BPOM Bekali Milenial Edukasi Makan Sehat
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.47)   |   COMPOSITE 5091.82 (17.41)   |   DBX 966.643 (3.06)   |   I-GRADE 139.941 (0.36)   |   IDX30 428.154 (0.24)   |   IDX80 113.358 (0.19)   |   IDXBUMN20 291.199 (1.72)   |   IDXG30 119.599 (-0.29)   |   IDXHIDIV20 379.423 (0.06)   |   IDXQ30 124.629 (0.12)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.3)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.08)   |   IDXV30 107.251 (0.02)   |   INFOBANK15 832.7 (1.54)   |   Investor33 373.408 (0.63)   |   ISSI 150.953 (0.2)   |   JII 549.986 (0.31)   |   JII70 187.543 (0.26)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.27)   |   LQ45 788.563 (0.78)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.56)   |   PEFINDO25 277.129 (3.46)   |   SMInfra18 242.149 (-0.38)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.55)   |  

BPOM Bekali Milenial Edukasi Makan Sehat

Senin, 11 November 2019 | 22:02 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Setiap tahunnya, dunia memperingati 16 Oktober sebagai Hari Pangan Sedunia atau World Food Day. Dengan tema global Our Actions are Our Future. Healthy Diets for a #zerohunger World, Hari Pangan Sedunia tahun 2019 menyoroti upaya yang lebih cermat dalam memastikan keamanan pangan dan pola pangan sehat untuk semua orang.

Badan POM turut merayakan kampanye Hari Pangan Sedunia melalui dialog langsung dengan masyarakat yang mengusung tema 'Ngobrol Asyik Bareng Badan POM: Makan Sehat Ala Generasi Cerdas' di Mitra Terrace, Karet-Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Penny K Lukito mengatakan, tahun ini, kita dituntut untuk mampu mempromosikan aksi melawan kelaparan di seluruh dunia, memastikan keamanan pangan serta pola hidup dengan pangan yang bergizi dan sehat untuk seluruh penduduk di dunia.

"Faktor utama penyebab penyakit dan kematian di seluruh dunia bermula dari kebiasaan pola pangan yang tidak sehat dan gaya hidup yang kurang aktif,” kata Penny K Lukito, dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Senin (11/11/2019).

Baca Juga: Literasi Gizi Dinilai Masih Rendah

Menurut data resmi Food and Agriculture Organization (FAO), kebiasaan ini telah menjadi faktor pembunuh dan disabilitas nomor satu di dunia. Selain itu, fenomena kekurangan gizi dan kelebihan gizi serta obesitas sering terjadi bersamaan baik di negara maju maupun negara berkembang.

"Diperkirakan lebih dari 670 juta orang dewasa dan 120 juta anak (5-19 tahun) perempuan dan laki-laki di dunia mengalami obesitas, dan lebih dari 40 juta anak balita kelebihan berat badan, sementara lebih dari 820 juta orang menderita kelaparan,” imbuhnya.

Saat ini, kata Penny K Lukito, anak-anak serta remaja generasi milenial, khususnya di daerah perkotaan dengan mudah mengakses pangan siap saji baik yang tersedia di pinggir jalan maupun secara online dengan harga terjangkau dan beragam. Namun tingkat kesadaran generasi muda untuk mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi masih kurang.

"Karena itulah, Badan POM menjalankan misi untuk mengedukasi generasi milenial dan pelaku usaha pangan khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang diet sehat yang terkait dengan makanan jalanan,” ujarnya.

Tema acara 'Makan Sehat ala Generasi Cerdas' diangkat dengan semangat untuk memberikan inspirasi dan wawasan kepada generasi milenial untuk mengonsumsi pangan aman, bermutu, dan bergizi.

Kampanye keamanan pangan kepada masyarakat khususnya generasi milenial dan PKL diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyiapkan dan mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi dalam rangka mewujudkan #zerohunger world.

"Saya mengajak semua pihak untuk bersama bersinergi mengawal keamanan pangan di Indonesia baik melalui pembinaan maupun pengawasan. Para generasi milenial juga harus berperan serta secara aktif untuk mewujudkan Indonesia yang maju, terdepan dengan tingkat keamanan pangan yang unggul,” pungkas Penny K Lukito.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Evergen Dorong Kemandirian Bahan Baku Farmasi Nasional

Evergen berhasil meraih piala karya anak bangsa dari Kementerian Kesehatan.

KESEHATAN | 11 November 2019

Subsidi BPJS, Menkes Butuhkan Data Detail

Data yang mendetail dibutuhkan Menteri Kesehatan agar subsidi iuran BPJS Kesehatan kelas III dapat tepat sasaran.

KESEHATAN | 11 November 2019

Tak Sanggup Bayar, Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Turun Kelas

Warga merasa kenaikan BPJS Kesehatan hingga seratus persen tak sejalan dengan kenaikan penghasilan mereka.

KESEHATAN | 11 November 2019

Komisi IX Harap Menkes Buat Terobosan Inovatif Dunia Kesehatan

dr. Terawan dikenal sebagai sosok yang kaya akan terobosan sebelum menjadi menkes.

KESEHATAN | 11 November 2019

Wacana Subsidi Peserta JKN-KIS Kelas III Dinilai Kurang Tepat

Untuk membantu orang miskin di kelas III, Timboel mengusulkan, pembersihan data harus dilakukan secara obyektif.

KESEHATAN | 11 November 2019

Pemerintah Akan Subsidi Peserta JKN-KIS Kelas III

Membatalkan kenaikan iuran dan merevisi Pepres 75/2019 kemungkinan tidak dilakukan. Iuran peserta mandiri tetap naik, tetapi peserta kurang mampu akan disubsidi

KESEHATAN | 11 November 2019

Inuki Dorong Sinergisitas Pengobatan Nuklir di Indonesia

Inuki menjabarkan metode pengobatan nuklir di pameran Pembangunan Kesehatan 2019.

KESEHATAN | 10 November 2019

Andi Gani Dukung Usulan Menkes Soal Subsidi Iuran BPJS

Pemberian subsidi iuran BPJS bertujuan mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

KESEHATAN | 9 November 2019

Frisian Flag Janji Dukung Daihatsu Astec Open 2020

Frisian Flag berjanji akan ikut bergabung dan mendukung kejuaraan bulutangkis Daihatsu Astec Open 2020.

KESEHATAN | 8 November 2019

Rawat Organ Kewanitaan Dengan Ramuan Herbal Ini

Majakanza mampu merawat organ kewanitaan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

KESEHATAN | 14 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS