PHRI Gandeng Inaca Siapkan Paket Wisata Murah
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

PHRI Gandeng Inaca Siapkan Paket Wisata Murah

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 16:41 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Denpasar, Beritasatu.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia National Air Carriers Association (Inaca) menandatangani kerja sama penyediaan paket perjalanan wisata yang terjangkau dan aman bagi wisatawan domestik.

Kerja sama ini dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat dan pelaku industri pariwisata yang terdampak Covid-19, sekaligus memberi kesempatan bagi para wisatawan untuk kembali pergi berlibur.

"Penandatanganan kerja sama dengan Inaca merupakan bagian dari kegiatan Safe Travel Campaign yang dilakukan kedua pihak dalam sebulan terakhir," kata Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, di Novotel Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu (29/8/2020).

Hariyadi menjelaskan, ada dua hal yang harus diperhatikan untuk meningkatkan jumlah penumpang pesawat dan okupansi hotel di daerah wisata. "Pertama, confidence masyarakat untuk kembali terbang bisa ditingkatkan dengan menjalankan protokol kesehatan. Kedua, dari sisi pricing harus terjangkau sehingga orang tertarik pergi karena tidak memberatkan," katanya.

Pimpinan Sahid Group ini menuturkan, semakin tinggi pergerakan penumpang pesawat dan okupansi hotel, maka perekonomian daerah wisata bisa kembali meningkat setelah dalam beberapa bulan terakhir merosot tajam akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Hariyadi mencontohkan, Provinsi Bali adalah daerah yang sangat terpukul akibat Covid-19. Sebab, Bali sangat mengandalkan sektor pariwisata untuk menghidupkan perekonomia.

"Di Bali kapasitas kamar hotel yang tersedia ada 140.000. Sejak pandemi yang tutup hampir 80 persen. Bayangkan saja di Nusa Dua hanya ada 4 hotel yang buka. Akibatnya, di kuartal II 2020 ekonomi Bali minus 10,98 persen," jelasnya.

Hariyadi juga meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk mendukung upaya kedua asosiasi dengan memberi relaksasi pajak bagi perusahaan-perusahaan perhotelan dan maskapai. "Jangan sampai, baru mulai naik okupansi hotelnya, langsung dikejar-kejar pajak," tegas Hariyadi Sukamdani.

Ketua Umum Inaca, Denon Prawiraatmadja menambahkan, asosiasi mempersilahkan maskapai anggotanya untuk berdiskusi secara business to business dengan jaringan hotel di bawah PHRI.

"Asosiasi hanya memberikan payung dan menjembatani. Nanti pembahasannya dilakukan masing-masing tim dari airline dan hotel. Kalau paketnya menarik dan harganya terjangkau, saya yakin bisa menggerakkan masyarakat untuk bepergian lagi," katanya.

CEO Whitesky Aviation ini menambahkan, Inaca akan terus melakukan Safe Travel Campaign ke berbagai daerah wisata di Indonesia. Ia juga akan meminta maskapai penerbangan berjadwal maupun tidak berjadwal untuk menyiapkan protokol kesehatan khusus untuk anak-anak.

"Kalau kita para orang tua atau orang dewasa, self awareness-nya untuk memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak sudah ada, jadi relatif aman bepergian dengan pesawat. Namun, untuk anak-anak kan semuanya dipegang dan agak cuek. Jadi nanti akan kami siapkan protokol kesehatan khusus anak-anak. Agar orang tuanya yakin anak-anaknya aman untuk diajak terbang," jelas Denon.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Soal Anggaran Vaksin Covid-19, Kemkeu Tunggu Usulan Kemkes

Kementerian Keuangan (Kemkeu) menyatakan masih menunggu kajian dan usulan resmi Kementerian Kesehatan (Kemkes) terkait anggaran pengadaan vaksin virus Covid-19.

EKONOMI | 29 Agustus 2020

Ibu Rumah Tangga Didorong Jadi Wirausaha Lewat Pemasaran Digital

Program kewirausahaan digital ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga.

EKONOMI | 29 Agustus 2020

Kapitalisasi Bursa Meningkat Rp 87 Triliun dalam Sepekan

Volume transaksi naik sebesar 26,64 persen menjadi 15,085 miliar saham.

EKONOMI | 29 Agustus 2020

Yogyakarta International Airport Jadi Karya Terbaik PTPP

Presiden Jokowi mengapresiasi keberhasilan PTPP dalam membangun YIA dengan kualitas terbaik di Indonesia.

EKONOMI | 29 Agustus 2020

59 Perusahaan Taiwan Jajaki Relokasi ke Indonesia

Saat ini sudah ada dua perusahaan asal Taiwan yang merelokasi pabriknya ke Indonesia, yaitu Kenda dan Meiloon.

EKONOMI | 29 Agustus 2020

Harga Minyak Turun, tetapi Bukukan Kenaikan Mingguan

Perusahaan migas memulai kembali operasinya.

EKONOMI | 29 Agustus 2020

Pertagas Alirkan Gas ke Pembangkit Listrik Siak Lebih Cepat dari Target

Pengaliran gas dapat dilaksanakan pada 25 Agustus 2020, lebih cepat dari target September 2020.

EKONOMI | 29 Agustus 2020

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Telkom Lakukan Sterilisasi dan Disinfeksi di Gedung OPMC Bogor

Sesuai dengan informasi dari Infomedia selaku anak perusahaan kami yang mengelola call center, bersama ini kami sampaikan bahwa sebanyak 11 orang mitra kerja

EKONOMI | 29 Agustus 2020

Emas Melonjak Akibat Pelemahan Dolar dan The Fed

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik US$ 42,3 atau 2,19 persen menjadi US$ 1.974,90.

EKONOMI | 29 Agustus 2020

Pembangunan YIA Lebih Cepat dari Target, Ini Pemicunya

Saat puncak mempekerjakan 6.800 orang.

EKONOMI | 29 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS