Mayoritas Penderita Hepatitis Usia Produktif
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Mayoritas Penderita Hepatitis Usia Produktif

Rabu, 4 September 2013 | 01:24 WIB
Oleh : FER

Jakarta - Presiden Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Rino A. Gani menyatakan, penderita hepatitis C di Indonesia sebagian besar adalah golongan usia produktif atau kelompok usia di atas 15 tahun.

"Data dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2007 tercatat 2,05 persen dari total penduduk Indonesia yang usianya di atas 15 tahun, menderita hepatitis C," kata Rino di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta Selatan, Selasa (3/9).

Rino menjelaskan bahwa 2,05 persen tersebut setara dengan tiga juta orang Indonesia dari kelompok usia produktif. Tingginya penderita hepatitis C pada usia produktif, kata dia, tentu akan mempengaruhi perekonomian negara.

"Oleh sebab itu, kami mentargetkan agar lima tahun mendatang angka ini bisa ditekan hingga mencapai 0,5 persen," kata Rino.

Lebih lanjut Rino menjelaskan bahwa hepatitis-C adalah penyakit yang menyerang fungsi hati dan banyak disebabkan akibat gaya hidup seperti konsumsi minuman keras.

Selain itu orang yang gemar ditato, tindik tubuh, harus transfusi darah berkala, bahkan pengguna jarum suntik lain seperti pemadat, merupakan kelompok yang berisiko tinggi menderita hepatitis-C, kata Rino.

Penyakit hepatitis C memiliki peluang untuk disembuhkan hingga 95 persen dengan menggunakan anti-virus yang tepat dan mendapat perawatan serta pengobatan yang tepat pula.

"Namun sangat disayangkan, karena sebagian besar penderita hepatitis tidak menyadari kalau mereka menderita penyakit ini," jelas Rino. Hal itu disebabkan karena hepatitis tidak memiliki gejala yang spesifik pada stadium awal penyakit ini diderita.

Ada pun gejala seperti mudah lelah, mual, sakit perut, dan lemas, adalah gejala umum yang tidak spesifik mengacu pada hepatitis.

"Kalau gejala seperti kulit dan mata kuning, hingga mencapai infeksi hati, sirosis bahkan kanker hati, itu biasanya terlihat bila hepatits sudah akut," kata Rino.

Sumber:ANT


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Waspada, Hepatitis Tak Miliki Gejala Spesifik

Gejala penyakit ini baru akan muncul setelah menjadi semakin parah atau sekitar sepuluh tahun kemudian.

KESEHATAN | 3 September 2013

World Toilet Summit 2013 Diselenggarakan di Solo

Indonesia menjadi negara kedua terbanyak praktik BAB sembarangan setelah India.

KESEHATAN | 3 September 2013

RSUD Banten Mulai Layani Pasien

RSUD Banten telah memiliki 39 dokter spesialis, 22 dokter umum, 4 dokter gigi, 164 perawat, 117 bidan serta tenaga lainnya.

KESEHATAN | 3 September 2013

Strategi Pemprov DKI Hentikan Laju Diabetes

Saat ini Jakarta sudah punya banyak Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring dan deteksi dini faktor risiko diabetes.

KESEHATAN | 3 September 2013

Vaksin HPV Cegah Risiko Kanker Serviks

"Vaksin HPV ini tentu aman karena sudah dilemahkan dan dibuat dari cangkang virus, bukan dari inti virusnya."

KESEHATAN | 3 September 2013

Perilaku "Cerdik", Solusi Atasi Diabetes Melitus

CERDIK bermakna Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

KESEHATAN | 3 September 2013

Novo Nordisk-Kemkes Luncurkan “Blueprint for Change” untuk Penanganan Diabetes

Laporan ini membantu kita memahami permasalahan diabetes di Indonesia, tetapi akan mubazir bila tidak disambut dengan aksi nyata bersinergi semua pihak.

KESEHATAN | 3 September 2013

Masih Ada Kasus Gizi Buruk di Jakarta, Pemprov Berdayakan Puskesmas dan Posyandu

"Seluruh Puskesmas di DKI Jakarta ada program penanganan gizi buruk. Diberi makanan dengan kalori yang sudah dihitung selama 90 hari secara gratis," kata Ahok.

KESEHATAN | 3 September 2013

Unsur Penting dalam Menu Sarapan Pagi

Mengonsumsi makanan yang cukup di pagi hari dapat memberi asupan energi yang cukup untuk beraktivitas.

KESEHATAN | 3 September 2013

Konsumsi Jus Buah Setiap Hari Naikkan Risiko Diabetes

Orang yang mengonsumsi satu porsi buah dua kali sepekan, terutama blueberry, anggur, dan apel, risiko mengidap diabetes tipe 2-nya turun hingga 23 persen

KESEHATAN | 3 September 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS