Efek Paparan Gim Serupa dengan Kecanduan Narkoba
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Efek Paparan Gim Serupa dengan Kecanduan Narkoba

Sabtu, 5 Oktober 2019 | 16:59 WIB
Oleh : FER

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan (Kemkes), Dr Fidiansjah SpKj, mengatakan, efek paparan gim pada anak serupa dengan kecanduan yang terjadi pada pengguna narkoba.

"Pecandu gim, setelah diteliti otaknya, kalau dia terpapar sejak balita kerusakannya sama dengan pecandu napza," kata Fidiansjah dalam siaran pers Kemkes yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Fidiansjah menjelaskan, otak bagian depan atau prefrontal cortex belum berfungsi secara sempurna saat anak masih berusia di bawah lima tahun atau balita. Jika pada masa itu anak mendapat kesenangan dari bermain gim, maka adiksi akan muncul sejak kecil dan berlangsung terus menerus selama masa pertumbuhannya.

"Kalau prefrontal cortex belum berfungsi tapi sudah diberi kesenangan gim, akibatnya dia merasa adiksi yang menyenangkan. Akibatnya anak-anak tidak mau belajar, ini lebih berbahaya daripada psikotropika dan zat adiktif," kata Fidiansjah.

Adapun gejala anak sudah kecanduan gim antara lain mereka lebih mementingkan bermain gim ketimbang belajar, atau bermain gim dalam waktu lama. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan kecanduan gim sebagai gangguan mental.

Dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan terkait penggunaan teknologi, Kemkes melakukan pendekatan edukasi pada orang tua dan pelajar, termasuk di antaranya mengampanyekan penggunaan teknologi sesuai fungsi dan menjelaskan ancaman dan tantangan dalam penggunaan teknologi. Kalangan orang tua juga diminta memantau penggunaan teknologi anak secara cerdas.

"Di keluarga harus memulai dengan hal sederhana, misal ada waktu keluarga tanpa handphone, saat beribadah dan makan," pungkas Fidiansjah.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bantu Cegah Penyebaran Covid-19, UV Care Indonesia Berikan Donasi ke RS Atlet

UV Care Indonesia mendonasikan pinjaman UV Care General Sterilizer untuk Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet.

KESEHATAN | 16 April 2020

BPJS Buka Peluang Berbagi Lewat Donasi JKN

Program Donasi JKN-KIS membuka kesempatan bagi perorangan, badan usaha, maupun lembaga.

KESEHATAN | 4 Oktober 2019

Animasi Berperan dalam Pembentukan Karakter Anak

Karakter animasi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan membiasakan pola hidup sehat pada anak.

KESEHATAN | 4 Oktober 2019

Ibu Negara Iriana Jokowi Apresiasi Upaya Pecegahan Stunting

Pencegahan stunting merupakan prioritas program nasional dalam rangka menghadirkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia unggul dan maju.

KESEHATAN | 3 Oktober 2019

50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia

Indonesia menjadi negara penyumbang tertinggi pasien mancanegara di Malaysia.

KESEHATAN | 3 Oktober 2019

Bidik Pasien dari Indonesia, Malaysia Healthcare Gandeng Traveloka

Lebih dari 900.000 pasien dari Indonesian pada 2018 telah menerima perawatan kesehatan di Malaysia.

KESEHATAN | 3 Oktober 2019

34 Juta Peserta PBI Tak Sinkron dengan Data Terpadu

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mengatakan ada sekitar 34 juta lebih peserta PBI yang tidak sinkron dengan data terpadu.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Data Tidak Valid, Peserta PBI Langsung Dicoret

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial Mirza Pahlevi memastikan peserta PBI yang dicoret karena data mereka tidak valid dan tidak sesuai dengan NIK.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Project Sunrise Gelar Edukasi Kesehatan Ginjal

Pencegahan penyakit ginjal memiliki arti penting untuk menekan insiden penyakit ini yang meningkat tiap tahunnya.

KESEHATAN | 3 Oktober 2019

Ganjar Tegaskan Komitmen Pemprov Jateng Cegah Stunting

Stunting mengakibatkan penurunan kualitas kesehatan dan intelegensi yang sulit diperbaiki jika anak sudah melewati usia dua tahun.

KESEHATAN | 2 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS