kemdag Perkuat Pasar Ekspor Lada Putih Muntok

Namun, lanjut Pingkan, memiliki FTA saja tidak cukup karena diperlukan langkah strategis untuk optimalisasi manfaatnya untuk mendorong ekspor. Beberapa hal yang perlu ditingkatkan antara lain adalah kualitas produk, branding, sistem logistik, sistem pembayaran, business matching dan ketersediaan bahan baku.

"Tentu saja manfaat dari FTA ini dapat membantu ekspor bagi pelaku usaha kita, jika pemerintah secara terbuka dan berkala melakukan sosialisasi dan juga pendampingan di masyarakat melalui program yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal,” kata Pingkan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ammdes Sukses Beri Manfaat bagi Sektor Pertanian Hingga Kesehatan

Ammdes sangat bermanfaat buat masyarakat.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Amartha Raih Penghargaan Internasional Sebagai Fintech Solusi Inovatif

Amartha meraih penghargaan sebagai fintech solusi inovatif untuk pembiayaan usaha kecil menengah terbaik dari FinTech Rocketship Awards Programme 2020.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Ditutup Naik, IHSG Lanjutkan Reli Empat Hari Berturut-turut

Laju penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil diteruskan pada perdagangan Kamis (13/8/2020).

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Koperasi Tetap Menjadi Andalan UMKM

Koperasi dihadapkan pada tantangan untuk memodernisasikan layanan digital.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Rupiah Terkoreksi Saat Mata Uang Asia Menguat Siang Ini

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.725-Rp 14.793 per dolar AS.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

eFishery Raih Pendanaan dari Go-Ventures dan North Star untuk Ekspansi

Pendanaan ini untuk pengembangan produk, mengembangkan tim, dan memperkuat posisi eFishery dalam industri akuakultur domestik.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Emas Antam Menguat ke Rp 1,028 juta Per Gram

Untuk pecahan 250 gram: Rp 242,265 juta.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Shanghai SE composite di Tiongkok naik 0,02 poin (0,0 persen) mencapai 3.319.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 5 Poin ke Level 5.238

Indeks LQ45 naik 0,2 poin (0,03 persen) ke level 825,5.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Emas Menguat karena Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Berlanjut

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik US$ 2,7 atau 0,14 persen menjadi US$ 1.949,00 per ounce.

EKONOMI | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS