Ibu Hamil di Indonesia Kurang Perhatian Soal Nutrisi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Ibu Hamil di Indonesia Kurang Perhatian Soal Nutrisi

Senin, 1 September 2014 | 06:53 WIB
Oleh : Fana Suparman / FER

Yogyakarta - Permasalahan gizi di Indonesia masih dalam kondisi memprihatinkan. Berdasar penelitian, 8 juta dari 25 juta anak di Indonesia memiliki masalah dengan gizi.

Permasalahan gizi yang dialami anak Indonesia bukan hanya lantaran asupan nutrisi setelah dilahirkan. Lebih jauh dari itu, permasalahan ini sudah terjadi saat anak masih dalam kandungan.

Head of Corporate Affairs PT Sarihusada Generasih Mahardhika, Arif Mujahadin mengungkapkan, masih banyak ibu hamil di Indonesia yang tak memperhatikan nutrisi untuk bayi yang dikandungnya. Padahal, kata dia, saat pembuahan terjadi, bayi yang masih dalam kandungan sudah menyerap nutrisi dari makanan sang Ibu.

"Bayi akan mengambil cadangan gizi si ibu, tapi ibu hamil yang minum susu masih rendah. Masih sekitar di bawah 20 persen. Minum susu mungkin hanya sebulan sekali," kata Arif di sela-sela kegiatan perayaan HUT ke-60 PT Sarihusada Generasi Mahardhika di Yogyakarta, Minggu (31/8).

Dikatakan Arif, kekurangan gizi yang dialami anak Indonesia disebabkan masih minimnya edukasi. Menurutnya, kurangnya edukasi membuat pertumbuhan ekonomi tak berbanding lurus dengan perbaikan gizi anak. Tak jarang, keluarga yang mapan justru mengabaikan nutrisi anak.

"Bukan tidak punya uang tapi persoalan pengetahuan. Karena banyak yang tak menyadari nutrisi diperlukan anak pada saat hari pertama pembuahan," ungkapnya.

Menurut Arif, di Indonesia terdapat 4 juta lebih ibu hamil setiap tahunnya. Tak hanya kelas menengah ke atas, nutrisi yang baik dan berkualitas juga berhak didapatkan kaum ibu dari kelas menengah ke bawah.

"Kemampuan ekonomi yang terbatas sementara kebutuhan gizi harus terpenuhi," ungkapnya.

Meski dapat menjadi peluang bisnis, Arif menegaskan permasalahan gizi yang dialami anak Indonesia jauh lebih penting dibanding market share industri nutrisi yang saat ini dikuasai tiga perusahaan.

Arif menyatakan, Sarihusada tetap berkomitmen mendukung peningkatan gizi anak Indonesia terutama bagi kalangan menengah ke bawah. "Tidak melulu soal bisnis. Ada kepentingan yang lebih penting yaitu menyediakan gizi yang baik, sehat dan terjangkau. Meskipun berganti kepemilikan misi kami tetap sama," tegasnya.

Sarihusada didirikan pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) pada Agustus 1954 di Yogyakarta dengan nama Saridele. Menginjak usia yang ke-60, Sarihusada tetap berkomitmen menyediakan nutrisi yang terjangkau bagi anak Indonesia dengan kualitas yang baik dan sehat.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

60 Tahun Berdiri, Sarihusada Tebar Cinta untuk Anak Bangsa

Puncak perayaan ulang tahun Sarihusada di Alun-alun Selatan mengambil tema 'Sebuah Cinta Bernama Sarihusada'

KESEHATAN | 1 September 2014

Nafsiah: Kemiskinan Salah Satu Penyebab Kurang Gizi

Pemerintah tengah menggalakkan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.

KESEHATAN | 31 Agustus 2014

TMLI Gelar Provider Gathering dengan 60 Rumah Sakit

“Hal ini juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahan kepada para nasabah kami."

KESEHATAN | 31 Agustus 2014

KPA: HIV-AIDS Mimika Mencapai 3.900 Kasus

Kabupaten Mimika menempati posisi ketiga tertinggi kasus HIV-AIDS di Papua.

KESEHATAN | 31 Agustus 2014

Nestle dan TP PKK Pusat Luncurkan "ToolKit" Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap

ToolKit ini disusun oleh para pakar untuk membantu kader posyandu dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

KESEHATAN | 31 Agustus 2014

Gama-CHA, Teknologi Baru Rekayasa Tulang Manusia Identik

Gama-CHA secara klinis telah terbukti menjadi perancah tulang yang baik pada operasi regeneratif.

KESEHATAN | 31 Agustus 2014

Peneliti: Mi Instan Kurang Baik Bagi Kesehatan Perempuan

Terdapat 68 persen risiko sindroma metabolis lebih tinggi pada perempuan yang memakan mi instan lebih dari dua kali sepekan.

KESEHATAN | 31 Agustus 2014

Obat Ebola ZMapp Efektif pada Hewan

Dua dari tujuh orang yang telah diberi obat ZMapp akhirnya meninggal.

KESEHATAN | 30 Agustus 2014

Ibu Hamil Patut Perhatikan 1.000 Hari Pertama

Penting bagi seorang ibu hamil menjaga asupan gizi dalam kandungannya.

KESEHATAN | 30 Agustus 2014

Posyandu dan PAUD Perlu Terintegrasi

Partisipasi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke Posyandu semakin menurun, sebagai solusinya bisa diintegrasikan dengan PAUD.

KESEHATAN | 30 Agustus 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS