Penataan Ekosistem Logistik Butuh Kolaborasi Pelaku Bisnis Multimoda
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0.61)   |   COMPOSITE 5144.05 (1.56)   |   DBX 982.653 (-0.15)   |   I-GRADE 141.194 (0.36)   |   IDX30 430.883 (0.87)   |   IDX80 114.327 (0.12)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.63)   |   IDXG30 119.385 (0.08)   |   IDXHIDIV20 382.257 (0.8)   |   IDXQ30 125.574 (0.11)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.14)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-0.04)   |   IDXV30 107.621 (-0.13)   |   INFOBANK15 842.759 (1.76)   |   Investor33 376.322 (0.64)   |   ISSI 151.265 (-0.04)   |   JII 550.5 (-0.55)   |   JII70 187.95 (-0.07)   |   KOMPAS100 1026.39 (0.53)   |   LQ45 794.213 (1.06)   |   MBX 1420.94 (0.53)   |   MNC36 281.737 (0.3)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-0.43)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0.58)   |  

Penataan Ekosistem Logistik Butuh Kolaborasi Pelaku Bisnis Multimoda

Jumat, 21 Agustus 2020 | 19:13 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Sektor layanan marine dan logistik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena terbukti mampu bertahan, bahkan berkembang di masa pandemi virus corona (Covid-19). Namun, mengembangkan sektor strategis ini butuh kolaborasi semua pelaku bisnis multimoda.

Direktur Utama Pelindo Marines (Pelindo III Group), Eko Hariyadi Budiyanto menyebutkan, potensi ekonomi dari sektor marine dan logistik juga terbuka dari pasar internasional, yakni jasa pemanduan di Selat Malaka, perairan internasional di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Baca Juga: Pebisnis Kepelabuhanan Berharap Perhatian Pemerintah

"Setidaknya ada sekitar 75.000 kapal per tahun yang melintasi Selat Malaka dan Pelindo Marines sudah menggarap jasa pemanduan internasional tersebut,” ujar Eko Hariadi, di Surabaya, Jumat (21/8/2020).

Eko Hariadi menambahkan, layanan marine dan logistik yang terintegrasi sangat potensial, tidak hanya pemanduan kapal, tetapi juga dikembangkan ke penundaan kapal, ship-to-ship transfer, bunkering, supplies, spare parts, hingga kru kapal. "Sehingga potensi ekonomi maritimnya sangat besar untuk digarap dengan kolaborasi bersama,” imbuhnya.

Perlunya kolaborasi bersama dalam penataan ekosistem logistik nasional juga disampaikan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Agung Kuswandono.

"Permasalahan terkait penataan ekosistem logistik nasional harus dikerjakan bersama secara holistik. Pengembangan maritim termasuk yang mencakup banyak sektor dalam membangun keterpaduan logistik di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Kemhub Berikan Dispensasi Perizinan Kepelabuhanan

Agung mencontohkan, pengembangan pelabuhan harus terkoneksi dengan akses jalan, layanan trucking, adanya fasilitas pendukung seperti cold storage untuk komoditas pangan.

"Pelabuhan dengan manajemen digital yang efektif perlu dikembangkan untuk operasional yang efisien. Selain itu, juga yang berkonsep greenport. Pasalnya, pelabuhan tidak hanya milik industri, tapi lingkungan di sekitarnya juga milik masyarakat," tegasnya.

Menurut Agung, salah satu yang sudah baik dan relatif berstandar internasional adalah Terminal Teluk Lamong yang dikelola Pelindo III. "Jadi memang harus dikerjakan bersama oleh para pelaku bisnis logistik. Tidak bisa sektoral," tandas Agung.

Pada kesempatan sama, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan, Cris Kuntadi, mengatakan, perlu ada terobosan yang dilakukan bersama oleh para pemangku kepentingan logistik.

Baca Juga: Menhub Sebut Transportasi Simpul Keberagaman

"Terobosan tersebut di antaranya menghidupkan kembali atau membangun jalur kereta api sebagai akses ke pelabuhan. Hal ini dapat mengurangi konsumsi BBM untuk truk yang masih mendominasi porsi moda angkutan di Indonesia,” katanya.

Cris mengungkapkan, perlu ada perimbangan porsi angkutan logistik di Indonesia. Saat ini angkutan logistik masih terlalu mengandalkan angkutan jalan atau jalur darat dengan presentase 90,4 persen. Sementara angkutan laut hanya 7 persen dan penyeberangan atau jalur ferry hanya 2 persen. Kemudian kereta api malah hanya 0,6 persen.

Hal tersebut, menurutnya, merupakan salah satu penyebab tingginya biaya logistik nasional. Peningkatan penggunaan angkutan laut, penyeberangan, dan kereta api akan meningkatkan efisiensi karena kapal dan kereta api merupakan moda angkutan dengan biaya terendah bila dikomparansi dengan kemampuan angkutnya.

"Pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi yang mengatur keterpaduan angkutan multimoda. Mulai dari Peraturan Presiden, Peraturan Pemerintah, hingga Peraturan Menteri Perhubungan. Sehingga diharapkan bisa mendorong partisipasi dan kolaborasi yang lebih selaras dari banyak pihak," tandas Cris.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

LPCK Raih Penghargaan "The Most Valuable Company Award 2020"

Tim riset Warta Ekonomi menetapkan 138 pemenang dari 40 subsektor sebagai "The Most Valuable Company Award 2020: Best 5-Months Stock Performance"

EKONOMI | 21 Agustus 2020

Ketahanan Pangan Minimalkan Dampak Pandemi Covid-19

Ketahanan pangan dapat dicapai dengan menjamin tiga komponen, ketersediaan, keterjangkauan dan kualitas.

EKONOMI | 21 Agustus 2020

BRI Ventures Bidik 400 Start-up Baru di Indonesia

BRI Ventures membidik sekitar 400 perusahaan rintisan awal (start-up) baru di Indonesia untuk menyalurkan penyertaan modal guna ekspansi bisnis di masa pandemi

EKONOMI | 21 Agustus 2020

AP I Sematkan Stempel Safe Travels di 15 Bandara Kelolaan

Penyematan stempel Safe Travels untuk menunjukkan kesiapan AP I dalam menerapkan protokol kesehatan di 15 bandara kelolaan.

EKONOMI | 21 Agustus 2020

Bursa Eropa Menguat Jelang Data Indeks Pembelian

Pan-European Stoxx 600 naik 0,4 persen pada awal perdagangan.

EKONOMI | 21 Agustus 2020

Ini Syarat Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam perjalanan 75 tahun kemerdekaan, Indonesia masih menghadapi banyak masalah yang belum dituntaskan.

EKONOMI | 21 Agustus 2020

Bursa Asia Menguat di Tengah Data Klaim Pengangguran AS

Indeks Komposit Shanghai menguat 0,5 persen menjadi 3.380,68.

EKONOMI | 21 Agustus 2020

Capital Financial Akan Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

Dana obligasi digunakan untuk memperkuat struktur permodalan anak usaha.

EKONOMI | 21 Agustus 2020

KKP Kerja Sama dengan KBI Manfaatkan Resi Gudang Komoditas Ikan

Pemanfaatan resi gudang ikan oleh KKP ini akan membantu menguatkan dan meningkatkan peranan UMKM sektor kelautan dan perikanan.

EKONOMI | 21 Agustus 2020

Amartha Luncurkan Layanan “A Star” dengan Opsi Pendanaan Lebih Rendah

Layanan A* memberikan opsi pendanaan dengan tenor yang lebih singkat dengan plafon pendanaan rendah.

EKONOMI | 21 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS