50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia

Kamis, 3 Oktober 2019 | 20:32 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mencatat pada 2018 jumlah pasien dari Indonesia mencapai 900.000 orang. Angka itu merupakan penyumbang tertinggi pasien mancanegara di negeri Jiran tersebut.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Travel Council Gandeng Traveloka

Chief Commercial of Malaysia Healthcare Travel Council, Nik Yazmin Nik Azman, mengatakan dengan jumlah tersebut pasien Indonesia menyumbang 50 persen dari total keseluruhan pasien mancanegara di Malaysia. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan negara lain.

"Pada 2019 diperkirakan jumlah pasien dari Indonesia akan terus meningkat hingga mencapai 1,1 juta orang," ungkap Yazmin di sela konferensi pers Kemitraan Malaysia Healthcare dengan Traveloka di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Yazmin menambahkan, biasnaya masyarakat Indonesia berobat ke wilayah Penang, Kuala Lumpur, dan Malaka. Mereka kebanyakan melakukan medical check up dan beberapa pengobatan penyakit lainnya, seperti kanker, jantung, dan persendian.

"Ada pula yang melakukan prpgram bayi tabung. Sebagian lagi, juga mencari second opinion kepada tenaga medis di Malaysia, serta mencari pengobatan yang memang masih belum ada di Indonesia," jelas Yazmin.

Baca Juga: MHTC Ajak Masyarakat Indonesia Medical Trip ke Malaysia

Menurut Yazmin, lama pasien Indonesia tinggal dam pengobatan sangat tergantung pada pengobatan yang tengah dijalaninya. Misalnya, medical check up menghabiskan waktu 3 hari 2 malam. "Biasanya, pasien Indonesia pada hari pertama melakukan medical check up, namun setelah itu mereka berwisata ataupun berbelanja," jelasnya.

Untuk memudahkan pasien Indoneaia mencari akomodasi, lanjut Yazmin, pihaknya menjalin kerja sama dengan Traveloka dalam memperluas penawaran layanan wisata kesehatan Malaysia Healthcare. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan pengalaman pasiennya yang end-to-end dan bebas akan hambatan (seamless) bagi wisatawan Indonesia yang mencari perawatan medis di Malaysia.

"Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan penawaran layanan Malaysia Healthcare melalui berbagai promosi wisata kesehatan yang menarik sehingga dapat memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi wisata kesehatan terbaik di dunia," tutup Yazmin.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Bidik Pasien dari Indonesia, Malaysia Healthcare Gandeng Traveloka

Lebih dari 900.000 pasien dari Indonesian pada 2018 telah menerima perawatan kesehatan di Malaysia.

KESEHATAN | 3 Oktober 2019

34 Juta Peserta PBI Tak Sinkron dengan Data Terpadu

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mengatakan ada sekitar 34 juta lebih peserta PBI yang tidak sinkron dengan data terpadu.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Data Tidak Valid, Peserta PBI Langsung Dicoret

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial Mirza Pahlevi memastikan peserta PBI yang dicoret karena data mereka tidak valid dan tidak sesuai dengan NIK.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Project Sunrise Gelar Edukasi Kesehatan Ginjal

Pencegahan penyakit ginjal memiliki arti penting untuk menekan insiden penyakit ini yang meningkat tiap tahunnya.

KESEHATAN | 3 Oktober 2019

Ganjar Tegaskan Komitmen Pemprov Jateng Cegah Stunting

Stunting mengakibatkan penurunan kualitas kesehatan dan intelegensi yang sulit diperbaiki jika anak sudah melewati usia dua tahun.

KESEHATAN | 2 Oktober 2019

Anlene Gandeng FORMI Dorong Aksi Germas di Palembang

Kegiatan jalan santai dan lomba senam aerobik bagian dari komitmen Fonterra Brand Indonesia untuk menginspirasi masyarakat Indonesia hidup sehat dan aktif.

KESEHATAN | 2 Oktober 2019

Turunkan Risiko Intoleransi Laktosa dengan Rutin Minum Susu

Menurut pemerhati gizi, dokter Haekal Anshari, tidak lagi rutin minum susu saat usia dewasa ternyata berdampak pada kemunculan intoleransi laktosa.

KESEHATAN | 21 September 2019

Pola Hidup Sehat Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Siloam Hospitals edukasi masyarakat terkait penyakit Jantung.  

KESEHATAN | 1 Oktober 2019

Hindari Dehidrasi, Sebaiknya Minum Sebelum Haus

Sebaiknya minum air putih tanpa harus menunggu haus lebih dulu agar tidak mengalami dehidrasi.

KESEHATAN | 30 September 2019

Tugu Insurance Salurkan Rp 90 Juta untuk Mencerdaskan Anak Bangsa

Kerja sama Tugu Insurance dan CAGAR Foundation guna memberikan pelatihan dan motivasi guru dan orangtua anak berkebutuhan khusus.

KESEHATAN | 30 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS