Sumber Selera Dukung Perbaikan Gizi Anak Indonesia
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Sumber Selera Dukung Perbaikan Gizi Anak Indonesia

Selasa, 6 Juni 2017 | 12:24 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta - Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2015 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemkes), angka balita gizi buruk di Indonesia masih cukup tinggi yakni 26.518 balita. Indikator Kesejahteraan Rakyat 2016 menunjukan, persentase anak dengan status gizi buruk terus meningkat dari 4,9 persen di 2010 menjadi 5,7 persen di 2013. Begitu juga dengan gizi kurang yang meningkat dari 13 persen menjadi 13,9 persen dalam periode waktu yang sama.

Sedangkan secara wilayah, Riskesdas (2013) juga melaporkan Banten sebagai salah satu wilayah dengan jumlah balita gizi kurang yang cukup tinggi di Indonesia, yaitu sebesar 17 persen. Berdasarkan Profil Kesehatan Banten (2012), Kabupaten Tangerang menempati posisi kedua jumlah balita gizi buruk dan kurang tertinggi di Banten. Sebanyak 1.579 balita masih mengalami gizi buruk dan 11.989 balita mengalami gizi kurang.

Acara Press Confrence Berbagi Kelezatan Bakso Sumber Selera, di Masjid Istqlal, Jakarta, Senin, 5 Juni 2017. Kiri ke Kanan: Chef Dhea Annisa, GM Operations PT Sumber Prima Anugrah Abadi Mumu Alhodir, Artis Zaskia Adya Mecca, Direktur Kemitraan PKPU Human Initiative Andjar Radite.

Mencermati kondisi tersebut, PT Sumber Prima Anugrah Abadi berkomitmen untuk turut serta mendukung program perbaikan status gizi buruk anak Indonesia. Melalui gerakan Berbagi Kelezatan, produsen Bakso Sumber Selera ini mengajak masyarakat untuk turut berbagi donasi Rp 1.000 dari setiap pembelian produk Bakso Sumber Selera isi 25 dan isi 50.

"Gerakan ini dilandasi oleh temuan berbagai kasus gizi buruk yang sampai saat ini masih banyak dialami oleh anak-anak Indonesia," ujar General Manager Operations PT Sumber Prima Anugrah Abadi, Mumu Alkhodir, dalam acara "Berbagi Kelezatan Bakso Sumber Selera" di Masjid Istqlal, Jakarta, Senin, (5/6) petang.

Selaku produsen produk makanan yang paham akan kandungan nutrisi, lanjut Mumu, pihaknya, siap mendukung setiap program pemerintah untuk meningkatkan nutrisi anak-anak.

"Apalagi ditengah bulan suci Ramadan seperti saat ini. Gerakan donasi yang kita kelola diharapkan bisa lebih bermanfaat dan penuh berkah," kata Mumu menegaskan.

Berbagi Itu Mudah

Gerakan Berbagi Kelezatan ini, kata Mumu, merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang ditujukan untuk membangun generasi muda yang cerdas. Selain itu, program ini juga memiliki misi penting membangun pemahaman dan peradaban moral masyarakat bahwa berbagi itu sangat mudah. "Semudah menikmati bakso setiap hari di rumah, semudah itu pula kita bisa berbagi," ujar Mumu.

Melalui donasi Rp 1.000 dari setiap bungkus pembelian produk Bakso Sumber Selera isi 25 dan 50, kata Mumum, struk pembelian dan photo produk dikirimkan ke facebook messanger Bakso Sumber Selera.

"Dana yang terkumpul, nantinya akan disalurkan guna memperbaiki status gizi buruk anak Indonesia, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang," tambah Mumu.

Program yang didukung penuh oleh PKPU Human Initative ini, bakal berlangsung selama 6 bulan. Namun, untuk mekanisme pengumpulan donasi akan dihimpun dari hasil penjualan produk Bakso Sumber Selera sepanjang bulan Ramadan 1438 Hijriah.

Direktur Kemitraan PKPU, Andjar Radite, menjelaskan, program ini sejalan dan didukung penuh oleh pemerintah.

"Secara teknis, kita bekerja sama dengan petugas kesehatan dari pemerintahan daerah setempat. Setiap anak, intervensinya akan berbeda-beda. Semua tergantung kondisi dilapangan. Bisa karena asupan gizi kurang saat ibu hamil dan setelah bayi lahir atau karena kurangnya wawasan warga tentang bagaimana memanfaatkan semua daya dukung lingkungan untuk memenuhi kebutuhan gizi," ujar Andjar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Menjaga Si Kecil Tetap Sehat Saat Mudik

Kurangnya asupan nutrisi selama perjalanan mudik dapat menyebabkan beberapa perubahan di dalam tubuh.

GAYA HIDUP | 5 Juni 2017

Tips Mudik Nyaman Bersama Si Kecil

Banyak cara agar si kecil bisa menikmati perjalanan mudik dengan nyaman.

GAYA HIDUP | 5 Juni 2017

MuslimahCenter Bidik Segmen Wanita dan UKM

MuslimahCenter juga membantu merchant dalam pengembangan produk, khususnya kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

GAYA HIDUP | 5 Juni 2017

Mudik Lebaran, Momen Ibu Ajarkan Sosialisasi Bagi Buah Hati

Mudik lebaran akan menjadi momen spesial bagi si kecil.

GAYA HIDUP | 5 Juni 2017

SGM Sediakan Program Mudik Nyaman Bagi Ibu dan Bayi

SGM menyediakan fasilitas ramah ibu, seperti nursing room dan poster tips tentang nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui.

GAYA HIDUP | 5 Juni 2017

Lee Kwang Soo Jadi Penagih Utang dan Pemain Hoki di Puck!

Lee Kwang Soo yang sering kali tampil konyol dalam acara "Running Man" kini harus berperan sebagai gangster yang memiliki karakter serius dan dingin.

HIBURAN | 4 Juni 2017

Ramadan, Bisnis Busana Muslim Semakin Bergairah

Peningkatan busana Muslim melonjak bukan hanya di Jakarta tapi juga di luar daerah.

HIBURAN | 4 Juni 2017

Jadikan Surabaya Kota Ramah Anak, Kerja Keras Pemkot Diapresiasi

Terdapat 24 indikator untuk Kota Ramah Anak.

NASIONAL | 3 Juni 2017

Lions Club Terbitkan Prangko Bergambar Singa

Prangko yang diterbitkan sebanyak 300.000 set yang terdiri dari dua desain.

MEGAPOLITAN | 3 Juni 2017

Ivan Gunawan: Tugas Desainer Tidak Mudah

Dewasa ini perkembangan fesyen di Indonesia sangat pesat.

HIBURAN | 3 Juni 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS