Jokowi Minta Kawasan Industri Tarik Investasi Berkualitas
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Jokowi Minta Kawasan Industri Tarik Investasi Berkualitas

Jumat, 14 Agustus 2020 | 16:34 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah membangun kawasan industri termasuk pembangunan super koridor ekonomi pantai utara (Pantura) Jawa. Langkah ini untuk menarik investasi yang berkualitas.

Baca Juga: 2021, Tingkat Kemiskinan Ditargetkan 9,2%-9,7%

"Kawasan Industri Batang serta Subang Majalengka sedang dikembangkan dalam waktu singkat, dirancang untuk mampu mengundang investasi berkualitas,” kata Jokowi pada Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI 2020, di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Jokowi meminta investasi yang masuk ke Indonesia harus bersinergi dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional. "Selain itu investasi yang masuk juga diharapkan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," tegasnya.

Presiden Jokowi mengatakan, kawasan industri serupa juga akan dibangun oleh pemerintah di berbagai daerah di seluruh Indonesia. "Kawasan industri tersebut, diharapkan selalu bersinergi dengan kewirausahaan masyarakat dan UMKM, untuk menyediakan kesempatan kerja bagi 12 generasi muda yang belum bekerja, dan meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri," jelasnya.

Baca Juga: Tahun Depan, Anggaran Pemulihan Ekonomi Rp 356,5 T

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, ekosistem nasional yang kondusif bagi perluasan kesempatan kerja yang berkualitas harus dibangun. Hal itu, disertai dengan penataan regulasi.

"Regulasi yang tumpang tindih, yang merumitkan, yang menjebak semua pihak dalam risiko harus kita sudahi. Semua ini kita dedikasikan untuk perekonomian nasional yang adil, untuk kepentingan yang sudah bekerja, untuk kepentingan yang sedang mencari kerja, untuk mengentaskan kemiskinan, dengan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas seluas-luasnya," tegas Jokowi.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan sebanyak 143 perusahaan asing berpotensi relokasi investasi ke Indonesia. Angka ini diperoleh melalui identifikasi investor potensial sebagai usaha promosi investasi yang dilakukan BKPM.

Baca Juga: Investor Korsel Lirik Kawasan Industri Batang

Dengan rincian sebanyak 57 perusahaan berasal dari Amerika Serikat (AS), 39 perusahaan dari Taiwan, 25 perusahaan dari Korea Selatan, 21 perusahaan dari Jepang, dan 1 perusahaan dari Hong Kong. Kemudian dari hasil identifikasi, ada 7 perusahaan yang sudah pasti melakukan relokasi atau diversifikasi ke Indonesia.

BKPM mencatat selama Semester I 2029, realisasi investasi mencapai Rp 402,6 triliun. Angka ini naik tipis 1,8 persen dibandingkan periode semester I 2019 yang sebesar Rp 395,6 triliun.

Adapun realisasi penanaman modal dalam negeri selama semester I 2020 mencapai Rp 207 triliun atau naik 51,4 persen year on year (yoy). Sementara penanaman modal asing sebesar Rp 195,6 triliun atau naik 48,6 persen (yoy).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS