Hanya 12,5 Persen Penderita Diabetes Dapatkan Insulin

Hanya 12,5 Persen Penderita Diabetes Dapatkan Insulin

Rabu, 4 September 2013 | 06:39 WIB
Oleh : FER

Jakarta - Laporan "Blueprint for Changing Diabetes in Indonesia" dari Novo Nordisk Indonesia melaporkan hanya satu dari delapan orang atau 12,5 persen penderita diabetes mellitus (DM) yang membutuhkan perawatan menggunakan insulin yang mendapatkannya.

"Laporan ini juga menunjukkan hanya 41 persen orang Indonesia yang mengidap diabetes mengetahui kondisinya, sedangkan yang mendapatkan pengobatan hanya 39 persen namun hanya 0,7 persen yang mencapai sasaran pengobatan diabetes," papar Direktur Novo Nordisk Indonesia Sandeep Sur dalam peluncuran laporan tersebut di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (3/9).

Laporan tersebut mencatat ada 7,6 juta orang Indonesia yang mengidap diabetes namun kurang dari satu persen yang mencapai target pengobatan.

Kurangnya capaian pengobatan itu menjadi suatu kekhawatiran karena diprediksikan tingkat pertumbuhan penderita diabetes tersebut mencapai 6 persen per tahunnya dimana pada tahun 2030 diperkirakan ada 11,8 juta orang menderita DM.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Kementerian Kesehatan membangun 7.225 pos pembinaan terpadu (Posbindu) di berbagai daerah yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk tindakan promotif dan preventif seperti memeriksakan kesehatan sejak dari awal.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama memaparkan di Posbindu ada beberapa meja, serupa dengan yang ada di posyandu dimana masyarakat dapat memeriksakan diri dan dilakukan pencatatan mengenai tinggi badan, berat badan, indeks masa tubuh maupun lingkar badan serta tekanan darah.

"Di beberapa posbindu yang ada peralatannya juga dilakukan pemeriksaan darah. Di meja terakhir posbindu juga ada konsultasi. Sebagian ada yang langsung ditangani di posbindunya, ada yang dirujuk ke fasilitas kesehatan lain," kata Tjandra.

Sedangkan DM menjadi salah satu PTM yang menjadi ancaman serius bagi kesehatan di Indonesia karena dapat menimbulkan kebutaan, gagal ginjal, kaki diabetes (gangrene) sehingga harus diamputasi, menyebabkan juga penyakit jantung dan stroke.

Tindakan pencegahan itu, dikatakan Sandeep mengutip laporan Blueprint merupakan hal tepat untuk dilakukan karena deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah 37.500 serangan jantung yang disebabkan diabetes, mencegah 405.200 gagal ginjal yang disebabkan diabetes dan menghemat biaya pengobatan diabetes sebanyak 5,8 miliar dolar AS dan menyelamatkan setidaknya 4,6 juta tahun kehidupan.

Sumber:ANT


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mayoritas Penderita Hepatitis Usia Produktif

Tingginya penderita hepatitis C pada usia produktif, tentu akan mempengaruhi perekonomian negara.

KESEHATAN | 4 September 2013

Waspada, Hepatitis Tak Miliki Gejala Spesifik

Gejala penyakit ini baru akan muncul setelah menjadi semakin parah atau sekitar sepuluh tahun kemudian.

KESEHATAN | 3 September 2013

World Toilet Summit 2013 Diselenggarakan di Solo

Indonesia menjadi negara kedua terbanyak praktik BAB sembarangan setelah India.

KESEHATAN | 3 September 2013

RSUD Banten Mulai Layani Pasien

RSUD Banten telah memiliki 39 dokter spesialis, 22 dokter umum, 4 dokter gigi, 164 perawat, 117 bidan serta tenaga lainnya.

KESEHATAN | 3 September 2013

Strategi Pemprov DKI Hentikan Laju Diabetes

Saat ini Jakarta sudah punya banyak Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring dan deteksi dini faktor risiko diabetes.

KESEHATAN | 3 September 2013

Vaksin HPV Cegah Risiko Kanker Serviks

"Vaksin HPV ini tentu aman karena sudah dilemahkan dan dibuat dari cangkang virus, bukan dari inti virusnya."

KESEHATAN | 3 September 2013

Perilaku "Cerdik", Solusi Atasi Diabetes Melitus

CERDIK bermakna Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

KESEHATAN | 3 September 2013

Novo Nordisk-Kemkes Luncurkan “Blueprint for Change” untuk Penanganan Diabetes

Laporan ini membantu kita memahami permasalahan diabetes di Indonesia, tetapi akan mubazir bila tidak disambut dengan aksi nyata bersinergi semua pihak.

KESEHATAN | 3 September 2013

Masih Ada Kasus Gizi Buruk di Jakarta, Pemprov Berdayakan Puskesmas dan Posyandu

"Seluruh Puskesmas di DKI Jakarta ada program penanganan gizi buruk. Diberi makanan dengan kalori yang sudah dihitung selama 90 hari secara gratis," kata Ahok.

KESEHATAN | 3 September 2013

Unsur Penting dalam Menu Sarapan Pagi

Mengonsumsi makanan yang cukup di pagi hari dapat memberi asupan energi yang cukup untuk beraktivitas.

KESEHATAN | 3 September 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS