Kembali Direvisi, Sri Mulyani Proyeksikan Ekonomi RI 2020 Minus 1,1%
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Kembali Direvisi, Sri Mulyani Proyeksikan Ekonomi RI 2020 Minus 1,1%

Jumat, 14 Agustus 2020 | 19:31 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Melihat kondisi pandemi Covid-19 yang masih diliputi ketidakpastian, Pemerintah kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini menjadi 0,2 persen pada skenario berat, dan minus 1,1 persen pada skenario sangat berat.

Baca Juga: Makin Banyak Daerah Ajukan Dana Pinjaman PEN

Sebelum adanya pandemi Covid-19, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 sebesar 5,3 persen. Kemudian pada Maret-April 2020, proyeksinya berubah menjadi minus 0,4 persen sampai 2,3 persen.

"Perkirakan akhir yang kita lakukan sesudah melihat realisasi kuartal II-2020 dan angka pada bulan Juli, kita perkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 kisarannya ada di minus 1,1 persen hingga 0,2 persen. Artinya, agak bergeser ke arah negatif atau mendekati 0 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (14/8/2020).

Terkait konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, diperkirakan pada 2020 ini pertumbuhannya ada di kisaran minus 1,3 persen sampai 0 persen. Sedangkan untuk PMTB yang merupakan investasi di kisaran minus 4,2 persen sampai minus 2,6 persen, konsumsi Pemerintah 2,0 persen sampai 4,0 persen, ekspor minus 5,6 persen sampai minus 4,4 persen, dan impor minus 10,5 persen sampai minus 8,4 persen.

Baca Juga: Ini 4 Usulan Baru Program PEN dan Penanganan Covid-19

Untuk tingkat inflasi, Sri Mulyani menyampaikan, proyeksinya pada tahun ini akan tetap terkendali pada sasaran 3,0 persen sampai lebih kurang 1,0 persen. Sementara, nilai tukar berada di kisaran Rp 14.400 sampai Rp 14.800.

"Tingkat kemiskinan dan pengangguran di tahun 2020 ini diperkirakan meningkat akibat pandemi Covid-19. Namun kita akan tetap menjaga pada level single digit. Untuk tingkat kemiskinan, pada 2021 akan kita kembalikan ke level 9,2 persen sampai 9,7 persen, tingkat pengangguran 7,7 persen sampai 9,1 persen, dan gini ratio 0,377 sampai 0,379,” papar Srimulyani.

Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi di 2021, Pemerintah memproyeksikan kondisi perekonomian Indonesia akan mulai pulih dan kembali pada tingkat 4,5 persen sampai 5,5 persen.

Baca Juga: Sri Mulyani Ajak Milenial Munculkan Ide Kreatif

"Dengan ketidakpastian di tahun 2020 yang masih akan terus berlangsung hingga akhir tahun, maka proyeksi ekonomi tahun depan meskipun diperkirakan pulih, tetapi masih sangat tergantung pada penanganan Covid-19, ketersediaan atau penemuan vaksin, dan juga dukungan ekspansi fiskal yang masih akan tetap dilanjutkan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” jelas Sri Mulyani.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Defisit Anggaran 2021 Diproyeksikan 5,5% dari PDB

Defisit anggaran tahun 2021 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman, dan dikelola secara hati-hati.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Komitmen TelkomGroup Mewujudkan Kedaulatan RI Melalui Telekomunikasi Berbuah Anugerah Bintang Jasa Nararya

Penganugerahan tanda jasa yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara ini tak lepas dari pencapaian TelkomGroup dalam mewujudkan kedaulatan negara.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Pemerintah Terus Garap Infrastruktur di Ibu Kota Baru

Pemerintah masih menganggarkan dana untuk pembangunan infrastruktur tahun 2021 yang mencapai Rp 414 triliun.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Infrastruktur 5 Destinasi Super Prioritas Dituntaskan Hingga Akhir 2020

Pemerintah tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi virus corona

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Citilink Kembali Layani Rute dari dan ke Bandung

Citilink Indonesia kembali melayani penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Husein Sastranegara

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Integrasikan Layanan, Mandiri Kembangkan Pusat UKM

Bank Mandiri mengembangkan UKM Center yang akan mengintegrasikan layanan perbankan bagi pelaku UKM

EKONOMI | 14 Agustus 2020

PTPP Bidik Kontrak Baru di Tiga Negara Asia

PTPP, berhasil mengembangkan sayap bisnisnya hingga ke luar negeri.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

UMKM Harus Lebih Adaptif Terhadap Sumber Pendanaan

UMKM harus mampu menemukan alternatif pembiayaan agar tak lagi terlalu bergantung kepada insentif pemerintah.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Jokowi Siapkan Anggaran TKDD Rp 796,3 Triliun di RAPBN 2021

Jokowi merincikan anggaran TKDD tersebut dilakukan untuk tujuh arah kebijakan.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Jokowi Siapkan Anggaran PEN 2021 Senilai Rp 356,5 Triliun

Jokowi menyiapkan anggaran PEN tahun depan sebesar Rp 356,5 triliun.

EKONOMI | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS