Wapres Minta BKKBN Prioritaskan Penurunan Stunting
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Wapres Minta BKKBN Prioritaskan Penurunan Stunting

Rabu, 12 Februari 2020 | 18:22 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, mengharapkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi ujung tombak dalam membangun bangsa agar memiliki sumber daya manusia (SDM) yang produktif.

Angka Kelahiran Naik Buat BKKBN Galau

Dalam konteks tersebut, saat ini Indonesia menghadapi tantangan besar terkait dengan prevalensi anak kerdil atau stunting. Sejauh ini, memang telah terjadi penurunan prevalensi sunting dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi sebesar 27,67 persen pada tahun 2019.

"Akan tetap, angka ini sebenarnya masih tinggi, karena hampir satu dari tiga anak Balita mengalami stunting," kata Ma'ruf Amin saat membuka Rakornis Kemitraan BKKBN, di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Ma'ruf Amin mengatakan, dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah telah menetapkan target penurunan stunting sampai pada angka 14 persen pada akhir tahun 2024.

"Hal ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah, butuh kontribusi dan kerja keras dari semua pihak. Termasuk melalui pelaksanaan program Keluarga Berencana dengan segala dimensinya," imbuh Ma'ruf Amin.

BKKBN Ungkap Dua Tantangan Turunkan Angka Kelahiran

Selain persoalan stunting, Wapres menilai, upaya pembangunan keluarga juga masih harus berhadapan dengan beberapa persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Seperti angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi, dan imunisasi.

Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Indonesia masih berkisar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Angka itu jauh tertinggal dibandingkan dengan negara ASEAN lain yang berkisar pada 40 sampai 60 per 100.000 kelahiran hidup.

Angka Kematian Bayi (AKB) kurang dari 1 tahun di Indonesia juga masih tinggi. Yaitu 24 per 1.000 kelahiran. Ini jauh di atas angka di Malaysia sebesar 6,7 per 1.000 kelahiran, dan di Thailand 7,8 per 1.000 kelahiran.

Terkait imunisasi bagi anak, saat ini proporsi imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23 bulan turun dari 59,2 persen pada tahun 2013 menjadi 57,9 persen pada tahun 2018. Sementara yang sama sekali tidak mendapatkan imunisasi naik dari 8,7 persen menjadi 9,2 persen.

"Salah satu penyebab menurunnya angka imunisasi ini adalah isu mengenai kehalalan vaksin, walaupun MUI sendiri telah mengeluarkan Fatwa mengenai hal tersebut," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

"Jakarta Memanggil": Senjata Dinkes untuk Melawan HIV

Jakarta sebagai provinsi dengan jumlah HIV/AIDS terbesar memanggil para praktisi kesehatan untuk melawan penyakit mematikan ini.

KESEHATAN | 12 Februari 2020

Begini Alur Pemeriksaan Virus Korona di Laboratorium Kemkes

Hingga Selasa, 10 Februari 2020 pukul 18.00 WIB, 62 spesimen negatif nCoV dan dua spesimen dalam proses pemeriksaan.

KESEHATAN | 12 Februari 2020

BKKBN Ungkap Dua Tantangan Turunkan Angka Kelahiran

Program Keluarga Berencana (KB) tidak lagi didukung oleh lingkungan yang strategis sejak otonomi daerah.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Angka Kelahiran Naik Buat BKKBN Galau

BKKBN menargetkan angka kelahiran total (TFR) turun di angka 2,1 yang menandakan penduduk tumbuh seimbang.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Ini Penyebab Indonesia Belum Ada Kasus Korona Kata Menkes

Meski kasus korona belum ada di Indonesia, bukan berarti Kemkes bisa lengah.

NASIONAL | 11 Februari 2020

Cegah Virus Korona, Jokowi Apresiasi Kemkes

Meski sempat ada 62 orang yang berstatus suspect, tetapi setelah dicek semuanya dinyatakan negatif.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Wapres Soroti Sistem Perlindungan Sosial

Wapres Ma'ruf Amin juga meminta agar setiap kegiatan yang menyangkut percepatan penanggulangan kemiskinan dilaksanakan di daerah hingga desa.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Wapres Minta Upaya Turunkan Prevalensi Stunting Digenjot

Ma'ruf Amin mempertanyakan efektivitas anggaran tersebut yang belum cukup tercermin dalam penurunan stunting.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Kemkes : 59 Kasus Diduga Virus Korona di Indonesia Negatif

Sebanyak 59 pasien sudah keluar hasilnya dan negatif. Sementara tiga spesimen lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Kondisi Membaik, Pasien di Tulungagung Diprediksi Negatif Korona

Setelah ditangani dokter spesialis paru-paru, suhu badannya turun normal, batuk-batuknya sudah sembuh.

KESEHATAN | 10 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS