Pasar Rumah Menengah Tetap Eksis di Tengah Pandemi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Pasar Rumah Menengah Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Sabtu, 12 September 2020 | 16:44 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kebutuhan perumahan di Indonesia setiap tahun terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk. Besarnya jumlah penduduk ini, ternyata masih belum diimbangi dengan penyediaan atau pasokan perumahan, hingga gap antara permintaan dan penawaran terus melebar.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), backlog perumahan per awal 2020 mencapai 7,64 juta unit, dengan segmen menengah-bawah paling besar mengalami kekurangan pasokan.

Kondisi ini, menjadi penyebab pasar perumahan segmen menengah-bawah tidak rentan terhadap krisis ekonomi, sekaligus menjawab tetap eksisnya para pemain perumahan menengah-bawah, bahkan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Chief Executive Officer (CEO) PT Mustika Land, David Sudjana, mengatakan, pasar segmen menengah-bawah sangat berkembang. Adapun faktor yang paling menarik di pasar segmen menengah adalah, selain pasarnya yang gemuk, segmen ini juga memiliki kemampuan daya beli yang terus menguat.

"Sebagian besar mereka (kelas menengah, red) merupakan tenaga kerja profesional dan kreatif yang tidak hanya menggantungkan pada pendapatan gaji semata. Mereka bisa menciptakan bisnis sampingan secara online dan passive income lainnya. Karena itu, daya beli mereka relatif lebih baik," kata David Sudjana, di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

David menyatakan, pasar rumah menengah sangat menarik karena antara tahun 2020 hingga 2030, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, di mana kelas menengah rata-rata usia produktif tumbuh sangat besar. Faktor ini tentunya akan memicu peningkatan pasar segmen properti menengah, khususnya untuk keluarga-keluarga muda yang belum memiliki rumah atau first home. Target pasar ini memang membeli rumah untuk dihuni, selain juga menjadi investasi.

"Mencermati kondisi itu, Mustika Land tetap berkomitmen dan fokus dengan brand positioning pada segmen kelas menengah. Adapun proyek yang sedang digarap di segmen ini adalah Mustika Park Place, Mustika Golf Residence, dan Mustika Taman Sari yang bermain di rentang harga Rp400 jutaan hingga Rp800 jutaan. Untuk kelas yang lebih terjangkau, kita menggarap Mustika Village Sukamulya di Cikarang dan Mustika Village Karawang," jelasnya.

Menurut David, produk rumah di segmen menengah dan bawah memiliki tantangan tersendiri, karena pengembang perlu jeli menciptakan keseimbangan antara harga jual, desain dan fasilitas yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Gaji masyarakat Indonesia rata-rata kalah cepat naiknya dengan harga rumah, sehingga kalau dilihat dari ukuran luas rumah yang sanggup dibeli masyarakat, ukuran rumah yang sanggup dibeli semakin kecil ukurannya dari tahun ke tahun.

"Setiap pengembangan proyek Mustika Land dimulai dengan sebuah cerita. Apakah itu pengembangan perumahan atau komersial, kami memulai setiap proyek dengan menggagas ide-ide bermanfaat yang dapat mempengaruhi perbaikan gaya hidup penghuni dan menemukan cara terbaik untuk mewujudkannya. Ini yang menjadi passion kami dalam merencanakan pengembangan setiap proyek," ujarnya.

Selain mengembangkan rumah menengah, kata David, Mustika Land juga memasarkan rumah-rumah dengan harga terjangkau (affordable housing) dengan rentang harga Rp150 jutaan hingga Rp300 jutaan. Proyek yang digarap di segmen ini adalah Mustika Village Sukamulya di Cikarang dan Mustika Village Karawang.

David menegaskan, walau mengembangkan segmen rumah kelas bawah, pengembangan infrastruktur dan fasilitas tetap harus direncanakan dengan baik dan bukan seadanya. "Seperti proyek Mustika Village Sukamulya, Cikarang, perumahan ini memiliki ROW jalan luas lingkungan sebagian besar 7 meter dan membangun water treatment plant (WTP) di awal, alhasil perumahan ini tidak terasa seperti rumah subsidi," tandasnya.

Perumahan Mustika Sukamulya yang terdiri dari 3.300 unit rumah berbagai tipe, mulai 27/60 (Magnolia) dengan harga mulai Rp150 jutaan dan 30/60 (Marigold) dengan harga mulai Rp190 jutaan dilengkapi dengan area komersial berupa ruko untuk mendukung aktifitas warga perumahan.

Sebagai kawasan hunian berwawasan lingkungan, Mustika Sukamulya dilengkapi taman hijau seluas 3.300 m2, danau hampir setenga hektar, fasilitas pengolahan air bersih (WTP), lebar jalan utama (ROW) 14 meter, serta keamanan 24 jam.

Disamping itu, Mustika Land juga membangun proyek serviced apartment homes dengan 15 lantai, Mustika Golf Residence, yang berlokasi di jantung kawasan Jababeka, Cikarang.

"Apartemen ini dikelola dengan dilengkapi staf Jepang, restaurant cafe Jepang autentik, Onsen, gym dan banyak lainnya yang sedang melayani banyak ekspatriat Jepang yang bekerja di area Cibitung dan Cikarang," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pertagas Berdayakan Petani Karawang Tingkatkan Produktivitas Padi

Pada awal 2018 Pertagas mulai mendorong petani di Desa Cilamaya, Karawang.

EKONOMI | 12 September 2020

Hadapi Dampak Pandemi, BPR Gandeng Intersa Consulting

Diharapkan para praktisi perbankan bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih memadai serta mendapatkan solusi terbaik dalam menghadapi krisis di tengah pandemi.

EKONOMI | 12 September 2020

Perumahan di Kota Depok Masih Menjadi Pilihan Konsumen

Pranadipa Development mengembangkan proyek town house The Hermosa Garden dekat tol Sawangan Depok.

EKONOMI | 12 September 2020

Sejak Awal Tahun, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 59,3 Trilliun

Jumlah Rp 59,38 triliun adalah 76 emisi dari 52 emiten.

EKONOMI | 12 September 2020

Emas Ditutup Melemah, tetapi Secara Mingguan Menguat

Harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi US$ 1.941,07 per ounce.

EKONOMI | 12 September 2020

Penyaluran FLPP Rumah Subsidi Mencapai Rp 8,9 Triliun

Idealnya bank pelaksana yang ada per September ini telah menyalurkan dana minimal 70 persen.

EKONOMI | 12 September 2020

Kapitalisasi Bursa Hilang Rp 254 Triliun Pekan Ini

Frekuensi perdagangan turun sebesar 0,41 persen menjadi 712.986 kali transaksi dari pekan lalu sebesar 715.901 kali transaksi.

EKONOMI | 12 September 2020

Nasdaq Turun Akhiri Minggu Terburuk Sejak Maret karena Saham Teknologi

Nasdaq ditutup melemah 0,6 persen ke 10.853,55 setelah sempat mencapai level tertinggi naik 1 persen.

EKONOMI | 12 September 2020

Bursa Eropa Menguat di Tengah Negosiasi Inggris dan UE

Pan-European Stoxx 600 ditutup naik 0,1 persen.

EKONOMI | 12 September 2020

Labuan Bajo Siap Gelar KTT G-20 dan ASEAN Summit 2023

Selain pembangunan akses menuju Tana Mori, peningkatan jaringan jalan KSPN Labuan Bajo juga terus dilakukan seperti penanganan ruas jalan dalam kota.

EKONOMI | 12 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS