Menhub: Pembangunan Transportasi Harus Beri Dampak Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Menhub: Pembangunan Transportasi Harus Beri Dampak Ekonomi

Kamis, 17 September 2020 | 16:48 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika, Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mendorong pembangunan sistem transportasi ke depan harus memperhatikan dampaknya terhadap suatu wilayah agar muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru seperti yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pembangunan sistem transportasi harus diamati dengan kacamata yang berbeda, tidak hanya memperhatikan biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat dalam melakukan perjalanan saja tapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan di suatu wilayah agar muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru," kata Budi Karya pada acara webinar dialog publik Hari Perhubungan Nasional, Kamis (17/9/2020).

Selain berdampak terhadap suatu wilayah, Menhub menjelaskan, pembangunan sistem transportasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

"Pembangunan transportasi yang baik harus berkelanjutan yang memungkinkan kebutuhan akses yang mendasar dari masyarakat dapat terpenuhi dengan selamat, terjangkau, efisien, memberikan pilihan moda transportasi, dan mendukung perkembangan ekonomi," jelas Budi Karya.

Selain itu, lanjut Budi Karya, dengan pembangunan sistem transportasi yang berkelanjutan nantinya diharapkan dapat menekan emisi atau limbah serta meminimalisir konsumsi sumber daya yang tidak terbarukan.

Menhub mengakui, terdapat sejumlah tantangan yang belum terselesaikan dalam proses pembangunan transportasi di antaranya pemenuhan akses dan keterjangkauan, peningkatan pendapatan masyarakat dan perubahan karakteristik pasar baik lokal, regional maupun global, akan menuntut kualitas pelayanan transportasi yang lebih baik.

"Pembangunan transportasi juga harus dapat tersampaikan ke masyarakat secara massif agar dapat menimbulkan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Menhub juga menyoroti, tentang peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. Peraturan yang baik tidak hanya mempertimbangkan aspek hukum dan aspek teknis semata melainkan juga mempertimbangkan aspek sosiologis dan aspek komunikasi sehingga diharapkan peraturan transportasi tersebut nantinya dapat dipahami oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Menhub juga mengajak partisipasi masyarakat dalam membangun sistem transportasi yang lebih baik.

"Jadikanlah peringatan Hari Perhubungan Nasional ini sebagai wahana meningkatkan prestasi serta pengabdian, yang akan meningkatkan kinerja Kementerian Perhubungan, serta sekaligus memperkokoh rasa persatuan dan persaudaraan serta kebanggaan bagi kita semua dengan selalu melaksanakan 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tanamduit Bisnis Bidik Pengeloaan Kas Operasional Pelaku UMKM

Pelaku UMKM dapat mengalokasikan dana kas yang tidak terpakai ke produk-produk reksadana pasar uang yang ada di tanamduit bisnis.

EKONOMI | 17 September 2020

Kolaborasi dan Digitalisasi Kunci Pengembangan Sektor Agribisnis

Sektor agribisnis berpotensi memberi daya ungkit pada pertumbuhan perekonomian Indonesia, mengingat kontribusinya yang cukup besar pada triwulan II 2020.

EKONOMI | 17 September 2020

Pemerintah Siapkan Tiga Bandara sebagai Super Hub

Ketiga bandara itu adalah I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan), dan Bandara Sam Ratulangi (Manado).

EKONOMI | 17 September 2020

Kebijakan The Fed Antiklimaks, IHSG dan Bursa Asia Memerah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan indeks di bursa Asia memerah pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2020).

EKONOMI | 17 September 2020

Deposito Peduli Universal BPR Diminati Konsumen

Melalui Deposito Peduli, Bank Universal BPR bagikan lebih dari 2.375 paket sembako untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi dampak Covid-19.

EKONOMI | 17 September 2020

Penjaminan KUR Asuransi Kredit Indonesia Sentuh Rp 60,4 T

Hingga Agustus 2020, Askrindo mencatatkan volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 60,4 triliun.

EKONOMI | 17 September 2020

Hingga Agustus 2020, PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 11,24 Triliun

Kontrak baru induk perseroan menyumbang porsi 84 persen dan anak perusahaan sebesar 16 persen.

EKONOMI | 17 September 2020

Telkom Wujudkan Digitalisasi UMKM Hingga Pelosok

mendorong pelaku UMKM untuk tetap mampu bertahan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi digital

EKONOMI | 17 September 2020

Percepat Ekonomi Nasional, Kolaborasi BUMN dan NU Jadi Langkah Tepat

Upaya dari Erick Thohir menggandeng NU untuk percepatan pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 diapresiasi.

EKONOMI | 17 September 2020

Kepala BPHN: Masuknya Investasi Terhambat Tembok Regulasi

Omnibus Law menjadi salah satu metode yang dipilih pemerintah untuk melakukan reformasi hukum dalam penataan perundang-undangan.

EKONOMI | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS