Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sabtu, 19 Januari 2019 | 16:38 WIB
Oleh : FER

Washington - Menurut sebuah hasil studi terbaru di Spanyol, mereka yang tidur kurang dari 6 jam dalam semalam memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit kardiovaskular.

Kalangan peneliti menemukan, dibandingkan dengan orang yang tidur 7 hingga 8 jam, mereka yang tidur kurang dari 6 jam dalam semalam memiliki risiko 27 persen lebih tinggi mengalami 'kelainan' Asterosklerosis, atau penebalan pada dinding arteri yang belum serius cukup untuk menyebabkan berbagai komplikasi.

Penelitian sebelumnya telah menghubungkan kurang tidur dengan faktor risiko penyakit jantung seperti gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, peradangan dan obesitas.

"Tidur bersamaan dengan diet dan aktivitas fisik, adalah salah satu kebiasaan sehat yang perlu kita adopsi dan pertahankan agar sistem kardiovaskular kita tetap sehat," kata Jose Ordovas, peneliti dari CNCI di Madrid dan Direktur Nutrisi dan Genomik di Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Universitas Tufts, Boston.

"Hasil kami mendukung keyakinan umum bahwa kita harus memiliki sekitar 8 jam tidur yang baik per hari," tambah Ordovas.

"Bagi mereka yang karena satu dan lain hal tidak dapat menghindari jam tidur yang buruk, rekomendasinya adalah harus lebih proaktif dalam mengendalikan faktor risiko gaya hidup lain seperti diet dan olahraga."

Pengerasan arteri dapat berkembang secara bertahap selama beberapa tahun sebelum menyebabkan masalah. Orang-orang dapat hidup bertahun-tahun dengan kelainan praklinis sebelum mengalami asteroklerosis, yang ditandai dengan penumpukan plak di dinding arteri yang membatasi aliran darah dan dapat menyebabkan serangan jantung juga stroke.



Sumber:VOA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Indofarma Tunjuk Fors Fortis Medika sebagai Distributor Alat Kesehatan

Fors Fortis Medika (FF Group) ditunjuk sebagai distributor tunggal (sole agent) penjualan alat-alat kesehatan produksi Indofarma.

KESEHATAN | 19 Januari 2019

10% Biaya Rawat Inap Akan Ditanggung Peserta JKN-KIS

Urun biaya diberlakukan bagi jenis pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan penyalahgunaan pelayanan.

KESEHATAN | 18 Januari 2019

Kemitraan NU dan Lippo Tingkatkan Kesehatan Masyarakat lewat RSU Syubbanul Wathon

RSU Syubbanul Wathon memiliki fasilitas kesehatan modern.

NASIONAL | 18 Januari 2019

Aktivitas Fisik Rutin Kurangi Risiko Penyakit

Olahraga mendasar seperti lari dapat dijadikan pilihan yang tepat.

KESEHATAN | 17 Januari 2019

Kampanyekan Hidup Sehat, Sun Life Gelar Kompetisi Lari

Minat masyarakat terhadap olahraga lari sangat tinggi.

KESEHATAN | 17 Januari 2019

Traveling Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Traveling dinilai memiliki segudang manfaat untuk anak.

KESEHATAN | 17 Januari 2019

Daun Kelor yang Menyehatkan dan Kewajiban Menanam di NTT (2)

Daun kelor memiliki khasiat yang sangat banyak, NTT sedang menggakannya.

NASIONAL | 16 Januari 2019

Daun Kelor yang Menyehatkan dan Kewajiban Menanam di NTT (1)

Manfaat daun kelor sangat banyak untuk kesehatan, NTT sedang menggalakkan penanamannya.

NASIONAL | 16 Januari 2019

Pria Asal Kanada Alami Keringat Bulanan, Apa Penyebabnya?

Pria asal Wisconsin, Kanada, berkeringat sangat banyak setiap bulan dan sudah berlangsung selama 3 tahun.

KESEHATAN | 15 Januari 2019

BPOM Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Rp 161,48 M Sejak 2015

BPOM berhasil memusnahkan obat dan makanan ilegal senilai Rp 161,48 miliar dalam empat tahun terakhir.

KESEHATAN | 15 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS