Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Botol Susu
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Botol Susu

Kamis, 16 Mei 2019 | 15:19 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Memberikan ASI kepada sang buah hati adalah satu usaha Ibu untuk menunjang keberhasilan 1.000 hari pertama si kecil. Namun, pada ibu dengan kendala memberikan ASI secara langsung, pilihan terakhirnya adalah memberikan ASI dengan media botol atau dot. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih botol susu atau dot. Apa saja itu?

Dokter Spesialis Anak, dr Margareta Komalasari SpA, memaparkan, ibu yang bijak tentunya paham bahwa pemilihan botol dan dot susu tidak boleh asal dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, misalnya bentuk dot, dan bahan pembuatan botolnya. Memperhatikan unsur halalnya karena media atau alat yang halal tentunya bersih dari zat-zat berbahaya yang dapat mempengaruhi kualitas ASI. Selain itu, ada baiknya juga ibu memperhatikan bentuk dot yang sesuai dengan bentuk mulut si kecil, agar dapat merangsang pertumbuhan rahang dan giginya.

"Untuk itu, penting bagi orang tua untuk memeriksa label kemasan botol dan dot agar si kecil dapat menerima kebaikan ASI secara maksimal,” ujar dr Margareta yang juga anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (16/5/2019).

Business Unit Director Baby Huki, Franciska Puspa Julia, mengatakan, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, produk halal sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Sertifikasi halal dianggap sebagai salah satu jaminan paling tinggi untuk tingkat keamanan suatu produk.

"Halal tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikonsumsi, tapi juga alat yang digunakan, khususnya untuk perlengkapan bayi. Karena produk halal memberikan kebaikan bagi tumbuh kembang anak," jelas Franciska.

Oleh karena itu, lanjut Franciska, memahami perkembangan kebutuhan para ibu Indonesia untuk memberikan produk yang aman bagi sang buat hati, Baby Huki sebagai pelopor botol susu dan dot dengan harga terjangkau, sejak tahun 2017 meraih sertifikasi halal dari MUI dan menjadi satu-satunya botol susu dan dot halal di Indonesia.

"Proses sertifikasi halal diperoleh melalui peninjauan komprehensif produk. Mulai dari pemilihan bahan kandungan, penyimpanan, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Keseluruhan proses ditinjau dan dipastikan tidak adanya bahan non-halal atau turunannya yang berpotensi tidak aman bagi konsumen," tegas Franciska.

Selain halal, Franciska menambahkan, Baby Huki juga dikenal dengan dot orthodontic yang bentuknya menyerupai puting payudara ibu saat menyusui sehingga membuat si kecil lebih nyaman. Dot orthodontic didesain sesuai dengan bentuk mulut si kecil sehingga dapat menunjang dan merangsang pertumbuhan rahang dan gusi si kecil agar gigi tumbuh dengan sempurna.

"Lubang yang berada menghadap ke atas mencegah aliran susu keluar jika bayi tidak mengisap, sehingga mencegah bayi tersedak," pungkas Franciska.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Perokok Anak Capai 15,8 Juta di 2030, Pemerintah Didesak Ratifikasi FCTC

Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak ketiga di seluruh dunia.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Presiden Terpilih Didesak Naikkan Cukai Rokok Hingga 70%

Saat ini, rata-rata cukai rokok di Indonesia masih berkisar di angka 40%.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Tidak Perlu Panik, Cacar Monyet di Bawah Ebola dan MERS

Angka kematian penyakit ini relatif kecil, berkisar 1-10% dan umumnya pada penderita muda.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Paparan Cahaya LED Dapat Merusak Mata

Pengawas kesehatan Pemerintah Prancis mengatakan, pancaran cahaya biru pada bola lampu jenis LED dapat merusak retina mata dan mengganggu ritme tidur alami

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Kemkes Minta Dinkes dan UPT Siaga Cacar Monyet

Kemungkinan penyebaran penyakit monkeypox ke Indonesia bisa terjadi.

KESEHATAN | 15 Mei 2019

Pentingnya Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan

Menstruasi merupakan proses biologis yang normal dialami oleh perempuan.

KESEHATAN | 15 Mei 2019

Ibu Hamil Tetap Bisa Berpuasa Selama Ramadan

Puasa dinilai memiliki manfaat baik untuk kesehatan ibu hamil.

KESEHATAN | 15 Mei 2019

Kemkes: Cacar Monyet Jarang Menular Antar Manusia

Penularan pada manusia terjadi karena kontak dengan monyet, tikus gambia dan tupai.

KESEHATAN | 15 Mei 2019

Kemkes: Cacar Monyet Jarang Menular Antar Manusia

Penularan pada manusia terjadi karena kontak dengan monyet, tikus gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi.

KESEHATAN | 15 Mei 2019

Kemkes Minta Masyarakat Tak Perlu Panik dengan Cacar Monyet

Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia. Diimbau tetap waspada dengan menjaga kebersihan.

KESEHATAN | 15 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS