Menperin: Sanksi Tegas Bagi Importir Garam dan Gula yang Nakal
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Kurangi Impor Garam

Menperin: Sanksi Tegas Bagi Importir Garam dan Gula yang Nakal

Senin, 5 Oktober 2020 | 16:38 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER


Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) akan memberikan sanksi tegas bagi industri yang telah diberikan izin impor gula dan garam, bila mereka menyalahgunakan izin itu dengan mendistribusikan gula dan garam impor ke pasar domestik.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam jumpa pers secara virtual seusai menghadiri ratas tentang percepatan penyerapan garam rakyat bersama Presiden Jokowi, Senin (5/10/2020).

"Kami tidak akan membiarkan bahan baku yang diimpor oleh industri merembes ke pasar, sehingga mengganggu petani gula dan garam. Ini akan kami berikan sanksi yang tegas bagi industri yang sudah kami berikan izin impor bahan baku industri, dan malah salah gunakan untuk merembes ke pasar. Akan kami berikan sanksi tegas," tegasnya.

Dalam ratas tersebut, lanjut Agus Gumiwang, Presiden telah menetapkan perizinan untuk importasi bahan baku gula dan garam industri nanti akan diserahkan kepada Kemperin. Diungkapkannya, Kemperin telah memiliki mekanisme ketat di dalam verifikasi, khususnya berkaitan dengan jumlah kebutuhan garam atau gula untuk industri penggunanya.

"Kami menggunakan dan bekerja sama dengan pihak ketiga yang Sucofindo sehingga hasil verifikasi kami harap menjadi objektif," ujarnya.

Agus Gumiwang memaparkan, kebutuhan garam untuk industri atau bahan baku industri dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk 2020 saja, kebutuhan garam industri meningkat 6,8 persen bila dibandingkan dengan tahun 2019.

"Kita prediksi ke depan akan terus menerus meningkat kebutuhan garam industri sejalan dengan peningkatan kapasitas para industri pengguna yang sebagian besar. Jadi kami harap ke depan kebutuhan garam industri akan semakin besar sejalan dengan pertumbuhan industri," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinasi bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan penerapan sanksi bagi industri yang nakal tidak hanya berlaku pada industri importir garam, tetapi juga importir gula.

"Ini bukan hanya garam loh. Ini gula juga. Gula pun nanti industri itu yang impor. Jadi tidak ada lagi importir gula. Jadi industri makanan itu yang impor. Jadi lebih sederhana. Kalau melanggar dan jual ke pasar akan kena sanksi. Jadi tidak akan ada harga gula yang bikin gila-gilaan,” katanya.

Langkah tegas ini, lanjut Luhut, dilakukan agar pemerintah tidak lagi dihadapkan pada masalah yang sama terkait komoditas garam dan gula. Karena masalah ini sudah bertahun-tahun selalu dihadapi pemerintah. "Supaya kita bertahun-tahun jangan di-recokin soal gula dan garam lagi. Kalau begini saya kira akan kurang,” tegas Luhut Binsar Pandjaitan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bisnis Kopi Kekinian Menjamur, Transaksi Industri Kopi Capai Rp 4,8 T per Tahun

Menjamurnya bisnis kopi susu kekinian di industri kopi membuat nilai transaksi per tahun bisa mencapai Rp 4,8 triliun.

EKONOMI | 5 Oktober 2020

Perumnas Ekspansi Lima Proyek Perumahan di Jabar

Perumnas pastikan kantongi izin pembangunan lima proyek perumahan di Jabar.

EKONOMI | 5 Oktober 2020

Perdagangan Awal Pekan, IHSG Melesat 32,035 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (5/10/2020), ditutup menguat 0,65% atau melesat 32,035 poin

EKONOMI | 5 Oktober 2020

PTMAM Luncurkan Reksa Dana Berbasis Obligasi Pemerintah

PT Maybank Asset Management (PTMAM) meluncurkan produk reksa dana terbaru yaitu Reksa Dana Maybank Dana Obligasi Negara (MDON).

EKONOMI | 5 Oktober 2020

Perluas Bisnis, Bukalapak Resmi Luncurkan Layanan APERD Fintech

Bukalapak resmi meluncurkan PT Buka Investasi Bersama (BIB), penyelenggara teknologi finansial dan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

EKONOMI | 5 Oktober 2020

Jaga Target Produksi 2021, SKK Migas Percepat Pengadaan Barang dan Jasa

SKK Migas mempercepat proses pengadaan barang dan jasa dengan skala prioritas, yang berhubungan langsung dengan produksi dan lifting migas.

EKONOMI | 5 Oktober 2020

Harga Bawang Putih di Pasaran Mulai Naik

Kementerian Perdagangan diharapkan segera menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih guna menekan harga di pasaran yang mulai naik.

EKONOMI | 5 Oktober 2020

Hingga Agustus, Laba Bersih BRIsyariah Meningkat 158%

Direktur Utama BRIsyariah, Ngatari, mengungkapkan ekonomi dan keuangan syariah telah terbukti mampu bertahan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 5 Oktober 2020

Program Pelatihan UMKM Digital Sasar Wilyah 3T

Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program Pelatihan UMKM Digital yang diutamakan untuk wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

EKONOMI | 5 Oktober 2020

HUT Ke-24, XL Axiata Luncurkan “Live.On”

PT XL Axiata Tbk meluncurkan brand telekomunikasi digital baru "Live.On", yang memberikan pengguna keleluasan mengatur penggunaan paket data miliknya sendiri.

EKONOMI | 5 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS