Filateli Indonesia Terancam Musnah
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Filateli Indonesia Terancam Musnah

Senin, 16 Juli 2012 | 02:06 WIB
Oleh : FER

Selama ini anggota filateli kebanyakan angkatan tua atau opa-opa. Dan tidak ada anak-anak.

Keberadaan Filateli Indonesia terancam punah dengan hadirnya teknologi pesan singkat, internet, jejaring sosial dan smartphone yang kini mulai digemari masyarakat.

"Saat ini kita dihadapkan pada ancaman kepunahan filateli Indonesia yang mulai ditinggalkan," kata Manager Filateli PT Pos Indonesia, Tata Sugiarta, dalam acara peluncuran prangko burung langka Indonesia di Kebun Raya Bogor, Minggu.

Menurut Tata, ancaman kepunahan tersebut berasal dari hadirnya teknologi yang kian berkembang pesat. Masyarakat kini dengan mudahnya mengirimkan pesan melalui pesan singkat, atau BBM dan email.

"Ditambah lagi hadirnya jejaring sosial, memudahkan orang berinteraksi secara instan," katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Tata, tidak adanya regenerasi membuat keberadaan filateli Indonesia kian berkurang anggotanya. Ia mengatakan, selama ini anggota filateli kebanyakan angkatan tua atau opa-opa. Dan tidak ada anak-anak dari anggota filateli tersebut yang meneruskannya.

"Kondisi ini yang menjadi ancaman filateli Indonesia akan punah," katanya.

Tata mengatakan, untuk melestarikan filateli Indonesia berbagai kegiatan telah diselenggarakan untuk menarik minat generasi muda dalam mengoleksi prangko.

Selain menggelar kegiatan internasional, nasional dan lokal. Hampir setiap pekan, Perhimpunan Filateli Indonesia menggelar acara saling bertukar prangko, jual beli dan lelang.

"Dengan filateli ini banyak yang bisa dipelajari generasi muda, selain dapat mengenal warisan budaya dan sejarah bangsa yang dicetak dalam seri prangko, juga mengajarkan generasi muda cara berjualan dan lelang prangko," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Filateli Indonesia Soeyono yang menyebutkan, pada era 50-an jumlah komunitas filateli di Indonesia mencapai satu juta orang.

"Tapi saat ini jumlah itu kian menurun. Seiring dengan berkurangnya minat penggunaan perangko di Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan, zaman dahulu prangko dibuat sebagai alat bayar jasa pengiriman surat melalui PT Pos. Seiring berjalannya waktu, perangko mulai ditinggalkan. Dengan hadirnya teknologi dan internet.

Menurut dia, untuk menjaga perangko tetap lestari, fungsi perangko tidak lagi dijadikan sebagai alat bayar tapi sebagai media pengenalan budaya, sejarah dan kelestarian lingkungan.

Hingga saat ini berbagai seri prangko dengan berbagai tema seperti kebudayaan, lingkungan, keanekaragaman hayati, batik dan banyak ragam lagi telah diterbitkan.

"Yang perlu diupayakan, para filateli Indonesia harus berupaya menjadikan prangko sebagai wadah atau media saran penyebaran informasi kepada masyarakat luas," katanya.

BAGIKAN


BERITA LAINNYA

KARA, Selebriti Keenam Paling Berpengaruh di Jepang

Itu berdasarkan sebuah survei yang dilakukan majalah hiburan populer Jepang, Nikkei Entertainment.

HIBURAN | 16 Juli 2012

Ayah Amy Winehouse Ingin Putrinya Dalam Wujud Hologram

Penyanyi jazz Inggris itu tewas setelah pesta alkohol tahun lalu saat berusia 27 tahun.

HIBURAN | 16 Juli 2012

Dilema Aborsi Para Artis

Bertentangan dengan adat ketimuran.

HIBURAN | 16 Juli 2012

Suri, Gadis Sampul yang Tolak Cari Uang dengan Syuting Sinetron

"Saat ini, aku ingin terjun ke dunia hiburan bukan untuk cari uang."

HIBURAN | 15 Juli 2012

Ibu 14 Anak Ini Tampil Erotis dalam Aksi Striptease

Mendapat sambutan hangat dari para penonton.

HIBURAN | 15 Juli 2012

"Girlband" Myanmar Rambah Industri Musik Amerika

Mengaku tak bisa disamakan dengan Pussy Cat Dolls, atau Girls Generation dan 2 NE 1, grup Myanmar ini antusias dengan kontraknya.

HIBURAN | 15 Juli 2012

Kisah Persahabatan Nuansa Bali dalam Rumah di Seribu Ombak

Berkisah tentang trauma masa kecil, keberhasilan dan persahabatan.

HIBURAN | 15 Juli 2012

Risjad Aden Ketagihan Bermain Film

Berperan sebagai Samihi dalam film Rumah di Seribu Ombak.

HIBURAN | 15 Juli 2012

Metamorfosis Chairul Tanjung Si Anak Singkong

CT sebagai seorang Indonesia yang diimpikan oleh siapa saja: muda, bekerja keras, sukses besar, bersih, dan gentleman

HIBURAN | 15 Juli 2012

Perempuan-perempuan di Simpang Kehamilan

Lima perempuan yang sama-sama menanti kehadiran buah hati, dengan liku cerita melo, ada konflik, dan banyak kekonyolan

HIBURAN | 15 Juli 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS