Moeldoko Sebut UU Cipta Kerja Wajah Baru Indonesia
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Moeldoko Sebut UU Cipta Kerja Wajah Baru Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 16:24 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengatakan, keberadaan Undang-undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) merupakan salah satu wajah baru yang diimpikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Moeldoko, Presiden sangat peduli untuk meletakkan pondasi kuat dalam mencapai Indonesia Maju. Untuk meletakkan pondasi yang kuat itu, ada enam hal yang menjadi perhatian utama.

“Pertama, sebagai pemimpin, Presiden harus menegakkan harga diri bangsa. Kedua, sebagai bangsa demokrasi, pemimpin harus menjaga kebebasan dalam berpendapat. Ketiga, memberi rasa aman,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya tentang refleksi satu tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Sabtu (17/10/2020).

Selanjutnya, menjaga eksistensi bangsa agar tidak kalam dalam persaingan. Kelima, penting juga untuk menjaga harmoni dalam berbangsa. “Terakhir, membuat masyarakat bahagia,” kata Moeldoko.

Diungkapkan Moeldoko, berdasarkan indeks kebahagiaan (World Happiness Report/WHR, 2019) Indonesia berada di peringkat 92 dari 156 negara dunia. Jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia masih di bawah Singapura, Thailand, Filipina, bahkan Malaysia. “Posisi kita hanya sedikit diatas Vietnam, Kamboja, dan Laos,” ujar Moeldoko.

Moeldoko menerangkan, UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR dan diserahkan ke pemerintah naskah finalnya, merupakan bagian untuk mewujudkan wajah baru Indonesia. Alasannya, UU Cipta Kerja ini merupakan sarana mengangkat martabat bangsa dalam kompetisi global.

“Eksistensi kita sebagai bangsa yang maju harus kita tunjukkan pada dunia. Tenaga kerja kita, buruh, petani, nelayan tidak boleh kalah dalam persaingan. Berlakunya undang-undang ini akan menandai berakhirnya masa kemarau bahagia,” jelas Moeldoko.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

UU Cipta Kerja Terobosan Atasi Kebuntuan Ekonomi

UU Cipta Kerja ini mendorong UMKM menjadi garda terdepan ekonomi.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

CORE Indonesia: Perlu Ada Pembuktian Efektifitas UU Cipta Kerja

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyampaikan perlu ada pembuktian terlebih dahulu terkait efektifitas UU Cipta Kerja

EKONOMI | 17 Oktober 2020

G-20 Dorong Bank Dunia Salurkan Bantuan Signifikan kepada Negara Miskin

G-20 mendorong Bank Dunia dan bank pembangunan multilateral lainnya untuk menyalurkan bantuan pembiayaan yang signifikan kepada negara-negara miskin.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Terdampak Pandemi, G-20 Perpanjang Kewajiban Bayar Utang Negara Miskin

G-20 menyepakati perpanjangan implementasi program penundaan pembayaran kewajiban utang (Debt Service Suspension Initiative/DSSI) bagi negara-negara miskin.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

G-20 Berkomitmen Tingkatkan Kerja Sama Tangani Pandemi Covid-19

G-20 berkomitmen meningkatkan kerja sama dalam menangani dampak pandemi Covid-19, yang menyebabkan perekonomian global menghadapi ketidakpastian tingkat tinggi.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Alumni Talenta Juara Luncurkan Aplikasi E-Deso

Diharapkan aplikasi e-Deso dapat memberi solusi atas problem yang ada di lapangan.

EKONOMI | 12 Oktober 2020

Pernilaian Bank Dunia Sejalan dengan Tujuan UU Cipta Kerja

Pernyataan Bank Dunia terkait Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja dinilai sejalan dengan tujuan awal penyusunan UU tersebut.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Surplus Neraca Perdagangan Harus Dibarengi Perbaikan Fundamental

Neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus lima bulan berturut-turut, harus dibarengi dengan perbaikan fundamental ekspor.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Sepekan, Rata-rata Frekuensi Transaksi Saham Meningkat 34,57%

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan, dari 12 Oktober 2020 sampai 16 Oktober 2020, mengalami pergerakan yang positif.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

AREBI Ajak Broker Properti Ikuti "The Biggest Real Estate Summit 2020"

Pengetahuan broker properti harus terus ditambah agar bisa bekerja profesional. Apalagi akibat pandemi Covid-19 persaingan antarbroker properti semakin ketat.

EKONOMI | 15 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS