Asuransi Jadi Kebutuhan Utama di Era Normal Baru
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Asuransi Jadi Kebutuhan Utama di Era Normal Baru

Kamis, 11 Juni 2020 | 20:47 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar masyarakat mengalami kecemasan. Terlebih, kondisi yang semakin tidak menentu di masa depan, terutama pada masalah kesehatan dan keuangan. Hal ini membuat masyarakat membutuhkan proteksi untuk kedua masalah tersebut, yaitu dengan asuransi.

Baca Juga: Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan

Pakar marketing, Yuswohady menjelaskaan, studi terbaru dari Unversitas Harvard menyebutkan, penerapan social distancing perlu dilakukan setidaknya hingga 2022 mendatang. Di periode ini, kondisi ekonomi diperkirakan belum akan stabil.

"Artinya, masyarakat akan terus diliputi kecemasan dan kekhawatiran, mulai dari khawatir terpapar virus, khawatir terjadi risiko pada kehidupannya, khawatir krisis ekonomi, khawatir kehilangan pekerjaan, dan khawatir stabilitas ekonomi terguncang. Kesadaran dan kebutuhan akan perlindungan asuransi pun menjadi sebuah kewajaran," ujar Yuswohady di acara virtual press launch Sun Connect, Kamis (11/6/2020).

Menurut Yuswohady, sejalan dengan 100 prediksi New Normal Life After Covid-19, asuransi menjadi kebutuhan yang tak terelakan di tengah masyarakat saat memasuki tatanan kenormalan baru atau new normal. Mengingat, masyarakat kembali lagi pada kebutuhan dasar, yaitu kesehatan dan keselamatan.

"Dalam situasi seperti saat ini, banyak resiko yang bisa terjadi mendadak atau tanpa prediksi sebelumnya yang berpotensi terjadi pada setiap keluarga. Misalnya, terjangkit Covid-19 sehingga membutuhkan biaya yang besar dalam perawatannya ataupun kematian," jelasnya.

Baca Juga: Tips Memilih Asuransi agar Terlindungi saat Pandemi

Yuswohady mengatakan, peran asuransi yang sangat dibutuhkan dan masyarakat mulai menyadari dan menjadikannya sebagai kebutuhan utama yang tidak terelakan. "Untuk itu, saya memprediksi pandemi ini akan menjadi katalis bagi industri asuransi di Indonesia untuk meningkat,” papar Yuswohady.

Namun, Yuswohady menambahkan, di sisi lain sangat dibutuhkan inovasi dan kesiapan dari pihak industri untuk mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sekaligus menghadirkan cara berasuransi baru, dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan nasabah dan para tenaga pemasar.

"Sebuah transformasi model bisnis berbasis digital, yang mampu mendukung produktivitas, sekaligus selaras dengan perubahan kebutuhan dan perilaku konsumen yang ada saat ini," jelas Yuswohady.

Baca Juga: Keluarga Berperan Ciptakan Generasi Sadar Inklusivitas

Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Shierly Ge menjelaskan, selama pandemi berlangsung, produk asuransi yang menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia adalah produk tradisional seperti kesehatan dan jiwa. Hal ini mengingat kedua hal ini menjadi risiko yang sudah didepan mata dihadapi masyarakat. Bahkan, jumlah penambahan polis maupun nasabah baru untuk produk tradisional tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,7 persen dalam beberapa bulan belakangan ini.

“Pandemi yang masih terus berlangsung hingga saat sekarang, telah mengubah peradaban, dari kultur lama menuju era baru yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Tak ayal, kebutuhan akan proteksi termasuk asuransi di tengah masyarakat kian penting,” jelasnya.

Shierly menambahkan di era pandemi ini masyarakat juga membutuhkan layanan proteksi berbasis teknologi, bukan hanya pada nasabah yang telah ada, tapi juga pada nasabah baru. Untuk itu, Sun Connect hadir memberikan pengalaman baru dalam berasuransi, mendekatkan yang jauh, di mana jarak tidak lagi menjadi hambatan dengan mengutamakan prinsip keamanan, kenyamanan dan kemudahan, khususnya bagi nasabah dan para tenaga pemasar.

Baca Juga: Sun Life Ajak Generasi Muda Investasi Kesehatan

"Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan mengenai tata cara baru penjualan unit link atau produk asuransi yang memungkinkan penjualan produk unit link secara virtual, atau melalui digital,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Simulasi New Normal Candi Prambanan Mulai Dilaksanakan

PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko melakukan simulasi pemberlakuan new normal.

GAYA HIDUP | 11 Juni 2020

Wisata Alam, Pilihan Utama Liburan Pascapandemi Covid-19

Para agen perjalanan meramalkan, wisata alam akan jadi pilihan utama masyarakat untuk berlibur.

GAYA HIDUP | 10 Juni 2020

Bali, Primadona Wisata untuk Turis Asal India

Bali masih menjadi destinasi yang paling dimininati wisatawan mancanegara, khususnya dari India.

GAYA HIDUP | 9 Juni 2020

Bali Siapkan SOP Normal Baru Pariwisata

Industri pariwisata di Bali tengah menyiapkan standar operasional prosedur untuk memasuki masa normal baru.

GAYA HIDUP | 9 Juni 2020

Kadek Maharani Jadikan Indonesia Women Awards Sebagai Motivasi

Kadek Maharani mempertahankan kepercayaan dari masyarakat kepada dirinya dan klinik kecantikan MS Glow Asthetic Clinic.

GAYA HIDUP | 9 Juni 2020

Vanda, Si Cantik yang Sukses di 2 Profesi

Selain berdinas sebagai dokter gigi di RS Siti Hajar Sidoarjo, dia juga membuka praktik pribadi di bilangan Delta Sari Waru Sidoarjo.

GAYA HIDUP | 8 Juni 2020

Jokowi Diminta Bantu Labuan Bajo pada New Normal

Presiden Jokowi diminta membantu menyediakan fasilitas kesehatan yang mumpuni di Labuan Bajo menjelang dibuka kembalinya wisata pada 15 Juni nanti.

GAYA HIDUP | 7 Juni 2020

Batagor Ala Korea Bidik Konsumen Indonesia

Tofu Tofu Daebak merupakan Batagor ala Korea yang pertama hadir di Indonesia.

GAYA HIDUP | 5 Juni 2020

Terdampak Pandemi, Biro Perjalanan Wisata Rugi Rp 54,4 T

Biro perjalanan wisata (BPW) di Indonesia per akhir Maret 2020 total merugi sampai sekitar Rp 54,4 triliun.

GAYA HIDUP | 2 Juni 2020

7.000 Anggota Asita Siap Menyambut New Normal

7.000 anggota Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia mengaku siap menyambut pemberlakuan new normal di industri pariwisata.

GAYA HIDUP | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS