Australia Cabut Bea Masuk Antidumping Produk Trafo Daya RI
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Australia Cabut Bea Masuk Antidumping Produk Trafo Daya RI

Senin, 21 September 2020 | 23:16 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Mengacu pada laporan akhir dari Anti Dumping Review Panel (ADRP) Australia yang dirilis pada 14 September 2020, Australia akhirnya mencabut pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) sebesar 28,3 persen untuk eksportir produk trafo daya (power transformers) asal Indonesia.

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menyampaikan, keputusan Australia mencabut BMAD ini membuka peluang semakin besar bagi Indonesia untuk mengisi pasar di Australia. Apalagi Taiwan sebagai salah satu pesaing saat ini masih dikenakan BMAD.

"Kita berharap kinerja ekspor produk ini kembali meningkat, sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional saat ini,” kata Agus Suparmanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/9/2020).

Produk trafo daya merupakan perangkat listrik pasif yang mentransfer energi listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian lainnya atau beberapa rangkaian. Trafo paling sering digunakan untuk meningkatkan tegangan listrik rendah pada arus tinggi atau menurunkan tegangan listrik tinggi pada arus rendah dalam aplikasi tenaga listrik, dan untuk menggabungkan tahapan rangkaian pemrosesan sinyal elektromagnet.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Didi Sumedi mengungkapkan, pencapaian ini tak lepas dari kerja keras dari pemerintah dan eksportir Indonesia dalam memperjuangkan hambatan dagang tersebut.

"Sejak awal penyelidikan, baik pemerintah maupun eksportir selalu bersikap kooperatif. Australia tetap mengenakan BMAD setelah sunset review dan Indonesia mengajukan banding ke ADRP karena tidak terdapat bukti yang mendukung untuk dilanjutkannya perpanjangan pengenaan BMAD tersebut,” ujar Didi.

Laporan akhir ini merupakan hasil upaya banding perusahaan yang didukung Pemerintah Indonesia atas keputusan Australia yang memperpanjang penerapan BMAD selama lima tahun ke depan dengan besaran 28,3 persenberdasarkan temuan penyelidikan peninjauan kembali (review) pada 6 November 2019 silam.

“Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya, baik secara prosedural melalui serangkaian submisi pembelaan ke Otoritas dan ADRP maupun melalui upaya diplomatis tingkat pejabat tinggi (high level officials) selama penyelidikan peninjauan kembali oleh ADRP. Tujuannya agar akses pasar di Australia kembali terbuka lebar,” tambah Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati.

Kendati menyambut baik putusan tersebut, lanjut Pradnyawati, penghentian pengenaan BMAD ini hanya diberikan kepada perusahaan eksportir yang mengajukan banding ke ADRP. Saat ini, ekspor produk trafo daya ke Australia hanya dilakukan oleh satu atau dua perusahaan nasional. Diharapkan, di masa datang akan lebih banyak lagi eksportir nasional yang dapat memenuhi kebutuhan produk tersebut di dunia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penerapan PSBB, ASDP Catat Penurunan Arus Penumpang

Tren penurunan trafik kendaraan dan penumpang salah satunya dipicu kebijakan PSBB

EKONOMI | 21 September 2020

Tol Laut Jadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

Pembangunan dan pengembangan tol laut yang saat ini dilakukan diyakini akan mendukung upaya Indonesia menjadi negara poros maritim dunia.

EKONOMI | 21 September 2020

Pelaku UMKM Kriya Diajak Bertransformasi Digital

Pelaku UMKM diajak bertransformasi digital untuk menghadapi krisis penjualan akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 21 September 2020

Microstrategy Beli Bitcoin Rp 8,8 Triliun

Bitcoin menjadi salah satu favorit aset kalangan investor dalam menghadapi resesi.

EKONOMI | 21 September 2020

Sebanyak 30 Inovator Muda Terpilih Ikut "Bootcamp" Pahlawan Digital UMKM

Sebanyak 30 inovator digital terpilih untuk mengikuti pelatihan atau bootcamp program "Pahlawan Digital UMKM 2020", dari total 126 pendaftar.

EKONOMI | 21 September 2020

BTN akan Akuisisi 25.000 EDC

Perseroan aktif mengakuisisi berbagai merchant lokal mulai dari sektor properti, makanan, hingga perusahaan retail.

EKONOMI | 21 September 2020

Pemerintah Jaga Produksi Industri Semen dan Pelumas

Kemperin terus berupaya secara maksimal untuk menjaga iklim dan keberlangsungan usaha sektor industri di dalam negeri.

EKONOMI | 21 September 2020

AP I Usulkan Bandara YIA sebagai Hub Transit Internasional

AP I mengusulkan bandara YIA dijadikan sebagai hub transit internasional untuk menyerap potensi lalu lintas overflying.

EKONOMI | 21 September 2020

Crown Group Topping Off Proyek Eastlakes Live Senilai Rp 10 Triliun

Proyek ini akan menghadirkan komunitas baru dengan apartemen mewah yang dilengkapi dengan kawasan ritel dan kuliner dalam dua tahap pembangunan.

EKONOMI | 21 September 2020

Dana Desa 2021 Difokuskan untuk Pencapaian SDG's

Dana desa sebesar Rp72 triliun pada 2021 akan difokuskan untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

EKONOMI | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS