Bijak Gunakan Bumbu Penyedap Rasa
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Bijak Gunakan Bumbu Penyedap Rasa

Rabu, 5 Februari 2020 | 15:58 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Monosodium Glutamate atau MSG telah umum digunakan sebagai bahan penambah rasa masakan sejak puluhan tahun yang lalu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, banyak orang yang berasumsi bahwa MSG dapat menggangu kesehatan tubuh karena dianggap merusak otak yang berpengaruh terhadap penurunan intelegensi.

Ketua Umum PDGKl (Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia), Prof Nurpudji A Taslim menjelaskan, Monosodium Glutamate atau MSG memang masih marak dibicarakan karena begitu banyaknya mispersepsi yang terjadi di kalangan masyarakat mengenai efek negatifnya terhadap kesehatan. Penggunaan bumbu penyedap rasa tidak berbahaya bagi kesehatan selama penggunaannya dilakukan dengan bijak. Artinya bahan penyedap rasa itu digunakan sesuai dengan porsinya, tidak berlebihan.

"Takaran yang dianjurkan adalah 10mg/kg berat badan. Misalnya seseorang memiliki berat badan 60 kilogram, ukuran yang diperbolehkan adalah sekitar 60 gram atau setara satu sendok teh," ungkapnya di sela Konferensi Pers 'Penggunaan bumbu penyedap rasa dengan bijak tidak berbahaya bagi kesehatan' di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Selain itu, lanjut Prof Nurpudji, dari sisi yang menyantap makanan pun diharapkan selalu memperhatikan gizi yang seimbang. Jika memperhatikan asupan gizi dengan baik dan menggunakan MSG dalam porsi yang tepat dan seperlunya, tentunya tubuh tetap sehat dan tidak perlu dikhawatrikan MSG tersebut memberikan efek negatif terhadap kesehatan.

"Hal ini yang perlu disadari oleh masyarakat agar persepsi mengenai penggunaan MSG tidak lagi rancu dan mengakibatkan tumbuhnya berbagai asumsi yang kurang tepat," tambahnya.

Dokter dan ahli nutrisi, Dr Maya Surjadjaja menjelaskan, sejak berabad-abad yang lalu, MSG merupakan penyedap rasa alami yang diperoleh dari hasil pengolahan rumput laut dan kini dengan berkembangnya teknologi, MSG dibuat dari proses fermentasi tepung yang pengolahannya mirip seperti membuat cuka, minuman anggur (wine) ataupun yoghurt.

"Secara kimia, MSG berbentuk seperti bubuk Crystalline berwarna putih yang terkandung atas 78 persen asam glutamat dan 22 persen sodium dan air. Asam glutamat yang terkandung dalam MSG tidak memiliki perbedaan dengan asam glutamat yang terkandung dalam tubuh manusia dan dalam bahan-bahan makanan alami seperti keju, ekstrak kacang kedelai dan tomat," papar dr Maya.

Sayangnya, dr Maya menambahkan, penggunaan MSG yang ditambahkan ke dalam masakan untuk menghasilkan rasa gurih semakin tinggi penggunaannya dari waktu ke waktu. Di banyak negara, MSG sering disebut sebagai 'garam Cina atau China salt' karena penggunaan MSG memang paling sering digunakan untuk berbagai menu masakan Asia serta beberapa makanan olahan di berbagai negara Barat.

Selain memberikan rasa gurih jika dibubuhkan ke dalam masakan, MSG memberikan aroma khas jika dibubuhkan ke dalam makanan olahan. Rasa gurih yang dihasilkan ini dinamakan dengan rasa Umami atau rasa kelima setelah rasa manis, asin, pahit dan asam.

Padahal, tambahnya, kata Umami diambil dari bahasa Jepang yang artinya rasa menyenangkan dan gurih. Berdasarkan hasil riset yang hasilnya telah dipublikasikan pada tahun 2015 melalui jurnal terbuka berjudul Flavour yang berisikan berbagai artikel mengenai The Science of Taste disebutkan bahwa rasa umami dapat memperbaiki rasa makanan rendah kalori yang mana hal itu justru dapat menguntungkan bagi kesehatan.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Gerai Kedua Street Boba Usung Konsep Berbeda

Nikmat Grup mengusung konsep berbeda di gerai kedua Street Boba.

GAYA HIDUP | 5 Februari 2020

Bogor Street Festival Masuk Kalender Pariwisata Nasional

CGM 2020 akan terasa lebih spesial karena acara tersebut masuk dalam 100 even pariwisata unggulan.

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2020

Ini Empat Rekomendasi Kursus Bahasa Inggris Terbaik

Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu senjata ampuh untuk bisa bersaing di era globalisasi seperti saat ini.

GAYA HIDUP | 4 Februari 2020

Smile Art Dental Aesthetic Kedepankan Seni dan Keindahan Perawatan Gigi

Smile Art Dental Aesthetic yang melakukan perawatan gigi secara holistik tidak hanya mengdepankan kesehatan tetapi juga nilai estetika.

GAYA HIDUP | 3 Februari 2020

Atmos Resmi Buka Gerai di Indonesa

Kehadiran Atmos Indonesia ini sendiri menjawab keinginan pencinta sneakers dan streetwear di Indonesia yang tak perlu jauh-jauh ke Tokyo, Jepang.

GAYA HIDUP | 2 Februari 2020

Fashion Rock 2020 Jadi Fashion Show Pertama di MRT Jakarta

Di awal tahun 2020 ini, MRA Media menggelar Fashion Rock 2020 di 10 Stasiun MRT di Jakarta dan di dalam rangkaian MRT Jakarta belum lama ini.

GAYA HIDUP | 2 Februari 2020

Fenomena Tanggal Cantik 2020

Fenomena tanggal cantik di tiap tahun masih terus diminati masyarakat, khususnya orang Indonesia.

GAYA HIDUP | 2 Februari 2020

Cara Mudah Mengenal Jenis Parfum

Konsentrat sangat menentukan komposisi utama dari wewangian yang dihasilkan oleh parfum.

GAYA HIDUP | 2 Februari 2020

Laksmi Hadirkan Koleksi History of Ottoman Empire

Sebanyak 12 koleksi busana pengantin, disiapkan untuk pasangan calon pengantin.

GAYA HIDUP | 1 Februari 2020

Perlu Strategi Khusus Kelola SDM dari Generasi Milenial

Di 2016, jumlah tenaga kerja Milenial mengambil tempat sebanyak 40 persen dari total tenaga kerja Indonesia atau sebanyak 62,5 juta pekerja.

GAYA HIDUP | 31 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS