Wapres Minta Kempupera Akselerasi Penyediaan Rumah MBR
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Wapres Minta Kempupera Akselerasi Penyediaan Rumah MBR

Kamis, 17 September 2020 | 18:31 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres), KH Ma'ruf Amin, meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melakukan akselerasi penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut data BPS, pada tahun 2015 terdapat backlog kepemilikan rumah sekitar 11,39 juta rumah. Antara tahun 2015-2019 berhasil dibangun 4,8 juta rumah dan dengan asumsi dalam periode tersebut terjadi pertambahan keluarga sebesar 4,45 juta, maka saat ini backlog kepemilikan rumah diperkirakan masih sebesar 11,04 juta.

"Mayoritas dari mereka yang belum memiliki rumah adalah masyarakat berpenghasilan rendah," ungkap Wapres saat memimpin Rapat Penguatan Kebijakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah Untuk Mempercepat Upaya Penyediaan Rumah Untuk Rakyat dan Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan secara daring, Kamis (17/9/2020).

Menurut Wapres, pada dasarnya sudah banyak yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta dalam memenuhi kebutuhan rumah. Selain itu, kredit kepemilikan rumah (KPR) oleh perbankan tumbuh dengan pesat seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat. "Namun demikian, pemerintah masih perlu membantu mereka yang masuk dalam kategori MBR," imbuhnya.

Terkait hal ini, lanjut Wapres, Kempupera diberi mandat untuk memenuhi kebutuhan rumah. Saat ini, Kempupera memiliki 4 program yakni Program Fasiitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Program Bantuan Subsidi Selisih Bunga/Marjin, Program Bantuan Subsidi Uang Muka, dan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

"Pertemuan ini, saya maksudkan untuk membahas penguatan-penguatan apa yang dapat kita lakukan agar MBR mendapatkan kesempatan untuk memiliki rumah," tegasnya.

Menurut Wapres, di dalam Undang-undang (UU) Nomor 1 tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Kawasan Permukiman yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Pembangunan Perumahan MBR, disebutkan bahwa masyarakat dalam kategori MBR adalah mereka yang memiliki keterbatasan daya beli dan perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memiliki rumah.

"Selanjutnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) menetapkan klasifikasi MBR ini," paparnya.

Namun demikian, Wapres mengingatkan, penetapan klasifikasi MBR yang terlalu rendah akan mengakibatkan pemerintah tidak mampu menjalankan program. Pasalnya, klasifikasi pendapatan yang rendah tidak sebanding dengan harga rumah yang terus meningkat. "Namun sebaliknya, bila klasifikasi MBR terlalu tinggi, maka mereka yang mampulah memiliki kesempatan terbesar untuk mengikuti program pemerintah tersebut," jelasnya.

Wapres mengaku mendengar, Menpupera menetapkan klasifikasi MBR adalah mereka yang berpendapatan kurang dari Rp 8 juta. Hal ini selain untuk menarik lebih banyak pengembang perumahan, juga dimaksudkan agar ASN/TNI/Polri dapat mengikuti program ini.

"Saya rasa ini, merupakan kebijakan yang baik mengingat masih ada sekitar 1,56 juta ASN/TNI/Polri yang belum memiliki rumah. Sedangkan kita ketahui pemerintah tidak lagi menyediakan perumahan bagi mereka seperti di masa lalu," katanya.

Wapres menuturkan, di dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional, terdapat alokasi dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk tambahan insentif perumahan MBR. "Untuk bantuan subsidi selisih bunga dialokasikan Rp 0,8 triliun, untuk 175.000 unit rumah. Sementara untuk bantuan subsidi uang muka disediakan Rp 4 juta per rumah untuk 175.000 unit rumah dengan alokasi Rp 0,7 triliun," ungkapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kempupera Bangun 150 Rumah Khusus di Bengkulu

Pembangunan rumah khusus ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), nelayan, komunitas, dan masyarakat terdampak bencana.

EKONOMI | 17 September 2020

Visa dan Bank Mandiri Dorong Adopsi Pembayaran Contactless

PT Visa Worldwide Indonesia dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkolaborasi mendorong penggunaan pembayaran contactless.

EKONOMI | 17 September 2020

Kemenparekraf: Pandemi Covid-19 Mengubah Tren Berwisata

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Oneng Setyaharini, menyampaikan pandemi Covid-19 diprediksi mengubah tren berwisata.

EKONOMI | 17 September 2020

BI Tetap Pertahankan Suku Bunga 4,00%

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar 16-17 September 2020, BI memutuskan tetap mempertahankan suku bunga sebesar 4%.

EKONOMI | 17 September 2020

Menhub: Pembangunan Transportasi Harus Beri Dampak Ekonomi

Selain berdampak terhadap suatu wilayah, pembangunan sistem tranportasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

EKONOMI | 17 September 2020

Tanamduit Bisnis Bidik Pengeloaan Kas Operasional Pelaku UMKM

Pelaku UMKM dapat mengalokasikan dana kas yang tidak terpakai ke produk-produk reksadana pasar uang yang ada di tanamduit bisnis.

EKONOMI | 17 September 2020

Kolaborasi dan Digitalisasi Kunci Pengembangan Sektor Agribisnis

Sektor agribisnis berpotensi memberi daya ungkit pada pertumbuhan perekonomian Indonesia, mengingat kontribusinya yang cukup besar pada triwulan II 2020.

EKONOMI | 17 September 2020

Pemerintah Siapkan Tiga Bandara sebagai Super Hub

Ketiga bandara itu adalah I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan), dan Bandara Sam Ratulangi (Manado).

EKONOMI | 17 September 2020

Kebijakan The Fed Antiklimaks, IHSG dan Bursa Asia Memerah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan indeks di bursa Asia memerah pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2020).

EKONOMI | 17 September 2020

Deposito Peduli Universal BPR Diminati Konsumen

Melalui Deposito Peduli, Bank Universal BPR bagikan lebih dari 2.375 paket sembako untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi dampak Covid-19.

EKONOMI | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS