Kemkes Luncurkan Dokumen Pencegahan Penyebaran Penyakit
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Kemkes Luncurkan Dokumen Pencegahan Penyebaran Penyakit

Jumat, 20 Desember 2019 | 23:24 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Makin mudahnya konektivitas dan mobilitas yang tinggi antara negara menyebabkan penyakit menular menjadi ancaman negara di dunia termasuk Indonesia.

Indonesia Peringkat Ke-3 Kasus TB Tertinggi Dunia

Penyebaran wabah penyakit tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga ketahanan sebuah negara. Untuk itu, setiap negara harus mampu mengendalikan dan mencegahnya secara terpadu dan tersistem.

Dalam lima dasawarsa terakhir, telah terjadi kedaruratan kesehatan masyarakat antara lain ditandai oleh penyebaran penyakit menular dan kejadian yang disebabkan oleh radiasi nuklir, pencemaran biologis, pencemaran bahan kimia, bioterorisme dan makanan yang menimbulkan masalah kesehatan. Hal tersebut berpotensi menyebar ke berbagai negara.

Sebagai contoh, berbagai penyakit menular yang muncul telah mengakibatkan kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia, antara lain Ebola (2014 dan 2019), Poliomyelitis (2018), Penyakit Virus Zika (2016), Influenza A (H1N1) (2009), Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) (2002-2003), serta kebocoran reactor nuklir di Hiroshima yang berisiko munculnya penyakit-penyakit tertentu.

Fasilitas BPJS Kesehatan Berlebihan Bakal Ditertibkan

Di Indonesia, sejak 2005-2018 terdapat 200 kasus Avian Influenza (AI) dengan 168 kematian. Sejak kejadian luar biasa AI tahun 2005, Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan mengendalikan AI, termasuk memperkuat pencegahan dan pengendalian, komunikasi dan kolaborasi antara sektor-sektor terkait, dan upaya kesiapsiagaan pandemi influenza komprehensif (seperti mengembangkan pedoman, rencana darurat, dan melaksanakan simulasi diatas meja dan simulasi lapangan).

Pada tahun 2018, Indonesia melaporkan adanya 1 kasus jenis polio yang dikenal dengan circulating vaccine-derived poliovirus type 1 (cVDPV1) dan 2 kontak dari kasus positif cVDPV1 yang terjadi di Papua. Karena kasus ini berasal dari Papua Nugini (PNG), selain melaksanakan pekan imunisasi sub-nasional dan meningkatkan imunisasi rutin, Indonesia juga memperkuat pengawasan lintas batas dan mengembangkan notaa kesepahaman (MoU) antara pemerintah dan PNG.

Untuk mencegah penyebaran penyakit yang meresahkan dunia tersebut, maka Kementerian Kesehatan (Kemkes) bersama 24 kementerian dan lembaga menyusun Dokumen Rencana Aksi Nasional Ketahanan Kesehatan Indonesia atau National Action Plan for Health Security (NAPHS) tahun 2020-2024.

Menkes Apresiasi Prestasi RSUD Tulungagung

Menteri Kesehatan (Menkes), Letjen TNI (Purn) Dr dr Terawan Agus Putranto, mengatakan dokumen NAPHS memuat panduan bagi seluruh kementrian/lembaga dalam meningkatkan kapasitas ketahanan kesehatan nasional. Dokumen ini bersifat living document, penting dan strategis untuk segera diimplementasikan serta menjadi acuan untuk menyusun kegiatan teknis di kementerian/lembaga masing-masing.

"NAPHS melibatkan semua kementerian, lembaga dan institusi serta melibatkan masing masing 19 area atau kita singkat sebagai military civil collaboration. Jadi, ini gabungan sipil militer untuk bersama-sama melakukan ketahanan kesehatan nasional,” kata Terawan saat peluncuran NAPHS tersebut di kantor Kemkes, Jakarta, Jumat (20/12).

Menurut Terawan, NAPHS adalah tindak lanjut dari International Health Regulation (IHR) tahun 2005, yaitu perjanjian internasional yang disepakati dan meningkat negara anggota organisasi kesehatan dunia (WHO).

Perjanjian ini memiliki kemampuan mencegah, mendeteksi serta merespon secara cepat dan adekuat setiap ancaman penyakit yang berpotensi menyebar antara negara. Bahkan, mengakibatkan kegawatdaruratan kesehatan mastarakat yang meresahkan dunia.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pentingnya Pekerja Kantoran Terapkan Pola Hidup Sehat

FibreFirst hadir di Surabaya untuk mengedukasi para pekerja agar mulai membiasakan hidup sehat.

KESEHATAN | 20 Desember 2019

Pentingnya Ibu Hamil Melakukan Perawatan Kulit

Masih banyak pemahaman yang tidak tepat mengenai perawatan kesehatan dan kecantikan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak.

KESEHATAN | 19 Desember 2019

Hadapi Kendala di Rumah Sakit, Pasien Bisa Laporkan ke BPJS Satu

BPJS Satu diharapkan bisa menjawab kebutuhan informasi dan pengaduan dari pasien JKN-KIS maupun masyarakat umum.

KESEHATAN | 19 Desember 2019

Rayakan HUT ke-100, RSCM Kembangkan Inovasi Layanan Kesehatan

Memasuki usianya yang ke-100 tahun, RSCM terus aktif dan berkontribusi dalam bidang kesehatan di Indonesia.

KESEHATAN | 19 Desember 2019

Iuran JKN-KIS Naik, Pemda Dilarang Pangkas Jumlah PBI

Tidak ada alasan pemda untuk memangkas atau mengurangi jumlah PBI yang dibiayai dari APBD.

KESEHATAN | 19 Desember 2019

Adian Napitupulu Dikabarkan Terkena Serangan Jantung

Adian melakukan perjalanan tugas ke Palangkaraya.

KESEHATAN | 19 Desember 2019

Guru Besar UI: Stunting Bisa Ancam Ketahanan Bangsa

Masalah stunting menurutnya adalah permasalahan yang sangat penting dalam konteks ketahanan bangsa

KESEHATAN | 18 Desember 2019

IDI dan BPJS Siapkan Kajian Kebutuhan Dasar JKN-KIS

Hasil kajian akan menjadi rujukan untuk menentukan standar benefit layanan bagi peserta.

KESEHATAN | 17 Desember 2019

Asupan Protein Harian Dukung Aktivitas Pria Modern

Kecukuan asupan nutrisi protein harian sering terlewatkan.

KESEHATAN | 17 Desember 2019

BPOM Tegaskan Nata De Coco Termasuk Jenis Pangan

GAPPMI membantah video nata de coco mengandung plastik.

KESEHATAN | 16 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS