Kecukupan Nutrisi Bantu Lawan Sel Kanker 

INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Kecukupan Nutrisi Bantu Lawan Sel Kanker 


Minggu, 27 Oktober 2019 | 22:03 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Seperti orang sakit pada umumnya, penderita kanker pun bisa kehilangan napsu makan. Apalagi dalam tahap kemoterapi, energi tubuh seolah terkuras habis untuk berperang melawan sel kanker.

Dalam kondisi seperti ini, seorang penderita kanker akan kekurangan nutrisi. Sehingga, berat badannya terus menurun drastis. Padahal dalam tahap penyembuhan, kebutuhan nutrisi penderita kanker dua kali lipat lebih tinggi dari orang sehat. Kecukupan nutrisi sangat penting bagi penderita untuk tetap bertahan.

“Memang pada masa kemoterapi itu badan lemas, tapi hanya sesaat. Tapi jangan sampai juga dibatasi makanannya, karena pasien harus kuat untuk menjalani pengobatannya," kata Rebecca kepada Suara Pembaruan, usai seminar awam dengan tema 'Nutrisi yang Sesuai Untuk Pasien Kanker' di Kantor YKI (Yayasan Kanker Indonesia), di Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Rebecca menambahkan, kemoterapi akan membasmi semua sel kanker dan sebagian sel normal. Sel kanker akan mati. Sedangkan sel normal punya kemampuan untuk hidup atau bangun kembali. Daya tahan tubuh pasien cukup untuk melawan sel kanker, dan membuat sel normal kembali hidup. Untuk itu butuh asupan nustrisi yang cukup. Pasien harus kuat dan berat badan tetap terjaga.

"Ketika berat badan turun drastis, pasien akan sulit untuk melawan sel kanker, dan membantu sel normal untuk bangun kembali," jelasnya.

Menurut Rebecca, sistem imun tubuh pasien harus berkembang untuk menyerang sel kanker. Ketika pasien kurus sekali, pembentukan hemoglobin (protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah) dan leukosit (sel yang membentuk komponen darah) akan berkurang. Akibatnya badan tidak cukup kuat untuk melawan sel kanker. Idelanya berat badan pasien kanker itu tinggi badan dikurangi 100. Jadi jika tinggi badan adalah 155 centimeter (cm), maka beratnya harusnya di 55 kilogram (kg).

Dokter spesialis gizi klinik, dr Fiastuti Witjaksono, mengatakan, pasien kanker sebenarnya tidak memiliki pantangan makanan apapun. Namun dalam praktiknya, tidak jarang pasien dilarang makan sembarangan karena dikhawatirkan memicu kankernya tambah parah. Persepsi seperti ini dinilai keliru.

Pasien kanker justru perlu mengonsumsi makanan yang tinggi kalori dan protein, mengandung asam amino esensial, dan asupan EPA dari minyak ikan. EPA adalah suatu asam lemak esensial (lemak yang dibutuhkan tubuh dan didapat dari makanan) dan bersumber dari ikan laut. EPA bermanfaat untuk membantu mempertahankan massa otot, menurunkan peradangan di dalam tubuh, menurunkan efek samping kemoterapi, dan meningkatkan respons kemoterapi.

Berdasarkan rekomendasi klinis, EPA dianjurkan untuk dikonsumsi pasien kanker sebanyak 2 gram per hari yang dapat ditemukan di dalam 300 gram hingga 400 gram bahan makanan sumber EPA atau dari 400 ml makanan cair komersial tinggi protein yang diperkaya EPA.

Anggota Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) ini lebih lanjut mengatakan, pengaturan nutrisi merupakan salah satu faktor penting bagi pasien kanker. Terapi nutrisi yang sesuai dapat membantu meningkatkan keberhasilan dari terapi yang dijalani pasien kanker, baik itu kemoterapi maupun radioterapi. Apabila pasien mendapatkan nutrisi yang tidak sesuai, pasien tidak akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas secara normal maupun untuk memenuhi kebutuhan gizi minimal yang tubuh butuhkan untuk menunjang obat kemoterapi maupun sinar radiasi dari radioterapi. Hal ini, tentu akan mempengaruhi perjalanan penyakit dan keberhasilan terapi pasien kanker.

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian utama di Indonesia. Menurut Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia meningkat dari 1,4 per seribu penduduk di 2013 menjadi 1,79 per seribu penduduk di 2018. Di tahun 2018, penderita penyakit kanker terdapat 18,1 juta kasus baru kanker dengan angka kematian sebesar 9,6 juta.

Kanker disebabkan oleh multifaktor, hanya 5 persen hingga 10 persen yang merupakan faktor gen selebihnya karena faktor lingkungan termasuk di antaranya makanan sebesar 30 persen hingga 35 persen, tembakau 25 persen hingga 30 persen, infeksi 15 persen hingga 20 persen, obesitas 10 persen hingga 20 persen, dan alkohol 4 persen hingga 6 persen. Itulah mengapa menjaga pola makan dan berat badan, menghindari rokok dan alkohol sangat diperlukan untuk menekan risiko kanker.

"Bagi mereka yang saat ini sedang menjalani perawatan kanker, sangat disarankan untuk tetap mengikui saran dokter, baik menjalani terapi, menerapkan nutrisi yang sesuai, dan melakukan aktivitas fisik," kata Fiastuti.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jaga Daya Tahan Tubuh, Perhatikan Empat Pilar Kesehatan Anak

Aktivitas fisik dapat memicu pertumbuhan otak.

KESEHATAN | 27 Oktober 2019

Dermaster Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Sejak Dini

Untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia, Dermaster juga terus meningkatkan kualitas layanan.

KESEHATAN | 27 Oktober 2019

Menkes Terawan Sebut Gorontalo Tempat Belajar Pertamanya

Terawan memperoleh banyak masukan dan informasi dari kunjungan perdananya ke Provinsi Gorontalo.

KESEHATAN | 27 Oktober 2019

Direktur RSPON: Cegah Stroke dengan Kenadlikan Faktor Risiko

Risiko stroke ada yang bisa dikendalikan dan ada juga yang tidak bisa dikendalikan.

NASIONAL | 26 Oktober 2019

Menkes Terawan Fokuskan Empat Program Prioritas

Terawan berjanji akan tancap gas untuk mengerjakan empat program prioritas sesuai arahan Presiden Jokowi.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Siloam Hospitals Group Apresiasi Kinerja dan Layanan Sopir Ambulans

Apresiasi yang diberikan dalam bentuk sertifikasi sebagai hasil optimal dalam bekerja.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Suhu Panas, Masyarakat Diimbau Banyak Minum Air

Masyarakat diimbau untuk memperbanyak minum air guna menjaga suhu tubuh di tengah fenomena suhu panas yang terjadi di sebagian besar wilayah Tanah Air.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Defisit BPJS Mulai Ganggu Pelayanan Apotek

Selama ini nominal iuran yang berlaku besarannya tidak sebesar yang seharusnya ditanggung masyarakat karena sebagian sudah ditanggung pemerintah.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Ini Kata Pakar Soal Cara Duduk Jokowi yang Unik

Menurut pakar dari FKUI dr Andhika Raspati mengatakan Presiden Jokowi memiliki sendi ankle dengan mobilitas yang baik.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019

Menkes Terawan Berikan Gaji Pertama untuk Atasi Defisit BPJS

Gerakan ini kemungkinan diikuti oleh seluruh pejabat serta pegawai Kementerian Kesehatan secara sukarela.

KESEHATAN | 25 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS