Kalangan Wanita Paling Banyak Alami Gangguan Jiwa
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kalangan Wanita Paling Banyak Alami Gangguan Jiwa

Rabu, 10 Oktober 2018 | 22:38 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta - Gangguan kejiwaan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, belakangan masalah kesehatan ini ternyata sudah mulai terjadi pada usia yang semakin muda, yaitu 14 tahun. Fenomena lainnya, ternyata gangguan jiwa pada wanita paling banyak dibanding pria.

Dewan pakar Badan Kesehatan Jiwa (Bakeswa) Indonesia, dr Nova Riyanti Yusuf, mengungkapkan, penelitian yang dilakukannya menunjukkan, wanita mengalami masalah emosional empat kali lipat dibandingkan pria. Sedangkan sekolah umum kecenderungannya memiliki risiko masalah emosional tiga kali lipat dari pada sekolah kejuruan. Parahnya, sakit jiwa yang sudah akut ini umumnya akan diselesaikan dengan tindakan bunuh diri.

"Tindakan bunuh diri sebagai jalan terbaik untuk mengakhiri hidup tidak membahagiakan, kini mulai umum dilakukan remaja," kata Nova pada dialog terbatas dengan tema 'Mengenal Kesehatan Jiwa Remaja dan Bagaimana Penanganannya' di Kampus Paramadina, Jakarta, Rabu (10/10). Dialog ini diselenggarakan Universitas Paramadina bersama Bakeswa Indonesia dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO) menyebutkan, gangguan kejiwaan di era sekarang sudah dimulai pada usia remaja. Sudah menjadi tren remaja terjangkiti gangguan kejiwaan dengan kategori ringan, sedang dan berat. Depresi, gelisah, stres, perubahan suasana hati atau bete, sudah sangat umum dialami remaja sekarang ini. Seiring dengan perubahan sosial dan tekanan dari lingkungan sekitar, maka anak muda makin banyak yang alami stres.

Sayangnya, kata Nova, banyak orang mengira stres bukanlah penyakit, sehingga tidak perlu diobati. Padahal stres adalah gejala awal gangguan jiwa. Bila stres ini tidak dikelola dengan baik dan berlangsung lama, maka akan berkembang menjadi depresi berat.

Wanita yang pernah menjabat Wakil Ketua Komisi IX DPR ini menambahkan, makin rentannya remaja saat ini sakit jiwa karena sangat dipengaruhi lingkungan sosial. Dari hasil penelitiannya ditemukan, sejumlah faktor, seperti kemiskinan, menikah muda, hamil sebelum menikah, mendapat perlakuan diskriminatif, stigma, dan perundungan (bullying), kekerasan dalam rumah tangga, dan putus asa bisa memicu anak remaja susah mengendalikan emosi.

"Bahkan yang umum dialami remaja apabila alami stres adalah gampang sakit perut, diare, takut berlebihan atau phopia, hingga gangguan makan atau eating disorder. Namun hal ini sering dianggap oleh orang tua bukan sebagai ancaman kesehatan jiwa," ujar Nova.

WHO memperkirakan angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia cukup variatif. Mulai dari 30.000 kasus pada 2005, lalu turun menjadi 5.000 kasus di 2010. Kemudian meningkat lagi di 2012 menjadi 10.000 kasus, dan di 2013 turun menjadi 8.400 kasus.

Ibarat fenomena gunung es, angka kasus tersebut yang terdata, sementara kondisi riilnya diperkirakan jauh lebih besar. Secara global, WHO menyatakan ada 800.000 lebih orang di seluruh dunia yang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Ada lebih banyak lagi orang lainnya yang melakukan percobaan bunuh diri.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Alasan Nana Mirdad Menyukai Madu Manuka

Nana Mirdad menyukai hal-hal yang berasal dari bahan-bahan alami.

KESEHATAN | 10 Oktober 2018

Jangan Simpan di Kulkas dan Buang Sembarangan Obat

Suka menyimpan obat di dalam kulkas? Atau membuang obat di tempat sampah? Pertimbangkan sekali lagi ya. Tidak semua obat bagus disimpan di dalam kulkas. Juga tidak boleh membuang obat secara sembarangan. Bagaimana menyimpan dan membuang obat yang benar?

KESEHATAN | 10 Oktober 2018

5 Cara Cerdas Gunakan Obat

Obat akan berkhasiat bila digunakan dengan tepat dan bijak. Sayangnya, masyarakat kerap mengabaikan aturan pakainya. Selain tidak berkhasiat, penggunaan obat yang tak benar juga akan berisiko membahayakan pasien. Ahli farmasi dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Indri Mulyana Bunyamin S.Farm, Apt, menjelaskan, ada 5 cara cerdas menggunakan obat.

KESEHATAN | 10 Oktober 2018

Menuju UHC, BPJS Kesehatan Manfaatkan NIK yang Belum Jadi Peserta

Sebanyak 95 persen atau sekitar 160 jutaan lebih penduduk Indonesia harus punya jaminan kesehatan.

KESEHATAN | 10 Oktober 2018

Pasangan Yang Tak Ber-KB Cenderung Meningkat

Jumlah pasangan usia subur yang tak ber-KB di April 2017 berjumlah 12,2 juta, dan meningkat menjadi 13,2 juta per April 2018.

KESEHATAN | 9 Oktober 2018

Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara Masih Rendah

Kanker leher rahim dan payudara merupakan tertinggi yang diderita perempuan Indonesia.

KESEHATAN | 7 Oktober 2018

Bulan Peduli Kanker Payudara, Ratusan Penyintas Jalan Santai di CFD

Kegiatan fun walk tandai peringatan bulan peduli kanker payudara.

KESEHATAN | 7 Oktober 2018

Waspadai Ancaman Tetanus pada Tahap Tanggap Darurat di Sulteng

Yang dibutuhkan saat ini bukan lagi imunisasi, tetapi serum antitetanus untuk korban yang luka, termasuk para relawan.

NASIONAL | 5 Oktober 2018

Psikolog: Hoax Mengekploitasi Sisi Psikologis Manusia

Hoax dilakukan dengan tujuan memperoleh keuntungan dengan pembohongan yang disebarkan.

KESEHATAN | 4 Oktober 2018

Indomilk Ikut Sukseskan Asian Para Games 2018

Indomilk turut mendorong seluruh atlet meraih prestasi gemilang.

KESEHATAN | 4 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS