Aktivitas Fisik Rutin Bantu Hindari Penyakit Berbahaya
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Aktivitas Fisik Rutin Bantu Hindari Penyakit Berbahaya

Minggu, 3 November 2019 | 15:49 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Medan, Beritasatu.com - Kurangnya aktivitas fisik dapat mencetus berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, dinilai dapat membantu masyarakat terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.

Baca Juga: Aktivitas Fisik Jadikan Anak Lebih Bahagia

Technical Marketing Advisor PT Fonterra Brands Indonesia, Rohini Behl, mengatakan, berdasarkan data Riskesdas 2018, jumlah rata-rata penduduk Indonesia yang menjalani aktivitas fisik kurang tercatat lebih dari 33 persen. Angka ini meningkat dari Riskesdas 2013 yang tercatat 26 persen.

"Kurangnya aktivitas fisik dapat mencetus berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Padahal, aktivitas fisik secara rutin dapat membantu masyarakat terhindar dari penyakit berbahaya tersebut, seperti salah satu yang dikomunikasikan melalui Germas oleh pemerintah," ujar Rohini Behl, seusai acara 'Lions Jalan Sehat 2019' di Lapangan Benteng, Medan, Minggu (3/11/2019).

Baca Juga: Kecukupan Nutrisi Pasien Bantu Lawan Sel Kanker 


Rohini menambahkan, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung Germas serta menginsipirasi dan mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih aktif, Anlene mengadakan kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak'.

"Kampanye ini merupakan sebuah inisiatif untuk mengajak masyarakat Indonesia melawan gaya hidup tidak aktif atau sedentari dengan menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot," tandas Rohini.

Baca Juga: Anlene Gandeng FORMI Dorong Aksi Germas di Palembang

Marketing Manager Anlene, Rhesya Agustine, memaparkan, pihaknya dan Lions Club ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk hidup aktif untuk mencegah peningkatan risiko penyakit tidak menular dengan menyelenggarakan 'Lions Jalan Sehat 2019' di Lapangan Benteng, Medan, yang diikuti lebih kurang 25.000 peserta.

"Masyarakat di Medan memiliki kepedulian tinggi terhadap pentingnya kesehatan, dibuktikan dengan antusiasme 25.000 warga Medan yang berpartisipasi kami berharap mereka dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya untuk menjalani gaya hidup sehat aktif," papar Rhesya.

Rhesya menambahkan,dalam kesempatan ini pihaknya juga turut mendukung dengan penyediaan move check untuk pemeriksaan kesehatan dan kepadatan tulang serta usia tubuh.

"Melalui kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak', Fonterra Brands Indonesia menunjukkan komitmen dalam meningkatkan gaya hidup aktif, serta menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih kuat, lebih sehat, dan bahagia,” tutup Rhesya.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kenaikan Iuran Merugikan Peserta Mandiri

Kenaikan iuran JKN-KIS yang telah resmi diberlakukan pemerintah dinilai merugikan peserta mandiri.

KESEHATAN | 2 November 2019

Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II Hadir di Jakarta

RSA Nusa Waluya II menjadi program layanan kesehatan terbaru dari doctorSHARE.

KESEHATAN | 1 November 2019

Cara Efektif Atasi Wasir dengan Ekstrak Daun Ungu

Ekstrak daun ungu merupakan jenis obat herbal yang dipercaya efektif dalam mengobati wasir atau ambeien.

KESEHATAN | 1 November 2019

Di Jerman, Perokok Bayar Iuran Program Kesehatan Lebih Besar

Rumah sakit berharap pembayaran klaim lebih lancar.

KESEHATAN | 31 Oktober 2019

Masyarakat Mampu Jadi Parasit BPJS Kesehatan

Pemerintah diminta tidak memberikan subsidi kepada golongan masyarakat yang mampu.

KESEHATAN | 31 Oktober 2019

Kenaikan Iuran Jadi Solusi Defisit BPJSK

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sudah sesuai dengan perhitungan.

KESEHATAN | 31 Oktober 2019

Nutrifood Ajak Peneliti Indonesia Batasi Kandungan GGL

Empat penelitian berhasil menjadi pemenang NRC Grant 2019.

KESEHATAN | 31 Oktober 2019

Iuran Naik, Peserta BPJS Kesehatan Berharap Layanan Lebih Baik

Peserta mandiri dengan ekonomi pas-pasan menyuarakan keberatan atas kenaikan iuran BPJS Kesehatan, tetapi berharap agar layanan diperbaiki.

KESEHATAN | 31 Oktober 2019

Iuran JKN-KIS Resmi Naik, Berikut Perubahannya

Untuk buruh dan pemberi kerja, penyesuaian iuran hanya berdampak pada pekerja dengan upah di atas Rp 8 juta sampai dengan Rp 12 juta.

KESEHATAN | 30 Oktober 2019

Iuran Naik, BPJS Bakal Kantongi Rp 14 T untuk Tutupi Defisit

Jika proyeksi defisit Rp 32,8 triliun, sedangkan potensi dana dari penyesuaian iuran hanya menghasilkan Rp 14 triliun, maka masih kurang sekitar Rp 18,8 triliun

KESEHATAN | 30 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS