Minim, Kesadaran Masyarakat Lakukan Pemeriksaan Gigi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Minim, Kesadaran Masyarakat Lakukan Pemeriksaan Gigi

Minggu, 1 September 2019 | 20:15 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 600 terapis gigi dan mulut yang tergabung dalam DPP Persatuan Terapis Gigi dan Mulut (PTGMI) ikut serta dalam bakti sosial dan jalan sehat bersama di kawasancar free day (CFD) Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Ketua DPP PTGMI, Epi Nopiah mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan edukasi ke masyarakat tentang kebersihan gigi dan mulut.

"Pasalnya, masih sangat minim kesadaran masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan atau check-up gigi. Kebanyakan melakukannya setelah mengalami sakit,” kata Epi Nopiah.

Berdasarkan Riskesdas, kata Epi, persentase masyarakat yang menyikat gigi yang benar saja masih rendah. Selain itu, pengetahuan tentang waktu yang tepat untuk menyikat gigi, juga masih rendah. Padahal, waktu menyikat gigi yang benar adalah dua kali, yakni setelah makan pagi dan sebelum tidur.

"Jadi kalau ditanya kapan sikat gigi? Dua kali. Sayangnya, dua kali itu kebanyakan waktu mandi. Sebetulnya itu salah. Sikat gigi yang benar setelah makan pagi dan menjelang tidur," terang Epi.

Epi menambahkan, pihaknya juga mengedukasi ke masyarakat tentang pentingnya pengobatan gigi ke dokter gigi atau tenaga terapis gigi dan mulut untuk mendapatkan konseling pemeliharan kesehatan gigi.

"Sebabnya, masih banyak masyarakat yang ketika sakit gigi malah mengobati sendiri. Padahal, itu bisa berbahaya. Melakukan pemeriksaan gigi secara rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi,” tandas Epi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Di Tangan Dokter Ismawati, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Rumah Sakit

Sebanyak 144 penyakit harus bisa diselesaikan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas dan juga dokter praktik mandiri.

KESEHATAN | 1 September 2019

Fraksi PKS Minta Pemerintah Urungkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Jazuli menilai kunci penyelesaian defisit BPJS Kesehatan bukan dengan menaikkan iuran.

KESEHATAN | 1 September 2019

Rokok Ikut Memicu Kasus Stunting di Indonesia

Rokok sudah menjadi candu dan dianggap normal di desa daerah penelitian. Di daerah ini, merokok di depan anak-anak adalah hal biasa.

KESEHATAN | 31 Agustus 2019

Iuran Naik 100% Atasi Defisit Jangka Panjang

BPJS Kesehatan akan melaksanakan apa pun keputusan pemerintah terkait iuran peserta JKN-KIS.

KESEHATAN | 31 Agustus 2019

Majukan Industri Alat Kesehatan, Indonesia Kerja Sama Korea

Saat ini industri alkes Indonesia masih terbatas pada teknologi rendah dan medium.

KESEHATAN | 31 Agustus 2019

RS Jantung Diargam Layani Pasien BPJS Kesehatan

RS Jantung Diagram juga melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 29 Agustus 2019

Pengusaha Alat Kesehatan Terancam Gulung Tikar

Banyaknya kelemahan dalam kebijakan dan tata kelola, berdampak masif bagi bisnis alat kesehatan.

KESEHATAN | 29 Agustus 2019

Waspada Kekurangan Protein di Masa Tumbuh Kembang Anak

Anak membutuhkan konsumsi nutrisi seimbang termasuk protein dalam masa tumbuh kembang.

KESEHATAN | 28 Agustus 2019

Menkes Sebut Ubah Perilaku Sehat Masyarakat Butuh Waktu

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, untuk mengubah perilaku hidup sehat masyarakat membutuhkan proses dan tidak bisa dalam waktu yang singkat.

KESEHATAN | 27 Agustus 2019

Menkeu Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas satu naik dua kali lipat dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000.

KESEHATAN | 27 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS