Manfaat Camilan Seimbang Saat Ramadan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

Manfaat Camilan Seimbang Saat Ramadan

Jumat, 15 Mei 2020 | 21:25 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Baik disadari maupun tidak, perubahan kegiatan sehari-hari menjadi #dirumahaja selama masa pandemi virus corona atau Covid-19, membuat masyarakat ngemil secara berlebih. Tak jarang, timbul kekhawatiran akan efeknya nantinya.

Baca Juga: Manfaat Asam Folat dan Vitamin C untuk Imunitas Tubuh

Memahami pentingnya manfaat camilan seimbang bagi masyarakat, Mondelez Indonesia meluncurkan kampanye #NgemilBijak guna mendorong setiap orang untuk lebih bijak mengkonsumsi camilan sehingga bisa mendapatkan manfaat secara lebih seimbang, baik untuk tubuh maupun pikiran.

Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia, Khrisma Fitriasari menjelaskan, kampanye #NgemilBijak merupakan inspirasi agar masyarakat memilih camilan yang tepat, mengkonsumsinya pada waktu yang tepat, serta menikmati camilan tersebut dengan cara yang tepat pula.

"Kampanye ini sejalan dengan tujuan global dari Mondelez International, yakni Empower People to Snack Right, untuk terus menginspirasi masyarakat mengkonsumsi camilan secara lebih bijak," jelas Khrisma dalam keterangan persnya, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Kulit Anak Selama Pandemi Covid-19

Pada dasarnya orang Indonesia memang suka ngemil, bahkan 23 persen lebih banyak daripada rata-rata global, seperti diungkapkan melalui sebuah studi konsumen bertajuk The State of Snacking yang dilakukan di Indonesia dan 11 negara lainnya. Selain itu, hasil studi dari Mondelez Internasional tersebut juga menjelaskan bahwa rata-rata orang Indonesia bergantung pada camilan untuk memenuhi kebutuhan mental dan emosional.

Psikolog Klinis, Tara De Thouars mengamini bahwa kebiasaan ngemil berlebih memang sangat rentan terjadi selama #dirumahaja di masa pandemi ini. Hal tersebut dipicu oleh rasa bosan atau kondisi emosi tidak stabil dikarenakan perubahan kebiasaan yang mendadak, ataupun ketakutan akan pandemi itu sendiri. Cara ngemil seperti ini lebih dikenal dengan sebutan emotional eater.

"Saat tekanan emosional hadir, tubuh seolah memberikan sinyal yang mirip seperti rasa lapar. Sebenarnya sinyal tersebut hanyalah respon terhadap perasaan yang menjadi pelarian dari emosi negatif. Jika dorongan tersebut terus diikuti, tentu tubuh akan kelebihan asupan dan tentunya akan semakin beresiko jika dilakukan secara berulang,” jelas Tara.

Baca Juga: Tips Olahraga Bersama Anak di Masa Pandemi Covid-19

Tara menjelaskan, ngemil lebih bijak merupakan langkah tepat untuk mendapatkan kepuasan dalam mengkonsumsi camilan sehingga tidak menimbulkan penyesalan setelahnya. Juga menghindari ngemil secara berlebih karena memperhatikan isyarat tubuh.

"Kegiatan ngemil sebaiknya dilakukan secara sadar agar manfaat bisa didapatkan. Makanlah secara perlahan dan nikmati setiap gigitannya. Ajak seluruh indera tubuh Anda terlibat, mulai dari memperhatikan bentuk, mencium aroma, menikmati rasa, hingga sensasi suara saat menggigit atau mengunyah camilan,” kata Tara.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Perusahaan Korsel Sumbangkan 1 Ton Disinfektan untuk UMKM

Dukungan dari perusahaan Korsel dinilai sangat berarti bagi perusahaan kecil dan menengah di Indonesia.

KESEHATAN | 15 Mei 2020

Jelang Idulfitri, BPOM Temukan Pangan Tidak Standar Meningkat

Jelang Idufitri, BPOM banyak menemukan produk pangan tidak memenuhi ketentuan (TMK).

KESEHATAN | 15 Mei 2020

Itochu Indonesia Donasi 2.000 Pelindung Wajah ke Siloam Hospitals Group

Itochu Indonesia berinisiatif mendonasikan alat pelindung wajah bagi para petugas medis, terutama yang menangani pasien Covid-19.

KESEHATAN | 15 Mei 2020

WHO: Pandemi Covid-19 Dapat Berlangsung hingga 5 Tahun

Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Soumya Swaminathan, mengatakan pandemi virus corona atau Covid-19 dapat berlangsung hingga lima tahun.

KESEHATAN | 15 Mei 2020

Iuran Naik Lagi, Dirut BPJS: Penduduk yang Disubsidi Lebih Banyak

Per 30 April 2020, sebanyak 132,6 juta PBI yang dibiayai negara, terdiri dari 96,5 juta oleh pemerintah pusat, dan 36 juta jiwa oleh pemda.

KESEHATAN | 14 Mei 2020

Iuran Naik Lagi, Dirut BPJS: Untuk Atasi Defisit JKN-KIS

Dengan begitu diharapkan pembayaran ke rumah sakit (RS) lebih lancar sehingga cash flow-nya terjaga dan akan berdampak pada pelayanan yang lebih baik.

KESEHATAN | 14 Mei 2020

Manfaat Asam Folat dan Vitamin C untuk Imunitas Tubuh

Hydromamma merupakan minuman yang mengandung tinggi asam folat dan vitamin C

KESEHATAN | 14 Mei 2020

Kasus Covid-19 di Jatim Tembus 1.858 orang

Pasien baru Covid-19 di Jatim terbesar berasal dari Surabaya sebanyak 51 orang.

KESEHATAN | 14 Mei 2020

UI Kembangkan Alat Deteksi Pneunomia Akibat Covid-19 Berbasis AI

UI mengembangkan DSS-CovIDNet yang mampu mendeteksi kasus pneumonia akibat Covid-19 dengan menggunakan program berbasis kecerdasan buatan.

KESEHATAN | 14 Mei 2020

Pandemi Covid-19 Ancam Terhambatnya Target Penurunan Angka Stunting Nasional

Nutrisi yang dikonsumsi anak memiliki peran penting dalam pencegahan stunting dan proteksi daya tahan tubuhnya.

KESEHATAN | 14 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS