BKKBN Ungkap Dua Tantangan Turunkan Angka Kelahiran
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

BKKBN Ungkap Dua Tantangan Turunkan Angka Kelahiran

Selasa, 11 Februari 2020 | 23:29 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mencatat rata-rata perempuan usia subur di Indonesia memiliki anak lebih dari dua atau tiga. Ini terlihat dari total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total yang kembali naik.

Angka Kelahiran Naik Bikin BKKN Galau

Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal, mengatakan TFR mulai jalan di tempat. Padahal sebelumnya sempat turun. Rata-rata perempuan usia subur memiliki di 2017 masih di angka 2,4. Angka ini sempat turun beberapa poin di 2018 menjadi 2,38. Tetapi sekarang angka ini kembali naik menjadi 2.45, yang menandakan rata-rata perempuan usia subur di Indonesia memiliki anak lebih dari dua. TFR adalah salah satu parameter capaian program BKKBN.

Menurut Nofrijal, setelah diidentifikasi ternyata ada dua masalah utama. Pertama, karena pembiayaan atau penganggaran untuk program KB belum efektif di kabupaten/kota. Kedua, peran atau fungsi petugas/penyuluh lapangan KB (PLKB) belum maksimal.

"Dua masalah inilah yang akan kita benahi di 2020, sehingga di 2021 kembali ke jalurnya,” kata Nofrijal usai acara pembukaan pra rakernas Banggakencana di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Hasto Berharap Milenial Dukung Rebranding BKKBN

Soal PLKB, lanjut Nofrijal, masih jadi masalah. Mereka adalah garda terdepan dalam mengampanyekan dan mengajak pasangan usia subur untuk ber-KB. Juga turut memastikan rantai pasok alat kontrasepsi sampai di fasilitas layanan kesehatan. Sayangnya jumlah mereka tidak memadai.

Saat ini, hanya ada kira kira 22.000 PLBK berstatus PNS dan non PNS. Jumlah ini tidak cukup menjangkau sekitar 82.000 desa. Idealnya satu PLKB membawahi 2 desa. Faktanya sekarang satu PLKB membawahi 6 desa hingga 7 desa. Di daerah-daerah yang capaian KB-nya rendah justru jumlah KB lebih sedikit. Di Papua, misalnya, bahkan satu PLKB menjaungkau 20 desa.

Ketersediaan alat kontrasepsi sampai ke daerah juga jadi tantangan tersendiri. Manajemen rantai pasok alat kontrasepsi belum terjamin di semuafasilitas layanan kesehatan. Selain itu vakumnya kepemimpinan BKKBN di tahun 2017-2018 ikut berpengaruh.

Kepala BKKN Sebut NTT Sulit Meraih Bonus Demografi

Selama beberapa tahun BKKBN tidak memiliki pemimpin definitif, sehingga beberapa program pengadaan alat kontrasepsi tersendat dan terlambat sampai ke daerah hingga akhir 2019. Ini menyebabkan akses masyarakat terhadap alat kontrasepsi terganggu di beberapa daerah.

Hambatan lainnya, program KB tidak lagi didukung oleh lingkungan yang strategis sejak otonomi daerah. Penolakan terhadap KB masih berlangsung baik oleh tokoh formal maupun informal.

Sementara BKKBN sebagai instansi vertikal tidak punya hubungan birokrasi dan tidak memiliki akses kontrol sampai ke daerah. Alhasil, bisa saja pemda tidak peduli ada tidaknya alat kontrasepsi di daerahnya. Tidak ada yang menjamin apakah alat kontrasepsi sudah kadaluarsa dan tersimpan dengan baik. Padahal BKKBN sudah membangun gudang penyimpanan sampai ke tingkat kabupaten/kota. Tidak semuanya terurus dengan baik entah itu kondisi fisik maupun sistem informasinya.

“Inilah yang jadi kendala kita, bahwa pasien kita ada jutaan tidak dipastikan tersedia atau tidak alat kontrasepsinya. Tahun ini kita mulai perbarui sistem, dan aplikasinya dibangun untuk memantau kepastian alat kontrasepsi di daerah,” kata Nofrijal.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Angka Kelahiran Naik Buat BKKBN Galau

BKKBN menargetkan angka kelahiran total (TFR) turun di angka 2,1 yang menandakan penduduk tumbuh seimbang.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Ini Penyebab Indonesia Belum Ada Kasus Korona Kata Menkes

Meski kasus korona belum ada di Indonesia, bukan berarti Kemkes bisa lengah.

NASIONAL | 11 Februari 2020

Cegah Virus Korona, Jokowi Apresiasi Kemkes

Meski sempat ada 62 orang yang berstatus suspect, tetapi setelah dicek semuanya dinyatakan negatif.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Wapres Soroti Sistem Perlindungan Sosial

Wapres Ma'ruf Amin juga meminta agar setiap kegiatan yang menyangkut percepatan penanggulangan kemiskinan dilaksanakan di daerah hingga desa.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Wapres Minta Upaya Turunkan Prevalensi Stunting Digenjot

Ma'ruf Amin mempertanyakan efektivitas anggaran tersebut yang belum cukup tercermin dalam penurunan stunting.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Kemkes : 59 Kasus Diduga Virus Korona di Indonesia Negatif

Sebanyak 59 pasien sudah keluar hasilnya dan negatif. Sementara tiga spesimen lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Kondisi Membaik, Pasien di Tulungagung Diprediksi Negatif Korona

Setelah ditangani dokter spesialis paru-paru, suhu badannya turun normal, batuk-batuknya sudah sembuh.

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Satu WNI di Natuna Sakit Karena Air Kotor, Bukan Virus Korona

WNI yang sakit dikarenakan air tangki yang kotor. Namun semua itu sudah teratasi, dan kabar terakhir yang bersangkutan sudah kembali sehat.

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Kemkes: Penurunan Stunting 14% Hanya Cita-cita Politis

Butuh inovasi untuk menurunkan aka stunting menjadi 19%

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Dukungan Regulasi Teknis Penting Guna Percepat Penurunan Stunting

Rachmat mengkritisi kurangnya infrastruktur regulasi di Kementerian Kesehatan dalam upaya penanganan masalah stunting secara menyeluruh.

KESEHATAN | 10 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS