OJK Siapkan Peta Jalan Keuangan Digital
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

OJK Siapkan Peta Jalan Keuangan Digital

Senin, 24 Agustus 2020 | 16:49 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam upaya mengembangkan ekosistem keuangan digital yang suportif dan komprehensif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyiapkan Roadmap dan Rencana Aksi Inovasi Keuangan Digital untuk tahun 2020-2024.

Menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida, roadmap atau peta jalan ini dibuat untuk menciptakan industri jasa keuangan yang berdaya saing, tangguh, dan sesuai untuk masa depan.

"Seperti yang dialami oleh seluruh dunia, terdapat ketergantungan yang besar pada financial technology (fintech) dan inovasi untuk bertahan dari krisis saat ini dan mempercepat proses pemulihan ekonomi. Mengingat pentingnya inovasi keuangan digital, OJK merasa perlu memanfaatkan momentum tersebut dengan menyiapkan Roadmap dan Rencana Aksi Inovasi Keuangan Digital untuk tahun 2020-2024,” kata Nurhaida dalam acara Virtual Innovation Day 2020, Senin (24/8/2020).

Baca Juga: OJK Sudah Bentuk 186 Tim Antirentenir

Guna mencapai tujuan menciptakan industri jasa keuangan yang berdaya saing dan sesuai untuk masa depan, Nurhaida mengatakan, roadmap ini juga memuat Digital Action Plan 2020-2024 yang meliputi enam aspek, yaitu akselerator, regulasi dan pengawasan, riset, kolaborasi, talent, dan perlindungan pelanggan, di mana seluruhnya merupakan tulang punggung utama dalam ekosistem keuangan digital di Indonesia.

Nurhaida mengatakan, kerangka peraturan yang akomodatif merupakan inti dari rencana aksi untuk mengurangi risiko terkait teknologi, melindungi kepentingan konsumen, dan mempromosikan kompetisi. Kemudian, riset dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi tulang punggung mengembangkan kerangka peraturan yang digerakkan oleh penelitian dan mendorong inovasi digital.

Selain itu, rencana aksi dari roadmap tersebut juga memberikan beberapa inisiatif baru untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan dalam ekonomi digital dan industri keuangan, serta inisiatif untuk membangun masyarakat yang lebih melek teknologi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Industri Properti di Australia Tarik Minat Konsumen Asia

Minat pembeli dari kawasan Asia terhadap properti di Australia meningkat 22 persen di kuartal II 2020.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Wisatawan Lokal Dorong Pemulihan Okupansi Hotel

Masih terbatasnya penerbangan internasional akan mendorong destinasi wisata lokal sebagai tujuan berlibur masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Kantor Pemasaran Modernland Cilejit Bergaya Istana Disneyland

Kantor pemasaran Modernland Cilejit dibangun dengan desain yang unik, mirip Istana Disneyland.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Airlangga Hartarto: Serapan Program Ekonomi Nasional Naik 25%

Airlangga Hartarto mengatakan dari sisi serapan anggaran program ekonomi nasional, realisasi penyerapannya sudah meningkat menjadi 25 persen.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Pandemi Gerus Okupansi dan Pendapatan Hotel Fitra

Prospek bisnis perseroan pada 2020 penuh tantangan, perhotelan salah satu sektor yang mengalami pukulan berat.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Pembangunan Infrastruktur Transportasi Laut Dikebut

Pelabuhan Patimban tahap I dapat diselesaikan pada Oktober 2020.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Jokowi Tegaskan Banpres Produktif untuk Tambahan Modal Kerja Pelaku Usaha Mikro

Jokowi menegaskan program bantuan presiden (Banpres) Produktif merupakan program tambahan yang diberikan kepada para pelaku usaha mikro.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Kemperin Pacu Lima Sektor untuk Tingkatkan Subtitusi Impor

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan ada lima sektor yang dipacu untuk mencapai target subtitusi impor 35% pada 2022.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Banpres Produktif Sebesar Rp 28,8 T Bidik 12 Juta Usaha Kecil dan Mikro

Jokowi meluncurkan bansos dengan skema cash transfer dengan nama program bantuan presiden (banpres) produktif bagi pelaku usaha kecil dan mikro

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Airlangga Hartarto: UMKM Lokal Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Pemerintah mendukung bangkitnya kegiatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal karena akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS