BPS: 82,9% Pelaku Usaha Akui Pendapatan Anjlok Akibat Pandemi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

BPS: 82,9% Pelaku Usaha Akui Pendapatan Anjlok Akibat Pandemi

Minggu, 20 September 2020 | 17:27 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 telah memukul banyak sektor usaha, baik yang kecil maupun menengah besar. Berdasarkan laporan Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha yang dilakukan Badan Pusat Statisik (BPS), sebanyak 82,9 persen pelaku usaha mengaku pendapatannya menurun akibat Covid-19, 14,6 persen pendapatannya tetap, dan hanya 2,6 persen yang pendapatannya meningkat.

Survei BPS tersebut dilakukan selama periode 10-26 Juli 2020 dengan melibatkan 34.559 responden, terdiri dari 6.821 pelaku Usaha Menengah Besar (UMB), 25.256 Pelaku Usaha Mikro dan kecil (UMK), 2.482 pelaku usaha pertanian.

Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, dari 82,9 persen pelaku usaha yang mengaku pendapatannya menurun akibat Covid-19, rinciannya adalah 82,3 persen UMB mengaku pendapatannya menurun, dan 84,2 persen UMKM mengaku pendapatannya menurun.

"Sektor usaha yang pendapatannya menurun paling drastis adalah akomodasi dan makanan minuman, jasa lainnya, serta transportasi dan pergudangan,” papar Suhariyanto dalam webinar seri 2 Kelompok Studi Demokrasi Indonesia (KSDI), Minggu (20/9/2020).

Suhariyanto menambahkan, beberapa kendala yang dihadapi perusahan selama pandemi Covid-19 antara lain karena hilangnya pelanggan. Secara umum, 8 dari setiap 10 perusahaan baik UMKM maupun UMB cenderung mengalami penurunan permintaan karena pelanggan atau kliennya juga terdampak Covid-19.

Sementara, 6 dari setiap 10 perusahaan juga menghadapi kendala akibat rekan bisnis mereka terdampak sangat buruk atau tidak bisa beroperasi secara normal, baik di skala UMK maupun UMB. Kemudian sekitar 53,17 persen UMB dan 62,21 persen UMK menghadapi kendala keuangan terkait pegawai dan operasional.

Berdasarkan pelaku usaha yang disurvei, kata Suhariyanto, 55 persen pelaku usaha mengaku tidak tahu berapa lama perusahaan bisa bertahan dengan kondisi saat ini bila tidak ada perubahan operasi dan bantuan.

"Sebanyak 26 persen pelaku usaha masih yakin mampu bertahan dengan kondisi saat ini selama lebih dari tiga bulan meskipun tidak ada perubahan operasi dan bantuan, dan 19 persen pelaku usaha mengaku dapat bertahan dengan kondisi saat ini maksimum selama tiga bulan sejak Juli 2020, bila tidak ada perubahan operasi dan bantuan,” papar Suharyanto.

Untuk UMK, bantuan yang paling dibutuhkan antara lain modal usaha (69,2 persen), keringanan tagihan listrik untuk usaha (41,18 persen), relaksasi atau penundaan pembayaran pinjaman (29,98 persen), kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman (17,21 persen), dan penundaan pembayaran pajak (15,07 persen).

Sedangkan bantuan yang paling dibutuhkan UMB yaitu keringanan tagihan listrik untuk usaha (43,53 persen), relaksasi atau penundaan pembayaran pinjaman (40,32 persen), penundaan pembayaran pajak (39,61 persen), modal usaha (35,07 persen), kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman (14,44 persen).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kempupera Tuntaskan Proyek Infrastruktur Kerakyatan di Jabar

Pembangunan infrastruktur kerakyatan sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

EKONOMI | 20 September 2020

Hingga Agustus, Marketing Sales Harvest City Sentuh 60 Persen

Pengembangan fasilitas perumahan menjadi magnet bagi calon pembeli Harvest City.

EKONOMI | 20 September 2020

Usung Industri 4.0, SAB Industries Hadirkan Outlet di Bandung

Dalam hitungan 3 jam, konsumen bisa mendesain jersey sesuai selera dan mendapat hasil produknya.

EKONOMI | 20 September 2020

Buat Standard Protokol Kesehatan Penerbangan, Kemhub Gandeng Dunia Akademik

Kemhub terus melakukan perbaikan dalam pembuatan kebijakan selama masa pandemi ini di mana hal ini perlu kerja sama antar stakeholders transportasi.

EKONOMI | 20 September 2020

Produsen Ponsel Dukung Peraturan IMEI

Senior Brand Director Vivo Indonesia, Edy Kusuma, melihat kebijakan tersebut sebagai salah satu bentuk perlindungan hak konsumen.

EKONOMI | 20 September 2020

Ini Bedanya Elon Musk dan Steve Jobs Menurut Bill Gates

Elon lebih cenderung ke tipe insinyur yang turun tangan langsung. Steve adalah tipe jenius dalam mendesain produk, menunjuk orang, dan pemasaran.

EKONOMI | 20 September 2020

UMKM Diminta Manfaatkan Program Pemberdayaan BUMN

Perusahaan BUMN siap membantu pengembangan usaha para pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 19 September 2020

Bank DKI Raih 3 Penghargaan BUMD Marketeers Award

Penghargaan ini menjadi motivasi Bank DKI untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

EKONOMI | 19 September 2020

Kadin Pastikan Ekspor Produk Perikanan ke Tiongkok Jalan Terus

Para eksportir diharapkan dapat lebih memperhatikan aspek keamanan produk.

EKONOMI | 19 September 2020

Summarecon Serpong Wujudkan Harmoni Mahakarya Simfonia

Mozart menjadi klaster premium di tengah kawasan Symphonia, ikon baru hunian modern berkonsep hijau dengan visi teknologi terdepan.

EKONOMI | 19 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS