Menkes Terawan Fokuskan Empat Program Prioritas
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Menkes Terawan Fokuskan Empat Program Prioritas

Jumat, 25 Oktober 2019 | 22:51 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Resmi menjadi Menteri Kesehatan (Menkes), Letjen TNI (Purn) Dr dr Terawan Agus Putranto, akan melanjutkan program dari Menkes sebelumnya, Prof Nila Moeloek. Menkes Terawan berjanji akan tancap gas untuk mengerjakan empat program prioritas sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertama, menurunkan angka balita pendek/kerdil (stunting). Kedua, menyelesaikan persoalan JKN-KIS. Ketiga, harga obat dan alat kesehatan yang tinggi. Keempat, rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri oleh rumah sakit.

Terawan mengatakan, isu kesehatan utama yang dibahas oleh Presiden saat memintanya menjadi Menkes adalah persoalan stunting. Masalah stunting menjadi prioritas utama yang diamanatkan Presiden kepada Terawan untuk secepatnya diselesaikan.

Diketahui, Menkes periode 2014-2019, Nila Moeloek, di hari-hari terakhir masa jabatannya mengumumkan angka stunting turun sekitar 3,1 persen di tahun 2019. Dari 30,8 persen di 2018, turun menjadi 27,67 persen (2019) atau sekitar 6 juta lebih bayi berusia 0-5 tahun yang menderita stunting.

"Terimakasih Ibu Nila, dalam kurun waktu lima tahun angka stunting telah berhasil diturunkan hampir 10 persen. Untuk itu, mari kita teruskan dan prioritaskan program penurunan stunting yang sudah ada agar mencapai tagret sesuai kesepakatan dunia dalam rangka siapkan SDM yang unggul," kata Terawan pada acara pisah sambut Menteri Kesehatan di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Presiden juga meminta Terawan untuk memprioritaskan perbaikan JKN-KIS. Menurut Terawan, pelaksanaan JKN-KIS di era Nila Moeloek memang penuh dengan tantangan berat. Termasuk masalah kekurangan pembiayaan akibat defisit. Namun bagaimana pun program ini harus dilanjutkan karena sangat dibutuhkan masyarakat. Terbukti pemanfaatannya yang terus meningkat setiap tahun. Rata rata setiap harinya ada 640.822 kunjungan ke rumah sakit menggunakan layanan JKN-KIS.

"Untuk itu, mari kita bersama sama mencarikan solusi bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi BPJS saat ini. Kami akan membantu sepenuhnya. Dengan tekornya BPJS memfasilitasi masyarakat yang sakit. Memang semangat untuk atasi yang sakit ini ada konsekuensinya, tapi kita akan selesaikan bersama," kata Terawan.

Adapun dua isu kesehatan lain yang juga diminta Presiden untuk dikerjakan Menkes Terawan, adalah masalah harga obat dan alat kesehatan yang tinggi serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri oleh rumah sakit negeri sendiri.

Kemkes sendiri sedang merintis produksi bahan baku obat dalam negeri untuk menekan mahalnya biaya obat. Saat ini, 95 persen bahan baku obat masih bergantung pada impor, utamanya dari India dan Tiongkok. Kemkes menargetkan ketergantungan ini diturunkan sebesar 15 persen pada 2021 mendatang.

Terawan juga memberikan apresiasi tinggi kepada Nila Moeloek yang dinilainya berhail melaksanakan bebagai program kesehatan demi Indonesia sehat. Di antaranya ada program gerakan masyarakat hiudp sehat (Germas), Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK), dan Nusantara Sehat (NS)

Menkes Terawan mengakui program kesehatan di bawah kepemimpinan Nila Moeloek terbukti dijalankan dengan sempurna. Begitupun isu strategis kesehatan lainnya seperti angka kematian ibu dan bayi, stunting, imunisasi, penyakit tidak menular, pembangunan fasilitas layanan kesehatan, dan SDM di daerah terpencil menjadi bagian dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Program Nusantara Sehat patut diacungi jempol, yang menjadi solusi distribusi SDM. Kami tinggal meneruskan,” kata Terawan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siloam Hospitals Group Apresiasi Kinerja dan Layanan Sopir Ambulans

Apresiasi yang diberikan dalam bentuk sertifikasi sebagai hasil optimal dalam bekerja.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Suhu Panas, Masyarakat Diimbau Banyak Minum Air

Masyarakat diimbau untuk memperbanyak minum air guna menjaga suhu tubuh di tengah fenomena suhu panas yang terjadi di sebagian besar wilayah Tanah Air.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Defisit BPJS Mulai Ganggu Pelayanan Apotek

Selama ini nominal iuran yang berlaku besarannya tidak sebesar yang seharusnya ditanggung masyarakat karena sebagian sudah ditanggung pemerintah.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Ini Kata Pakar Soal Cara Duduk Jokowi yang Unik

Menurut pakar dari FKUI dr Andhika Raspati mengatakan Presiden Jokowi memiliki sendi ankle dengan mobilitas yang baik.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Menkes Terawan Berikan Gaji Pertama untuk Atasi Defisit BPJS

Gerakan ini kemungkinan diikuti oleh seluruh pejabat serta pegawai Kementerian Kesehatan secara sukarela.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Sarihusada dan IPB Kembangkan Modul Pelatihan Cegah Stunting

Dalam masa perubahan, kalangan remaja banyak yang mengalami kekurangan gizi.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Hindari Kebiasaan Ini Saat Anda Sedang Stres

Hindari beberapa kebiasaan ini saat Anda mengalami stres

KESEHATAN | 24 Oktober 2019

Ini Cara Atasi Ambeien Pada Wanita Hamil

Setiap wanita hamil berisiko mengalami ambeien, bisakah kondisi tersebut menghalangi penderitanya untuk melahirkan secara normal?

KESEHATAN | 24 Oktober 2019

Pemenuhan Nutrisi Dukung Ragam Minat Generasi Alpha

Generasi alpha yang lahir di era globalisasi dihadapkan dengan berbagai pilihan.

KESEHATAN | 24 Oktober 2019

Digitalisasi Pangkas Biaya Operasional Rumah Sakit

Era industri 4.0 memberikan tantangan nyata di sektor kesehatan.

KESEHATAN | 24 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS