Imbas Pandemi, Operator Angkutan Darat Rugi Rp 15,9 Triliun Tiap Bulan
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Imbas Pandemi, Operator Angkutan Darat Rugi Rp 15,9 Triliun Tiap Bulan

Jumat, 18 September 2020 | 22:24 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyebut kerugian operator transportasi darat akibat sepinya bisnia karena pandemi Covid-19 mencapai Rp15,9 triliun tiap bulan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub, Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya bersama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) menghitung kerugian yang telah dialami pelaku bisnis angkutan darat selama pandemi Covid-19.

"Kami mencoba diskusi dengan Organda dan ini masih angka kasar. Kerugian yang didapatkan karena penurunan penumpang dan kendaraan yang melayani dalam 1 bulan itu untuk AKAP (antar kota antar provinsi) saja mencapai Rp1 triliun," kata Budi Setiyadi dalam webinar Kebijakan Pengendalian dan Ketahanan Bisnis Angkutan Jalan dan Perkeretaapian saat Pandemi, Jumat (18/9/2020).

Secara keseluruhan, baik itu untuk angkutan penumpanh maupun barang, kerugian yang diderita pelaku usaha transportasi darat mencapai Rp 15,9 triliun tiap bulan akibat penurunan jumlah penumpang dan penurunan kendaraan yang melayani. "Data ini kami dapatkan setelah diskusi dengan Organda. Ini sifatnya masih perhitungan kasar," ujarnya.

Budi menyebutkan, saat ini pemerintah berupaya agar para operator angkutan darat itu bisa tetap bertahan hingga masa pandemi berlalu. Untuk itu, pemerintah berkomitmen memberikan relaksasi bagi operator angkutan darat.

"Mereka memberi pelayanan baik kepada masyarakat sebelum pandemi. Sekarang merugi. Sekarang yang menjadi perhatian kami bagaimana kita tetap mempertahankan operator itu bisa tetap eksis sampai pandemi selesai. Jadi pemerintah hadir diskusi dengan operator," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti menjelaskan, pihaknya melakukan kajian untuk mencari solusi bagi ekosistem bisnis transportasi di tengah tekanan pandemi.

"Terdapat sejumlah klaster kajian, di antaranya klaster pertama, yakni evaluasi kebijakan terkait kebiasaan bertransportasi di pandemi Covid-19. Klaster kedua apakah benar transportasi menyebabkan penyebaran Covid-19 atau tidak," tutur Umiyatun.

Klaster ketiga adalah terkait ketahanan dan adaptasi selama masa pandemi Covid-19 dan sejauh mana resiliensi untuk menjawab keberlanjutan transportasi umum. "Kami menerima masukan untuk mempertajam kajian dan penelitian di masa mendatang," papar Umiyatun.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jalin Kerja Sama, BRI Syariah Layani Belanja Pegawai BNN

BRI Syariah siap memberikan dukungan layanan perbankan kepada 223 Satuan Kerja BNN.

EKONOMI | 18 September 2020

Wall Street Dibuka Flat, Saham Teknologi Menguat

Facebook naik 1 persen di pasar awal perdagangan. Amazon, Apple, Netflix, dan Alphabet juga menguat.

EKONOMI | 18 September 2020

SPIN Perkuat Pembayaran Nontunai Listrik

Platform pembayaran digital ini, menawarkan banyak kemudahan dan keuntungan bagi para penggunanya.

EKONOMI | 17 September 2020

Kempupera Tidak Akan Bekukan Asosiasi yang Belum Terakreditasi

Kesempatan asosiasi memperoleh akreditasi masih terbuka lebar.

EKONOMI | 18 September 2020

Gandeng BNPT, Pegadaian Komitmen Cegah Karyawan Terpapar Radikalisme

Pegadaian akan melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada karyawan tentang bahaya paham radikalisme dan terorisme.

EKONOMI | 18 September 2020

Maraknya Kasus Kepailitan Ancam Industri Properti

Maraknya kasus kepailitan yang menimpa pada sejumlah perusahaan pengembang properti nasional menambah persoalan baru di tengah masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 18 September 2020

Inovasi Pegadaian Hasilkan 6 Penghargaan Marketeers BUMN Awards

Pegadaian dinilai konsisten melakukan inovasi bidang pemasaran di tengah kondisi pandemi Covid-19.

EKONOMI | 18 September 2020

Proyek LRT Jabodebek Raih Pinjaman Rp 4,2 T dari 15 Bank

Penandatangan perjanjian fasilitas kredit ini dilakukan 15 bank.

EKONOMI | 18 September 2020

BBCA Kuasai Daftar Saham Teraktif

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan frekuensi 43.638 kali.

EKONOMI | 18 September 2020

Kapitalisasi TLKM dan BBRI Melesat Paling Tinggi

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan Rp 625 (2,17 persen) menjadi Rp 28.150 dengan kapitalisasi pasar Rp 687,0 triliun.

EKONOMI | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS